Tuesday, October 17, 2017

Malam Ini, Tim Volly MA Tabah Lawan Alumni Mazro'

PACIRAN - Tim bola volly MA Tarbiyatut Tholabah (MA TABAH) Kranji akan melakoni ujian berat dalam lanjutan Turnamen Bola Volly Karang Taruna 2017, di Kemantren Sport Center, Malam ini, Rabu (18/10). Lawan yang sudah menunggu di babak II ini adalah tim Volly alumni SMA Mazroatul Ulum, Paciran.

Tim SMA Mazro' sejak dulu terkenal kuat untuk wilayah Pantura Lamongan. Bahkan menjadi juara dalam turnamen antar sekolah tingkat SMA se Lamongan - Tuban - Gresik, yang digelar STAIDRA Kranji beberapa waktu lalu.

Meskipun tak diunggulkan, tim pelatih MA Tabah optimistis akan bisa mengimbangi permainan lawan.

"Insya Allah, untuk pertandingan kedua ini, tim akan lebih siap. Secara mental, anak-anak sudah lebih bagus dibanding pertandingan pertama saat melawan Jetak," ujar Pak Qoni', pelatih tim Volly MA Tabah penuh optimisme.

Demi meraih kemenangan, tim pelatih akan melakukan perombakan di skuad gantiBerdasarkan evaluasi tim pelatih dan manager, ada pemain luar yang kurang maksimal karena masalah fisik.

"Untuk pemain lokal MA Tabah, sudah mencukupi--karena tujuan kita juga ingin mmeberi mereka pengalaman. Namun, untuk pemain luar (bon) kita akan ganti dengan pemain lain yang fisiknya lebih siap," Jelas Pak Qoni'.

"Insya Allah pemain baru ini lebih fresh dan kuat. Kami optimis bisa mencuri kemenangan dari tim Mazro'," ungkap Pak Qoni' saat ditemui disela latihan tim.

Pada pertandingan sebelumnya, tim volly MA Tabah dengan susah payah berhasil mengalahkan tim Volly Jetak Lamongan lewat pertandingan rubber set. [MSK)

Monday, October 16, 2017

Menpora: Santri Harus Jago Olahraga

LAMONGAN - Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, berpesan kepada para santri agar punya gaya hidup sehat. Salah satu caranya ialah dengan rajin berolahraga. Pesan tersebut disampaikan dalam Kuliah Umum di aula Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran Lamongan, Ahad (14/10).

"Jadi santri itu, harus multitalenta. Selain jago ngaji, jago baca kitab kuning, jago puasa, juga harus rajin berolahraga. Supaya tubuh sehat dan bawaannya tidak malas mulu," tukas beliau dalam orasinya pada acara yang bertajuk 'Ngaji Kebangsaan' itu.

Untuk mewujudkan santri yang jago di berbagai bidang--khususnya olahraga, Kemenpora berinisiatif menggelar Liga Santri Nusantara, yang mempertandingkan sepak bola antar pondok pesantren se Indonesia.

"Untuk tahun ini ada 1800-an pondok pesantren yang berpartisipasi. Sayang sekali, Pondok Tarbiyatut Tholabah ini tidak mengikutkan wakilnya," ucapnya. "Semoga tahun depan bisa ikutan ya...!"

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH) Lamongan itu, Menpora juga mengingatkan tentang pentingnya santri mempersiapkan diri menjadi pemimpin-pemimpin masa depan bangsa.

"Bangsa ini butuh kader-kader yang berintegritas untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di masa mendatang. Makanya, santri harus bersiap mengisi pos-pos penting di pemerintahan atau di masyarakat," tukas Menteri alumni IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

"Anda gak usah kuatir nanti jadi apa. Percayalah, lulusan pesantren itu juga bisa jadi orang. Buktinya, banyak santri lulusan pesantren yang jadi bupati, pengusaha, atau jadi menteri. Tinggal anda persiapkan diri saja," pesan Menpora memberi motivasi.

Sementara itu, Rektor IAI TABAH, Imam Azhar, menyampaikan terima kasih yang mendalam atas kesediaan Menpora hadir di kampus Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah Lamongan.

"Penghargaan setinggi-tingginya atas kehadiran Pak Menteri di tengah-tengah kami. Di tengah jadwal yang padat, Pak Menteri masih bisa menyempatkan diri untuk berbagi semangat dan ilmu kepada para santri dan mahasiswa kami," ujar Pak Imam, dalam sambutanpad di depan sekitar 3000 an santri dan mahasiswa Pesantren Tarbiyatut Tholabah.

Sebelumnya, Menpora juga melakukan kunjungan ke Kampus Unisda Lamongan dan meninjau sarana olahraga di kampus tersebut. [MSK]

Menpora: Santri Harus Jago Olahraga

LAMONGAN - Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, berpesan kepada para santri agar punya gaya hidup sehat. Salah satu caranya ialah dengan rajin berolahraga. Pesan tersebut disampaikan dalam Kuliah Umum di aula Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran Lamongan, Ahad (14/10).

"Jadi santri itu, harus multitalenta. Selain jago ngaji, jago baca kitab kuning, jago puasa, juga harus rajin berolahraga. Supaya tubuh sehat dan bawaannya tidak malas mulu," tukas beliau dalam orasinya pada acara yang bertajuk 'Ngaji Kebangsaan' itu.

Untuk mewujudkan santri yang jago di berbagai bidang--khususnya olahraga, Kemenpora berinisiatif menggelar Liga Santri Nusantara, yang mempertandingkan sepak bola antar pondok pesantren se Indonesia.

"Untuk tahun ini ada 1800-an pondok pesantren yang berpartisipasi. Sayang sekali, Pondok Tarbiyatut Tholabah ini tidak mengikutkan wakilnya," ucapnya. "Semoga tahun depan bisa ikutan ya...!"

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH) Lamongan itu, Menpora juga mengingatkan tentang pentingnya santri mempersiapkan diri menjadi pemimpin-pemimpin masa depan bangsa.

"Bangsa ini butuh kader-kader yang berintegritas untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di masa mendatang. Makanya, santri harus bersiap mengisi pos-pos penting di pemerintahan atau di masyarakat," tukas Menteri alumni IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

"Anda gak usah kuatir nanti jadi apa. Percayalah, lulusan pesantren itu juga bisa jadi orang. Buktinya, banyak santri lulusan pesantren yang jadi bupati, pengusaha, atau jadi menteri. Tinggal anda persiapkan diri saja," pesan Menpora memberi motivasi.

Sementara itu, Rektor IAI TABAH, Imam Azhar, menyampaikan terima kasih yang mendalam atas kesediaan Menpora hadir di kampus Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah Lamongan.

"Penghargaan setinggi-tingginya atas kehadiran Pak Menteri di tengah-tengah kami. Di tengah jadwal yang padat, Pak Menteri masih bisa menyempatkan diri untuk berbagi semangat dan ilmu kepada para santri dan mahasiswa kami," ujar Pak Imam, dalam sambutanpad di depan sekitar 3000 an santri dan mahasiswa Pesantren Tarbiyatut Tholabah.

Sebelumnya, Menpora juga melakukan kunjungan ke Kampus Unisda Lamongan dan meninjau sarana olahraga di kampus tersebut. [MSK]

Menpora: Santri Harus Jago Olahraga

LAMONGAN - Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, berpesan kepada para santri agar punya gaya hidup sehat. Salah satu caranya ialah dengan rajin berolahraga. Pesan tersebut disampaikan dalam Kuliah Umum di aula Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran Lamongan, Ahad (14/10).

"Jadi santri itu, harus multitalenta. Selain jago ngaji, jago baca kitab kuning, jago puasa, juga harus rajin berolahraga. Supaya tubuh sehat dan bawaannya tidak malas mulu," tukas beliau dalam orasinya pada acara yang bertajuk 'Ngaji Kebangsaan' itu.

Untuk mewujudkan santri yang jago di berbagai bidang--khususnya olahraga, Kemenpora berinisiatif menggelar Liga Santri Nusantara, yang mempertandingkan sepak bola antar pondok pesantren se Indonesia.

"Untuk tahun ini ada 1800-an pondok pesantren yang berpartisipasi. Sayang sekali, Pondok Tarbiyatut Tholabah ini tidak mengikutkan wakilnya," ucapnya. "Semoga tahun depan bisa ikutan ya...!"

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH) Lamongan itu, Menpora juga mengingatkan tentang pentingnya santri mempersiapkan diri menjadi pemimpin-pemimpin masa depan bangsa.

"Bangsa ini butuh kader-kader yang berintegritas untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di masa mendatang. Makanya, santri harus bersiap mengisi pos-pos penting di pemerintahan atau di masyarakat," tukas Menteri alumni IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

"Anda gak usah kuatir nanti jadi apa. Percayalah, lulusan pesantren itu juga bisa jadi orang. Buktinya, banyak santri lulusan pesantren yang jadi bupati, pengusaha, atau jadi menteri. Tinggal anda persiapkan diri saja," pesan Menpora memberi motivasi.

Sementara itu, Rektor IAI TABAH, Imam Azhar, menyampaikan terima kasih yang mendalam atas kesediaan Menpora hadir di kampus Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah Lamongan.

"Penghargaan setinggi-tingginya atas kehadiran Pak Menteri di tengah-tengah kami. Di tengah jadwal yang padat, Pak Menteri masih bisa menyempatkan diri untuk berbagi semangat dan ilmu kepada para santri dan mahasiswa kami," ujar Pak Imam, dalam sambutanpad di depan sekitar 3000 an santri dan mahasiswa Pesantren Tarbiyatut Tholabah.

Sebelumnya, Menpora juga melakukan kunjungan ke Kampus Unisda Lamongan dan meninjau sarana olahraga di kampus tersebut. [MSK]

Thursday, October 12, 2017

Turnamen Futsal Ikbal Tabah Cup 2017

Dalam rangka memperingati HAUL KH Musthofa ke 69, Ikatan Keluarga Besar Alumni Tarbiyatut Tholabah Kranji akan menggelar berbagai kegiatan. Salah satu kegiatan besarnya adalah Turnamen Futsal.

Turnamen Futsal ini akan digelar dengan mempertandingkan tim-tim
- antar Korda
- antar desa
- antar kecamatan
- antar angkatan


Monday, October 9, 2017

“Kandang Ayam” MAK, Riwayatmu Kini...

Contoh Tulisan untuk diterbitkan daam buku dengan tajuk:
"Santri Kranji Menulis Bareng"

•••

“Kandang Ayam” MAK, Riwayatmu Kini...

“Chi… tuku lombok nang be’ Dah, segone wis wayahe nyilep…”

Pasti teman-teman dulu sangat akrab dengan dialog seperti diatas, dan memang itu aktivitas kita sehari-hari di Asrama kandang Ayam MAK. Seolah tiada hari tanpa “ngliwet”.

Kisaran lima tahun, saya tidak pernah menengok Asrama yang dulu beberapa waktu pernah kita tempati. Aneh memang, tiap hari aktivitas di Kranji kok tidak pernah melihat “kandang Ayam”. Tapi itulah kenyataannya, bahwa kadang-kadang atau bahkan sering kali kita melupakan hal-hal yang pernah mewarnai perjalanan kehidupan kita. Asrama MAK, Sebuah penggalan kisah masa lalu. Kreatif, progresif, semangat menggebu, eksklusif.

Tiba-tiba saya ingin menulis surat ini kepada teman-teman, ada semacam kerinduan yang kembali tergugah karena sebuah ke-taksengaja-an. Sore tadi, seperti biasa hari sabtu saya ngopi di kantin, ngobrol ngalor-ngidul sama pak Dul Manan, yang membuat beda dengan hari sabtu sebelumnya, saking asyiknya sampai tak terasa sudah 20 menit lebih lepas adzan magrib, karena kantin sudah tidak lagi “berkamar” seperti dulu waktu masih dipimpin Darmaji, saya tanya dimana tempat laporan yang paling dekat.

“Langsung nang mburi ae, cak!” jawab Yatin yang kini jadi manajer kantin, tanpa pikir panjang saya langsung ke belakang meskipun tidak tahu ke belakang mana yang dia maksud. Setelah buka pintu, saya langsung kaget, ternyata antara kantin dan Kandang yang dulu pernah kita tempati, sekarang "loss", tidak ada pagar atu apapun yang menghalangi. Ada semacam lintasan jalan setapak yang menghubungkan antara keduanya, tapi di kanan kiri jalan itu tidak ada lagi yang bisa dilihat kecuali rumput setinggi lutut,dan beberpa jengkal tanah kosong yang tidak ditumbuhi rumput liar. Jika dillihat dari adanya gundukan tanah yang sengaja dibuat, mungkin dulu pernah dipakai untuk berkebun, tapi sekarang tidak lagi.Bisa dibayangkan dengan kondisi halaman yang sudah beralih menjadi belantara rumput, bagaimana asrama kita sekarang.

Yup...! Kotor, liar,gelap, angkerrr... Meski memang sudah dari dulu seperti itu, tapi sekarang lebih mengenaskan.Kayu-kayu itu sudah semakin merapuh. karena gelap saya tidak bisa detail mengamati apakah pagar depan itu masih pakai kayu yang lama atau sudah diganti. Bagi teman-teman angkatan 2002-2003 dst, mungkin masih sempat merekam alih fungsi dari asrama menjadi tempat makan catering, tapi tetep, meski cuma setahun menempati "kandang" itu, ribuan kenangan tertoreh disana.

Waktu mau masuk kembali saya dikagetkan dengan sket yang ada. Sekarang hanya ada dua kamar yang saya tidak tau juga siapa yang menghuninya, yang jelas kamar itu terletak di tengah antara sisi barat dan timur. 1 kamar tertutup penuh dan satunya lagi hanya berupa sket triplek dengan pintu di masing-masing sisinya untuk menghubungkan ruang barat dan timur.

Dengan PD-nya saya langsung menuju ke arah pojok timur untuk ambil air, kupikir kamar mandi tetep masih seperti dulu, berada disana. Ternyata tempat kita mandi bersama waktu itu, sekarang sudah tidak ada lagi, dipindah di pojok sebelah barat. Yang lebih mengherankan air sumur yang dulu kita rasakan paling segar dilingkungan pondok kini jadi asin dan agak keruh, mungkin faktor umur yang semakin menua.

Setelah melaksanakan kewajiban, kembali saya mengingat kenangan-kenagan yang dulu pernah kita tinggalkan, mandi bareng, masak bareng, nyuci bareng. Sungguh sebuah kenangan yang indah.

Sebelum keluar, saya berdiri bersandar dipagar, memandang ke depan, ke arah halaman yang kini semuanya tertutup rerumputan, tidak lagi ada kayu gelondongan, tempat teman-teman menghafal materi Qur'an Hadits dari Gus Rul atau sekedar duduk-duduk santai menanti adzan magrib, tidak ada mangga yang biasa selalu kita nantikan buahnya, tidak lagi ada lapangan tempat teman-teman bermain bola, yang seringkali membuat anak-anak asrama lain iri dengan kita karena fasilitas itu. Itulah kenangan, zaman menuntut kita untuk selalu berubah, tapi kenangan-kenangan itu akan tetap tertoreh dalam dalam catatan perjalanan kita. Semoga bisa menjadi sesuatu yang menghebatkan.

Bravo MAK.....!

[ditulis oleh Awuit Ginanjar Widodo, Alumni MAK]

Sunday, October 8, 2017

Tidak Takut, Kunci Mulai Berbahasa

Tidak Takut, Kunci Mulai Berbahasa

أنا لا أخاف...
أنا لا أخاف...
أنا لا أخاف...
(Saya tidak takut...
Saya tidak takut...
Saya tidak takut...)

Sejenak, sang siswa pun mengulang kalimat sugesti tersebut dengan agak ragu-ragu. Takut salah saat mengucapkan dalam bahasa Arab. Terdengar dari suaranya yang agak bergetar.

Kata-kata tersebut merupakan sugesti yang ditanamkan Ustadz Qomari, M.Pd., instruktur dari tim Pusat Pengembangan Bahasa Arab UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, kepada salah seorang siswa MA Tarbiyatut Tholabah Kranji, saat "Seminar Pembelajaran Bahasa Arab II" yang digelar Ahad (08/10), di aula YPP Tarbiyatut Tholabah.

Ya, kunci utama dalam belajar bahasa (semua bahasa) adalah tidak boleh takut. Tak boleh ada rasa kuatir salah sebelum berbicara.

"Jangan-jangan nahwunya keliru, jangan-jangan harokatnya kebalik, atau jangan-jangan ditertawakan nanti. Ini pikiran yang sering menghantui anak-anak yang memulai belajar bahasa," ujar Ustadz Qomari, "Padahal, yang namanya orang belajar, itu pasti salah. Kalau belajar kok langsung expert, itu mukjizat."

"Makanya, untuk bisa mencapai angan-angan bisa berbahasa Arab dengan baik, kuncinya adalah hilangkan rasa takut salah. Pokoknya praktik saja. Kalau sudah terbiasa praktik, lama kelamaan lidah jadi lemes. Akhirnya, bicara bahasa arab juga mengalir tanpa mikir. Seperti kalau antum ngobrol pakai bahasa Jawa," tambah Ustadz Qomari, memberi motivasi.

"Percuma tiap hari antum menghafalkan mufrodat. Tapi, gak pernah dipraktikkan berbahasa. Lama kelamaan hilang juga," lanjut Ustadz Qomari, "Seperti menghafalkan teknik dan cara berenang, tapi tidak pernah berani nyebur kolam. Kira-kira bisa berenang?"

"Tidak...!"
Jawab peserta kompak. (MSK)

*Laporan dari kegiatan Seminar Bahasa Arab II, MA Tarbiyatut Tholabah 2017