Sunday, December 4, 2016

Undangan Mubes Luar Biasa Ikbal Tabah

Yang terhormat alumni Tarbiyatut Tholabah
Di Seluruh penjuru Nusantara

Assalamualaikum wr wb. Salam silaturrahim kami sampaikan, semoga kita seanantiasa sll dalam taufiq dan inayahNya. Amin..!

Sehubungan akan dilaksanakan Musyawarah Besar Luar Biasa (MUBESLUB) 2016 Ikatan Keluarga Besar Alumni Tarbiyatut Tholabah (IKBAL TABAH) Kranji Paciran Lamongan,
Dengan ini kami mengharap kehadiran Saudara/i, Bapak/Ibu Pada:

Hari/tgl: Kamis/08/12/216
Tempat:
Aula STAIDRA
Pukul: 08.00-Selesai
Acara: MUBESLUB IKBAL TABAH 2016
Demikian undangan ini harap maklum.

Wasalamualaiku. Wr. wb
Pelaksana,
Anang Romli

Plt Ketum,
Moh. Nur Huda

Sekjend
Shorih al Kholid

Nomor Urut Festival Banjari 2016

*No Urut Tampil Festival Hadrah Nusantara VIII*

DI PP. TARBIYATUT THOLABAH

*SHIFT 1 (15.30 - 17.30)*
1. AL MUHIBBIN JR
2. AL HAROMAIN
3. AL HUSNA
4. SABILUSSALAM
5. ALHAMDULILLAH
6. AL MUQTASIMA
7. AN NUHA
8. SIDROTUL MUNTAHA

*SHIFT 2 (19.30-Selesai)*
9. AL KHOLILI
10. AL MUHIBBIN
11. LAILATUS SYURO
12. ROUDHOTUL MUTTAQIN
13. JANUR MANTAB
14. AL MASHABI
15 AN NAHDHO
16. AL MUHDHOR
17. ALBAQOLBI
18. TSAMROTUL MASHABI
19. NURUNNIDLOM
20. ALLAHU AKBAR
21. ASSHOLIHIN
22. ALKALINE
23. AS SHIBYAN
24. AL KAROMAH
25. RIBATH. ABD. FAQIH
26. SEKAR KEDATON
27. AL KHOZINI
28. NAHDLOTUS SYABAB
29. AL HASANI
30. LITADZIL LAHZAH
31. ARROUDHOH
32. NURUL AZHAR
33. ALAMAK
34. RIQQUL HABIB

Juklak Festival Banjari PP Tabah 2016

Assalamu'alaikum Wr Wb
Update hasil TM Fesban Nusantara 8 di ponpes Tarbiyatut Tholabah. Yg diselenggarakan Wasiat Jakarta.

JUKLAK

(Petunjuk Pelaksanaan)

1.Peserta festival membawakan lagu berdurasi minimal 10 menit dan maksimal 12 menit.
2.Peserta wajib membawakan Jinggle yang bertemakan “Festival Banjari Nusantara VIII, WASIAT Jakarta (Wadah Silaturrahim Alumni Tarbiyatut Tholabah di Jakarta)
3.Peserta festival khusus laki-laki.
4.Ketentuan alat musik hadrah/banjari sebagaimana pada umumnya dan boleh membawa alat tambahan selain alat musik elektronik.
5.Peserta menyerahkan satu lembar teks lagu yang akan dibawakan
6.Peserta group maksimal 12 orang
7.Peserta harus mengikuti Tehnical Meetting pada hari Minggu tanggal 04 Desember 2016 atau diwakilkan panitia
8.Ketentuan juara sebagai berikut:
Kejuaraan diambil 1, 2 dan 3
Juara I mendapatkan Tropi tetap dari KH. Hasyim Muzadi,  Sertifikat dan uang pembinaan
Juara II mendapatkan Tropi Tetap, Sertifikat dan uang pembinaan
Juara III mendapatkan Tropi Tetap, Sertifikat dan uang pembinaan
Juara Harapan I mendapatkan Tropi dan Sertifikat
Juara Harapan II mendapatkan Tropi dan Sertifikat
Juara Jinggle terfavorit mendapatkan Tropi dan Sertifikat
9.Kriteria penilaian:
Suara dan Lagu
Aransemen musik
Syair dan perform
10.Keputusan Juri tidak dapat diganggu gugat
11.Untuk pemenang/juara I festival hadrah nusantara VIII wajib tampil dalam acara haul KH. Musthofa pada tanggal 08 Desember 2016.

Saturday, November 19, 2016

Dua Video Karya Anak MA TABAH

https://youtu.be/7BlOYPn_Im4

https://youtu.be/R5vHDFBNLrI

Kedua film pendek ini karya anak-anak Ma Tarbiyatut Tholabah Kranji
Untuk diikutsertakan dalam lomba film pendek prodistik.

Salah satu kriteria penilaian ialah jumlah like dan seberapa banyak film itu diputar di youtube.
Untuk membantu adik-adik kita di MA Tabah, silakan putar di youtube dengan cara meng klik link yang saya sertakan. Lalu tekan tombol like  (tanda jempol) harus log in pakai akun Gmail.

Thanks

Saturday, October 15, 2016

Penjaringan Bakal Calon Ketum Ikbal Tabah

Penjaringan Bakal Calon Ketua Umum Ikbal Tabah

Alhamdulillah,
Menjelang MUBES LUAR BIASA
Dengan agenda pemilihan Ketua Umum Baru Ikbal Tabah Nopember 2016 mendatang,

Tim Litbang IKBAL TABAH
Mengadakan kajian nama-nama yang layak menjadi Ketua Umum Ikbal Tabah 2015 - 2018
Menggantikan almarhum Bapak Ahmad Millah Hasan, yang meninggalkan kita Mei 2016 lalu.

Berikut ini hasil sementara yang diperoleh Tim Litbang Ikbal Tabah.

Berikan suara Anda di kolom komentar untuk penjaringan lebih lanjut bakal calon ketua umum Ikbal Tabah.

1. Moh. Nur Huda, S.Sos. (Banyubang - Jakarta)
2. H. Anam Anshori Anshori, S.Th.I (Sambeng - Jakarta)
3. H. Abdul Karim, Lc. (Kemantren - Jakarta)
4. Anas Thoha Anas Thoha, M.Pd. (Surabaya)
5. M. Ghufron (Brondong - Surabaya)
6. Ahmad Zein Ahmad Zain Fuad, MA. (Kranji - Malang)
7. Moh. Bahrun Amiq, S.Psi, M.Psi. (Drajat - Malang)
8. Moh. Muhammad Jamaluddin Ma'mun, M.Psi. (Kemantren - Malang)
9. Ali Mahera Ali, S.Pd.I (Kranji - Lamongan)
10. Khofif Luthfiyanto, SE. (Lamongan)
11. Moh. Kang Fadhori, SE. (Kemantren)
12. Suswanto, S.Pd. (Sambeng)
13. Alimul Muniroh, M.Ed. (Lamongan)
14. Wardatul Karomah, MA. (Drajat - Lamongan)
15. Mujianto Mujianto Mujianto, S.Ag. (Brondong)
16. M. Ismail Scooter Smile (Petiyen Wadeng - Gresik)
17. Ali Mujib, SE., M.Ei. (Doudo - Gresik)
18. Shoffan Hanafi Shoffan Serenade (Paloh - Jogjakarta)
19. Ahmad Ihrom Bos Frutablend (Lembor - Jogjakarta)
20. H. Siswanto, S.Hi. (Sambopinggir - Jakarta)

Silakan komentar usulan Anda untuk dijaring sebagai bakal calon Ketua Umum Ikbal Tabah.

Ada nama yang belum masuk menurut Anda?
Tulis di komentar, biar kami ajukan ke Balitbang  untuk dikaji.

Terima kasih...

Ttd,

Balitbang Ikbal Tabah

*Saya: MS. Kholid (Sekjend Ikbal), hanya membantu publikasi.

Al-Jami'ah Tabah Cak Mad Tabah Foshma Tabah K'Amin Tabah Koma Tabah Mak Tabah Mak Tabah Gema Tabah Mak Tabah Kranji MA Tabah RadioStreaming Nawawi Tabah MTs Tabah Suara Tabah Kranji Ika Tarbiyatut Tholabah Ma Tarbiyatut Tholabah

Thursday, July 21, 2016

Donasi untuk Pondok Tabah Rejo Jombang

Donasi

Teman-teman facebooker di mana pun berada dan alumni TABAH KRANJI,
Ini hari Jumat Mubarokah teristimewa, kami keluarga besar TABAH REJO sebagai pondok rintisan, membutuhkan donasi amal jariah tmn2, bapak-bapak, ibu2 untuk pembangunan pesantren.

2rb,3rb,5rb,10rb, bahkan 100.000 akan sangat bermanfaat.

Rekening BRI :
an. Yayasan Tarbiyatut Tholabah Sukorejo
Unit : Gudo Jombang
Rek. 3649-01-016977-53-1

sebelumnya,  kami ucapkan semoga amal ibadah tmn2, bpk2, ibu2 dibalas Allah dgn berlipat2 balasan. Amin.
Mengajak kebaikan akan berbuah kebaikan.

Ttd,

H. Syamsul Falah, M.Pd.
(Pengasuh)

SAYEMBARA MENULIS CERPEN

~SAYEMBARA MENULIS CERPEN~
"Santri Menulis: Sepenggal Cerita di Lorong Pesantren"

Sayembara menulis cerpen hadir dalam rangka menyemarakan Konferensi Cabanag (KONFERCAB) III NU Maroko yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Agustus 2016 mendatang, sekaligus sebagai ajang dan wadah untuk menuangkan bakat dalam dunia penulisan terutama bagi kalangan santri.

Tema yang diusung adalah hal-hal yang terkait dengan kehidupan dunia pesantren, untuk memobilisasi kawan-kawan santri menorehkan bakatnya, sekaligus memperkenalkan dunia pesantren dalam kemasan cerita. Santri dan pesantren acapkali diberi stigma tak mengenal dunia sastra dan kepenulisan, dalam program ini setidaknya kami akan menepis anggapan tersebut. Bahwa para santri, pun memiliki potensi dalam dunia tulis menulis. Bahwa pesantren, pun memiliki beragam kisah yang tak kalah menarik dan seru.

Pesantren tidak melulu identik tentang kitab kuning, atau dzikir beriring. Di sana ada juga temu pisah, cinta tak sampai, juga kenangan para santri yang belum usai. Pesantren tidak hanya menyajikan Jurumiyyah atau Fathul Mu'in. Di sana tersaji juga amarah, senda gurau, dan gundah seorang santri yang juga parau. Pesantren adalah potret kecil dari dunia penuh warna, dengan banyak kisah di dalamnya, yang terlalu sayang jika mengalir begitu saja tanpa terekam pena.

🎈Ketentuan Lomba
➢ Peserta adalah Warga Negara Indonesia (WNI) baik yang berdomisili diluar negeri maupun di dalam negeri, dan tidak dibatasi usia.
➢ Naskah ditulis dengan bahasa Indoensia yang baik dan benar, serta tidak mengandung unsur SARA dan pornografi.
➢ Naskah diketik dalam format Ms. Word A4, Times New Roman font 12, spasi 1,5, margin normal, 5-7 halaman.
➢ Naskah merupakan karya asli bukan saduran, belum pernah dipublikasikan di media masa, dan tidak sedang diikutkan dalam sayembara serupa.
➢ Peserta hanya diperbolehkan mengirim dua naskah terbaiknya.
➢ Share info sayembara ini di facebook dan meng-like fanspage Konfercab III NU Maroko.
➢ Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.
➢ Naskah diterima paling lambat tanggal 5 Agustus 2016, pukul 00.00 WIB.

🎈Tata Cara Pengiriman Naskah
➢ Naskah di kirim via e -mail ke: panitia.konfercab.3@gmail.com dengan subyek: Santri Menulis.
➢ Peserta melampirkan biodata meliputi: nama, alamat, TTL, alamat email dan facebook, nomor hp dan nomer rekening di halaman akhir naskah.

🎈Dewan juri
➢Aida Maslamah Ahmad ( Novelis dan Penulis buku Motivasi Islami. Founder Maslamah Foundation dan Batavia Publishing )
➢RISMA EL JUNDI ( Novelis )

🎈Apresiasi
➢ Juara I : Rp 2 juta + sertifikat pemenang + buku antologi + souvenir.
➢ Juara II : Rp 1.5 juta + sertifikat pemenang + buku antologi + souvenir.
➢ Juara III : Rp 1 juta + sertifikat pemenang + buku antologi + souvenir.
➢ 20 naskah terbaik akan dibukukan dan didistribusikan ke beberapa pesantren di Indonesia.

🔸Kegiatan ini diselenggarakan oleh :PCINU Maroko & KONFERCAB III NU Maroko.

🔸Didukung oleh:
➢Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Rabat.
➢PPI Maroko.
➢FLP Maroko.
➢PPI Timur Tengah.
➢Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia NU (LAKPESDAM NU) Maroko.
➢FATAYAT NU Maroko.

🔸Disponsori oleh:
➢Susu Velin.
➢Jahe Ahmar.
➢Zuwaina Tour.

🔸Media Partner:
➢NUTIZEN
➢TV9

CP:
+212 627‑254551 (Icha)
+212 621‑575110 (Aniq)

Monday, July 18, 2016

Lowongan Dosen di IAI TABAH Lamongan

Lowongan Dosen:

Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH) Membuka lowongan dosen tetap untuk:

1. Prodi Ekonomi Syariah dan
2. Orodi Ilmu Al-Qur'an

Persyaratan:
1. disiplin, loyal, dan berdedikasi
2. Lulusan S2 prodi sejenis dari PT TERAKREDITASI
3. Tidak ber-NUPTK dan atau CPNS/PNS.

Yang berminat mohon mengirimkan surat lamaran lengkap dengan CV.
Dikirim ke IAI TABAH Kranji Paciran Lamongan.

Sunday, July 17, 2016

Bertemu Walisongo di Candi Borobodur dan Prambanan

Bertemu Walisongo di Candi Borobodur dan Prambanan

Jika memakai ilmu perbandingan, bisa dibilang Candi Prambanan dan Candi Borobudur sebanding dengan Masjidil Haram. Hal itulah yang membuat saya makin kagum pada Walisongo.

Maksudnya begini, kalau ada “Masjidil Haram”, berarti logikanya ada puluhan “masjid agung” kan? Kalau ada tempat ibadah Hindu-Buddha selevel “Masjidil Haram”, berarti bukan tidak mungkin Indonesia zaman dahulu sudah dipenuhi ribuan “mushola” umat Hindu-Buddha.

Orang tidak mungkin bisa membuat sesuatu berskala besar tanpa bisa membuat sesuatu yang berskala kecil-kecil dulu.

Tentu kita jadi bisa membayangkan kalau umat beragama Hindu dan Buddha zaman dahulu adalah golongan mayoritas. Kalau umat beragama Hindu dan Buddha zaman dahulu sangat mendominasi, bagaimana bisa Walisongo membalik kondisi tersebut?

***
Kalau Anda belajar sejarah, Anda pasti makin heran dengan Walisongo. Silakan Anda baca dengan teliti isi buku Atlas Walisongo karya sejarawan Agus Sunyoto.

Menurut catatan Dinasti Tang China, pada waktu itu (abad ke-6 M), jumlah orang Islam di nusantara (Indonesia) hanya kisaran ribuan orang. Dengan klasifikasi yang beragama Islam hanya orang Arab, Persia, dan China. Para penduduk pribumi tidak ada yang mau memeluk agama Islam.

Bukti sejarah kedua, catatan Marco Polo singgah ke Indonesia pada tahun 1200-an M. Dalam catatannya, komposisi umat beragama di nusantara masih sama persis dengan catatan Dinasti Tang; penduduk lokal nusantara tetap tidak ada yang memeluk agama Islam.

Bukti sejarah ketiga, dalam catatan Laksamana Cheng Ho pada tahun 1433 M, tetap tercatat hanya orang asing yang memeluk agama Islam. Jadi, kalau kita kalkulasi ketiga catatan tersebut, sudah lebih dari 8 abad agama Islam tidak diterima penduduk pribumi. Agama Islam hanya dipeluk oleh orang asing.

Selang beberapa tahun setelah kedatangan Laksamana Cheng Ho, rombongan Sunan Ampel datang dari daerah Champa (Vietnam).

Beberapa dekade sejak hari kedatangan Sunan Ampel, terutamanya setelah dua anaknya tumbuh dewasa (Sunan Bonang dan Sunan Drajat) dan beberapa muridnya juga sudah tumbuh dewasa (misalnya Sunan Giri), maka dibentuklah suatu dewan yang bernama Walisongo. Misi utamanya adalah mengenalkan agama Islam ke penduduk pribumi.

Anehnya, sekali lagi anehnya, pada dua catatan para penjelajah dari Benua Eropa yang ditulis pada tahun 1515 M dan 1522 M, disebutkan bahwa bangsa nusantara adalah sebuah bangsa yang mayoritas memeluk agama Islam.

Para sejarawan dunia hingga kini masih bingung, kenapa dalam tempo tak sampai 50 tahun, Walisongo berhasil mengislamkan banyak sekali manusia nusantara.

Harap diingat zaman dahulu belum ada pesawat terbang dan telepon genggam. Jalanan kala itu pun tidak ada yang diaspal, apalagi ada motor atau mobil. Dari segi ruang maupun dari segi waktu, derajat kesukarannya luar biasa berat. Tantangan dakwah Walisongo luar biasa berat.

Para sejarawan dunia angkat tangan saat disuruh menerangkan bagaimana bisa Walisongo melakukan mission impossible: Membalikkan keadaan dalam waktu kurang dari 50 tahun, padahal sudah terbukti 800 tahun lebih bangsa nusantara selalu menolak agama Islam.

Para sejarawan dunia akhirnya bersepakat bahwa cara pendekatan dakwah melalui kebudayaanlah yang membuat Walisongo sukses besar.

Menurut saya pribadi, jawaban para sejarawan dunia memang betul, tapi masih kurang lengkap. Menurut saya pribadi, yang tentu masih bisa salah, pendekatan dakwah dengan kebudayaan cuma “bungkusnya”, yang benar-benar bikin beda adalah “isi” dakwah Walisongo.

***
Walisongo menyebarkan agama Islam meniru persis “bungkus” dan “isi” yang dahulu dilakukan Rasulullah SAW. Benar-benar menjiplak mutlak metode dakwahnya kanjeng nabi. Pasalnya, kondisinya hampir serupa, Walisongo kala itu ibaratnya “satu-satunya”.

Dahulu Nabi Muhammad SAW adalah satu-satunya orang yang berada di jalan yang benar. Istrinya sendiri, sahabat Abu Bakar r.a., sahabat Umar r.a., sahabat Utsman r.a., calon mantunya Ali r.a., dan semua orang di muka Bumi waktu itu tersesat semua. Kanjeng nabi benar-benar the only one yang tidak sesat.

Tetapi, berkat ruh dakwah yang penuh kasih sayang, banyak orang akhirnya mau mengikuti agama baru yang dibawa kanjeng nabi. Dengan dilandasi perasaan yang tulus, Nabi Muhammad SAW amat sangat sabar menerangi orang-orang yang tersesat.

Meski kepala beliau dilumuri kotoran, meski wajah beliau diludahi, bahkan berkali-kali hendak dibunuh, kanjeng nabi selalu tersenyum memaafkan. Walisongo pun mencontoh akhlak kanjeng nabi sama persis. Walisongo berdakwah dengan penuh kasih sayang.

Pernah suatu hari ada penduduk desa bertanya hukumnya menaruh sesajen di suatu sudut rumah. Tanpa terkesan menggurui dan menunjukkan kesalahan, sunan tersebut berkata, “Boleh, malah sebaiknya jumlahnya 20 piring, tapi dimakan bersama para tetangga terdekat ya.”

Pernah juga ada murid salah satu anggota Walisongo yang ragu pada konsep tauhid bertanya, “Tuhan kok jumlahnya satu? Apa nanti tidak kerepotan dan ada yang terlewat tidak diurus?”

Sunan yang ditanyai hal tersebut hanya tersenyum sejuk mendengarnya. Justru beliau minta ditemani murid tersebut menonton pagelaran wayang kulit.

Singkat cerita, sunan tersebut berkata pada muridnya, “Bagus ya cerita wayangnya…” Si murid pun menjawab penuh semangat tentang keseruan lakon wayang malam itu. “Oh iya, bagaimana menurutmu kalau dalangnya ada dua atau empat orang?” tanya sunan tersebut. Si murid langsung menjawab, “Justru lakon wayangnya bisa bubar. Dalang satu ambil wayang ini, dalang lain ambil wayang yang lain, bisa-bisa tabrakan.”

Sang guru hanya tersenyum dan mengangguk-angguk mendengar jawaban polos tersebut. Seketika itu pula si murid beristighfar dan mengaku sudah paham konsep tauhid. Begitulah “isi” dakwah Walisongo; menjaga perasaan orang lain.

Pernah suatu hari ada salah satu anggota lain dari Walisongo mengumpulkan masyarakat. Sunan tersebut dengan sangat bijaksana menghimbau para muridnya untuk tidak menyembelih hewan sapi saat Idul Adha. Walaupun syariat Islam jelas menghalalkan, menjaga perasaan orang lain lebih diutamakan.

Di atas ilmu fikih, masih ada ilmu ushul fikih, dan di atasnya lagi masih ada ilmu tasawwuf. Maksudnya, menghargai perasaan orang lain lebih diutamakan, daripada sekadar halal-haram. Kebaikan lebih utama daripada kebenaran.

Dengan bercanda, beliau berkomentar bahwa daging kerbau dan sapi sama saja, makan daging kerbau saja juga enak. Tidak perlu cari gara-gara dan cari benarnya sendiri, jika ada barang halal lain tapi lebih kecil mudharatnya.

Kemudian, ketika berbicara di depan khalayak umum, beliau menyampaikan bahwa agama Islam juga memuliakan hewan sapi. Sunan tersebut kemudian memberikan bukti bahwa kitab suci umat Islam ada yang namanya Surat Al-Baqarah (Sapi Betina).

Dengan nuansa kekeluargaan, sunan tersebut memetikkan beberapa ilmu hikmah dari surat tersebut, untuk dijadikan pegangan hidup siapapun yang mendengarnya.

Perlu diketahui, prilaku Walisongo seperti Nabi Muhammad SAW zaman dahulu, Walisongo tidak hanya menjadi guru orang-orang yang beragama Islam. Walisongo berakhlak baik pada siapa saja dan apapun agamanya.

Justru karena kelembutan dakwah sunan tersebut, masyarakat yang saat itu belum masuk Islam, justru gotong-royong membantu para murid beliau melaksanakan ibadah qurban.

***
Kalau Anda sekalian amati, betapa gaya berdakwah para anggota Walisongo sangat mirip gaya dakwah kanjeng nabi. Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana bisa? Hal tersebut bisa terjadi karena ada manual book cara berdakwah, yaitu Surat An-Nahl ayat ke-125.

"Ud’u ilaa sabiili Rabbika bilhikmati walmau’izhatil hasanati wajaadilhum billatii hiya ahsan. Inna Rabbaka Huwa a’lamu biman dhalla ‘an sabiilihi wa Huwa a’alamu bilmuhtadiin."

Terjemahannya kira-kira:
"Ajaklah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasehat yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalanNya dan Dialah yang lebih mengetahui mereka yang mendapat petunjuk."

Menurut ulama Ahlussunnah wal Jama’ah, tafsir ayat dakwah tersebut adalah seperti berikut: Potongan kalimat awal, ud’u ilaa sabiili Rabbika, yang terjemahannya adalah “Ajaklah ke jalan Tuhanmu”, tidak memiliki objek. Hal tersebut karena Gusti Allah berfirman menggunakan pola kalimat sastra.

Siapa yang diajak? Tentunya orang-orang yang belum di jalan Tuhan. Misalnya, ajaklah ke Jakarta, ya berarti yang diajak adalah orang-orang yang belum di Jakarta.

Dakwah artinya adalah “mengajak”, bukan perintah. Jadi cara berdakwah yang betul adalah dengan hikmah dan nasehat yang baik. Apabila harus berdebat, pendakwah harus menggunakan cara membantah yang lebih baik.

Sifat “lebih baik” di sini bisa diartikan lebih sopan, lebih lembut, dan dengan kasih sayang. Sekali lagi, apabila harus berdebat, harap diperhatikan.

Para pendakwah justru seharusnya menghindari perdebatan. Bukannya tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba ada ustadz yang mengajak debat para pendeta, biksu, orang atheis, dan sebagainya.

Berdakwah tidak boleh berlandaskan hawa nafsu. Harus ditikari ilmu, diselimuti rasa kasih sayang, dan berangkat dari niat yang tulus.

Apalagi ayat dakwah ditutup dengan kalimat penegasan bahwa hanya Tuhan yang mengetahui kebenaran sejati. Hanya Allah SWT yang tahu hambaNya yang masih tersesat dan hambaNya yang sudah mendapat petunjuk.

Firman dari Allah SWT tersebut sudah merupakan warning untuk para pendakwah jangan pernah merasa sudah suci, apalagi menganggap objek dakwah sebagai orang-orang yang tersesat. Anggaplah objek dakwah sebagai sesama manusia yang sama-sama berusaha menuju jalanNya.

Ayat dakwah itulah yang dipegang Nabi Muhammad SAW dan para pewarisnya saat berdakwah. Maka dari itu, kita jangan kagetan seperti para sejarawan dunia, karena kesuksesan dakwah Walisongo sebenarnya bukanlah hal yang aneh.

***
Kanjeng nabi saja bisa mengubah Jazirah Arab hanya dalam waktu 23 tahun, apalagi Walisongo yang “hanya” ditugaskan Allah SWT untuk mengislamkan sebuah bangsa.

Dakwah bisa sukses pada dasarnya dikarenakan dua faktor saja. Pertama, karena niat yang tulus. Walisongo menyayangi bangsa Indonesia, maka dari itu bangsa nusantara dirayu-rayu dengan penuh kelembutan untuk mau masuk agama Islam. Bila ada kalangan yang menolak, tetap sangat disayangi.

Sekalipun orang tersebut enggan masuk agama Islam, tapi bila ada yang sedang sakit, ia tetap dijenguk dan dicarikan obat. Kalau orang tersebut sedang membangun rumah, maka Walisongo mengerahkan para santrinya untuk menyumbang tenaga. Bahkan, kepada pihak-pihak yang tidak hanya menolak agama Islam, tapi juga mencela sekalipun, Walisongo tetap bersikap ramah.

Kedua, karena “satu kata satu perbuatan”. Walisongo membawa ajaran agama Islam ke nusantara, tentu kesembilan alim ulama tersebut harus menjadi pihak pertama yang mempraktekkan.

Agama Islam adalah agama anugerah untuk umat manusia, maka para wali tersebut selalu berusaha praktek menjadi anugerah bagi umat manusia di sekitarnya.

Semuanya dimanusiakan, karena Walisongo mempraktekkan inti ajaran agama Islam; rahmatan lil ‘alamin. *Islam tidak mengenal konsep rahmatan lil muslimin.*

Begitulah… Jadi, saya sangat senang kalau bisa berwisata ke Candi Prambanan atau Candi Borobudur, karena di kedua tempat tersebut saya jadi bisa bertemu Walisongo. Pertemuan secara batin.

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

"Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin."
(Surat At-Taubah Ayat 128).

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّم

Note:
– Tulisan ini bukan untuk menjawab orang-orang yang sering meremehkan Walisongo.
– Tulisan ini hanyalah tulisan rindu seseorang yang penuh dosa.
– Di tengah ketidakberdayaan menatap gaya dakwah yang terlalu mudah memvonis orang lain masuk neraka, saya seringkali jadi merindukan Walisongo.

Tulisan asli milik Doni Febriando via atlaswalisongo.com
Dari buku “Kembali Menjadi Manusia” yang bisa didapatkan di jaringan toko buku GRAMEDIA atau TOGAMAS.

Sumber : http://www.muslimedianews.com/2015/02/bertemu-walisongo-di-candi-borobodur.html?m=1

Saturday, July 16, 2016

"Wahabi KW" dan "Wahabi Ori"

"Wahabi KW" dan "Wahabi Ori"

Salah satu fenomena sosial yang saya perhatikan beberapa tahun terakhir ini adalah munculnya sejumlah kelompok Islam yang saya sebut sebagai "Wahabi KW", yaitu sekelompok kaum Muslim di Indonesia yang berdandan, berpikiran, dan berperilaku "mengimajinasikan" diri sebagai "Wahabi".

"Wahabi" ini adalah sebuah "sekte keislaman" minoritas tapi berkuasa karena "ngupil" dengan kekuasaan (pemerintah), khususnya di Saudi dan Qatar. Nama "Wahabi" ini dinisbatkan kepada pendirinya, Muhammad bin Abdul Wahhab, seorang reformis-puritan dari Najd, Arabia, pada abad ke-18, meskipun sebetulnya para pengikut Wahabi sendiri jarang atau bahkan tidak pernah menyebut diri mereka sebagai "Wahabi".

Menariknya, para cheerleaders Wahabi di Indonesia atau "Wahabi KW" tadi cukup berbeda secara signifikan dengan para "Wahabi Ori" atau "Wahabi asli" di Saudi maupun Qatar yang saya amati. Para "Wahabi KW" ini saya lihat jauh lebih militan, konservatif, tertutup, puritan, intoleran, dan bahkan lebih morak, urakan dan tak tahu diri. Dengan kata lain, para "Wahabi KW" ini jauh lebih "Wahabi" ketimbang kaum "Wahabi Ori" itu sendiri. Misalnya saja, para "Wahabi KW" ini setengah mati mengharamkan rokok, musik, film, atau bahkan gambar/foto karena dianggap membahayakan "eksistensi" Tuhan. Musik/film dipandang sebagai media "perangkap setan" yang membayakan iman. Padahal, para "Wahabi Ori" biasa saja nonton film, dengerin musik, dan foto-foto, dan "udad-udud" (merokok). Ya tentu saja tidak semuanya.

Kemudian, para "Wahabi KW" ini juga "kolot" sekali sikapnya dengan kaum perempuan. Misalnya, kaum perempuan hanyalah sebatas "pelayan lelaki" (sumur-dapur-kasur) yang agak mirip-mirip dengan "budak lelaki" (tapi bukan "budak-budak" dalam Bahasa Malay ce he he). Tidak lebih-tidak kurang. Padahal di Saudi (apalagi Qatar), pandangan laki-laki terhadap perempuan sudah sangat berubah drastis. Kini, kaum perempuan di kawasan Arab Teluk sudah mengalami kemajuan sangat pesat di dunia pendidikan, bisnis, pekerjaan, politik, dlsb. Kaum lelaki bahkan saya amati sudah merasa mulai "terancam" dengan eksistensi kaum perempuan di "ruang publik" yang cukup fenomenal. Emansipasi perempuan kini sudah menjalar di berbagai kawasan Arab Teluk.

Lalu, para "Wahabi KW" juga antipati dengan batu nisan, kuburan, ritual-ritual kematian, atau patung-patung dan peninggalan keagamaan-kesejarahan. Padahal, kaum "Wahabi Ori" biasa-biasa saja. Tidak ekstrim banget. Dulu berpuluh-puluh tahun yang lalu memang iya, mereka super ekstrim dalam hal "dunia kuburan" dan "ritual kematian" tapi kini sudah mulai berubah. Meski ritual dan bacaanya cukup singkat (dibanding tahlilan ala NU yang cukup panjang dan "menganakkonda"), tetapi sebetulnya mereka juga mendoakan orang-orang yang wafat di kuburan. Mereka juga seperti "menyesali" perbuatan masa lalu mereka yang menghancurkan peninggalan-peninggalan kesejarahan. Kini, mereka minta bantuan UNESCO untuk menyelamatkan situs-situs sejarah yang  sudah porak-poranda untuk dikembangkan menjadi "turisme spiritual".

Hal lain, para "Wahabi KW" ini saya amati juga sangat memusuhi setengah mati dan bahkan memaki-maki para "kiai Nusantara" dan ulama-ulama Sunni lain. Betul-betul urakan dan tidak tahu diri. Sementara, ironisnya, pada saat yang sama mereka memuji-muji dan memuja-muja "junjungan" dan "tuan" mereka para ulama Wahabi di Saudi dan sekitarnya. Padahal, kini saya bersama sejumlah ilmuwan sosial Wahabi Saudi sedang bekerja keras meneliti, menulis, dan mendokumentasikan para ulama Nusantara di Arabia yang memiliki kontribusi luar biasa bagi pengembangan keilmuan keislaman dan dunia pendidikan di Jazirah Arab.

Sepertinya memang dimana-mana "anjing herder" itu jauh lebih galak daripada pemiliknya. Para "jongos" juga merasa lebih memiliki rumah ketimbang "tuan rumah"-nya itu sendiri. Begitu pula sikap para "Wahabi KW" yang jauh lebih norak ketimbang "Wahabi Ori".

Oleh:
Sumanto Al-Qurtuby

Tuesday, July 12, 2016

The Scientist - Sang Ilmuwan yang menjadi hamba

The Scientist - Sang Ilmuwan yang menjadi hamba

Pernah ku berjalan diterangi logikaku semata. Setiapku mulai menulis, kecepatan akalku melebihi kecepatan komputer tercepat sekalipun. Dahiku berkerut tak pernah berhenti berpikir. Ku pikirkan dan ku analisa semuanya. Yang tak terpikirkan orang lain menjadi kunyahanku setiap saat. Aku berpikir, dan aku berkarya. Dan tak tanggung-tanggung aku memiliki dua gelar PhD, belasan buku dan puluhan artike di ranah internasional. Akulah sang ilmuwan.

Hingga tiba suatu saat, ku dengar bisikan kalbu yang terdalam. Dan aku mulai gamang. Hatiku diselimuti cinta ilahi. Tapi aku tak mau kehilangan daya akalku. Aku meronta, tak mau mendengar bisikanNya. Aku khawatir mendengarkan kalbu akan menumpulkan kemampuan akalku. Aku berlari menjauh dariNya. Ku tutup semua jalur menujuNya.

Tapi Tuhanku tidak marah. Dengan caraNya yang luar biasa, terus ku dengar sapaanNya kemanapun akalku bergerak. Dia sebaik-baik pendidik. Dia tahu cara menaklukanku. Dia tunjukkan padaku bahwa akalku tiada apa-apanya dibanding KemahakuasanNya. Dia menjeratku dengan cintaNya hingga aku tak lagi bisa berpaling. Tak Dia perintahkan aku untuk meninggalkan akalku. Dia tunjukkan bahwa kalau aku mau berjalan menghampiriNya, Dia akan ajarkan apa yang selama ini akalku tak sanggup menembusnya. Aku terpesona. Aku menyerahkan diriku utuh padaNya. Aku pasrah mendengar semua perintahNya maupun laranganNya. Sejak itu aku menjadi hambaNya. Aku menjadi alatNya untuk menjalankan semua yang Dia inginkan. Hidupku tak lagi menjadi milikku. Hidupku telah menjadi bagian dari rencanaNya. Akulah hambaNya.

Lagu Coldplay di bawah ini menjelaskan dengan sangat baik apa yang terjadi pada saat aku mulai disapaNya, dan aku berlari menjauh, namun selalu disapaNya kemanapun aku pergi, hingga aku pun mulai menerimaNya.

**

The Scientist

Come up to meet you, tell you I'm sorry
Datang untuk temuiMu, ungkapkan sesalku
You don't know how lovely you are
Kau tak tahu betapa indahnya diriMu (bagiku)

I had to find you
(setelah ku berlari menjauh) Harus kutemukan (kembali diriMu)
Tell you I need you
(untuk) Katakan padaMu aku membutuhkanMu
Tell you I set you apart
Katakan padaMu aku memilihMu

Tell me your secrets
Katakanlah rahasiaMu
And ask me your questions
Dan ajukanlah pertanyaanMu
Oh, let's go back to the start
Oh (Tuhan) ayo mulai dari awal lagi

Running in circles
(hidupku hanya berputar) Berlari dalam lingkaran
Coming up tails
Mengejar ekor (sesuatu yang sebenarnya hanya nista)
Heads on a science apart
(menyangka hebat padahal) Kepala terpisah dalam ilmu pengetahuan (yang hakiki)

Nobody said it was easy
(Tuhanku, sungguh) Tak ada yang bilang ini (keputusan yang) mudah (bagiku)
It's such a shame for us to part
Sungguh memalukan jika kita berpisah (sungguh aku tak ingin berpisah tapi aku juga tahu betapa tak mudahnya hidupku bila akhirnya ku ikuti apa mauMu oh Tuhanku)
Nobody said it was easy
Tak ada yang bilang ini mudah
No one ever said it would be this hard
Tak ada yang bilang bahwa (menjalankan amanahMu) akan sesulit ini

Oh, take me back to the start
Oh, bawa aku kembali ke fitrah (ketika awal mula Kau ciptakan dan ambil janjiku pada saat "alastu birabbikum")

I was just guessing
Aku hanya (sanggup) menerka-nerka
At numbers and figures
Pada jumlah dan angka (apa yang akan terjadi berikutnya?)
Pulling the puzzles apart
Memecah belah teka-teki (amanahMu ini)

Questions of Science
Pertanyaan ilmu pengetahuan
Science and progress
Ilmu pengetahuan dan kemajuan
Do not speak as loud as my heart
(kini) Tak (lagi) sekeras suara kalbuku

Tell me you love me
(Tuhanku) Katakanlah bahwa Kau mencintaiku
Come back and haunt me
Kembalilah dan terus buru aku
Oh, and I rush to the start
Oh, dan aku (akan) bergegas kembali ke fitrah awalku lagi

Running in circles
(aku terus) Berlari dalam lingkaranMu
Chasing our tails
Mengejar ekor kita
Coming back as we are
Kembali sebagai diri kita

I'm going back to the start
Aku kembali ke fitrah

Menjelang akhir Ramadan 1437/2016,

Tabik,

Nadirsyah Hosen
Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan dosen senior Monash Law School

Muna AbuSulayman: Suara Lain dari Saudi

Muna AbuSulayman: suara lain dari Saudi

Muna lahir 43 tahun yang lalu di Amerika saat Ayahnya tengah melakukan penelitian di sana.  Kembali ke Saudi Arabia dan belajar di negeri asalnya, Muna kemudian mengikuti ayahnya tinggal sekitar dua tahun di Malaysia.

Muna mengenang bahwa dia belajar wajah Islam yang lain saat berada di Malaysia dimana etnik Melayu, Cina dan India berinteraksi dengan rukun, dan bagaimana Islam memberi ruang bagi perempuan untuk berperan di masyarakat.  Muna tentu membandingkannya dengan negeri asalnya.

Kesan yang begitu mendalam mengenai praktek Islam di Asia Tenggara, di seputar wilayah nusantara tersebut, membawa Muna menyuarakan dan menampilkan wajah dan suara Islam yang berbeda dengan Islam mainstream ala Wahabi di negaranya. Lihatlah bagaimana ia mengenakan hijabnya, yang mirip kerudung ala dunia Islam melayu sebelum tahun 1980-an. Rambutnya menyembul. Polesan make-upnya terlihat jelas. Tapi Muna tidak peduli itu. Ia ingin dikenal dengan apa yang ada di dalam kepalanya, ketimbang apa yang membungkus kepalanya.

Muna kembali ke Amerika untuk menempuh pendidikan lanjutannya. Kemudian bekerja 8 tahun di Alwaleed bin Talal Foundation, dan akhirnya memutuskan menjalankan bisnisnya sendiri. Muna menjelma menjadi salah satu tokoh perempuan Saudi yang sangat berpengaruh. Ia menjadi salah satu host acara tv populer Kalam Nawaem yang membahas tema sensitif seperti pendidikan untuk perempuan, seks, komedi, dan lainnya.  Muna dijuluki Oprah-nya Saudi. Muna, yang telah menjadi salah satu simbol modern perempuan Arab, kerap diundang memberikan kuliah umum di berbagai forum internasional serta universitas kelas dunia. Dunia ingin mendengar ide-ide cerdasnya.

Muna men-design model hijabnya dan kemudian memproduksinya. Hijab ala Muna sekarang banyak dikenakan oleh perempuan Arab yang berpendidikan, dan meniti karir di ruang publik. Berbeda dengan trend hijab syar'i di Indonesia, Muna malah mengembangkan hijab yang mengikuti cita rasa fashion modern.

Tentu tidak semua lelaki senang melihat peran publik yang dimainkan oleh seorang Muna AbuSulayman. Dan banyak pula perempuan yang akan mencibir Muna yang telah memiliki dua anak dan bercerai dengan suaminya ini. Kelihatannya tidak mudah memang untuk para lelaki memiliki istri yang cantik, pandai dan berkarir di ruang publik. Akan ada para suami yang berlindung dibalik interpretasi klasik sejumlah ayat suci demi ego kelaki-lakian mereka.

Tidak mudah menjadi seorang Muna. Muna telah menjadi suara yang lain dari Saudi Arabia -- dimana suara perempuan selama ini dianggap aurat, wajah mesti ditutup cadar dan peran perempuan terbatas urusan kasur dan dapur. Muna berani tampil beda.

Tabik,

Nadirsyah Hosen
Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School.

ps: catatan tambahan dari Muhamad Taufik Ridlo:
"Peranan ayah Muna juga saya pikir cukup berpengaruh Prof Dr Abdul Hamid Abu Sulaiman yang di era awal tahun 90 menjadi rektor IIUM International islamic university Malaysia dan juga sebagai pioneer pemikiran Islam yang salah satu bukunya
أزمة العقل المسلم
Krisis pemikiran muslim yang diterbitkan IIIT the International institute of Islamic Thought
Dengan tulisannya mencoba untuk menyelaraskan dan membumikan nilai nilai Islam dalam bahasa kekinian sehingga konsep tinjauan ilmu ilmu yang berkembang di zaman sekarang dilihat dari sudut pandang Islam sebagai bingkainya sehingga pada saat itu isue yang berkembang adalah islamiyyah AL marifah"

Tidak Cukup Memahami Islam sebagai Doktrin

Tidak cukup memahami Islam sebagai doktrin

Saat saya menjelaskan proses panjang sejarah kodifikasi al-Qur'an, sejumlah pihak banyak yang kaget. Mereka tahunya hanya produk akhir berupa mushaf al-Qur'an yang sekarang kita pegang. Mereka tidak menyangka bahwa tanda baca, pembagian 30 juz, bahkan ilustrasi di pinggiran mushaf itu tidak ada di jaman Nabi Muhammad SAW.

Begitu juga ketika saya menjelaskan perbedaan tanda berhenti di sebuah potongan ayat akan melahirkan perbedaan pandangan ulama, sebagian menuduh saya mengada-ngada bahkan ada yang menyebut saya professor tolol atau kiai sesat. Saya terpaksa mencantumkan teks asli dari berbagai kitab tafsir klasik kepada mereka untuk membuktikan bahwa perdebatan itu sudah berlangsung sejak ribuan tahun yang lalu. Sejarah perdebatan dan perkembangan pemikiran keislaman dari mulai di jaman Nabi, sahabat, khilafah, sampai sekarang amat menarik untuk ditelusuri.

Di lain kesempatan saya mengulas mengenai sejarah agama di dunia, bahwa sebelum Islam datang, agama Nasrani memiliki sejarah yang amat panjang termasuk konflik saat pemilhan Paus. Agama apapun, apakah itu Islam, Budha atau Nasrani memiliki sejarah yang begitu asyik untuk dipelajari sehingga kita akan paham dinamika internal mereka. Bahkan ekspresi keberagamaan yang diwujudkan dalam bentuk seni baik berupa lukisan, tarian atau bahkan masakan yang berbeda semuanya merupakan elemen penting untuk memahami peradaban dunia. Islam adalah bagian dari peradaban dunia, maka mempelajari dunia adalah hal penting untuk memahami Islam.

Selain pentingnya memahami agama dari sudut sejarah, kita juga akan terpesona melihat agama dari perpektif sosial. Misalnya tutup kepala baik untuk lelaki atau perempuan di masing-masing agama itu berbeda-beda. Lihat saja dari mulai sorban di arab, sampai bentuk kopiah yang berbeda di Turki, Mesir dan Indonesia. Atau bagaimana lebaran di tanah air identik dengan ketupat, mudik dan saling maaf-memaafkan yang berbeda dengan di jazirah Arab.

Lihatlah bagaimana sebagian kalangan marah-marah ketika saya tunjukkan fenomena sosial sebagian permaisuri dan tokoh perempuan Arab yang tidak berhijab syar'i atau foto sebagian syekh yang bersalaman dengan perempuan. Mereka menganggap saya menyebarkan pemahaman yang sesat, padahal saya sedang menunjukkan bagaimana Islam dipraktekkan secara berbeda-beda dalam tataran sosial kemasyarakatan. Saya tidak sedang membahas teks keagamaan, tapi kenyataan sosial. Ini bukan masalah benar atau salah, tapi bagaimana di Arab sekalipun ada fenomena sosial yang sangat dinamis dan menarik untuk kita pelajari.

Memahami agama dalam perspektif politik juga amat menarik. Bagaimana kita harus membaca dengan kritis hadis-hadis yang diriwayatkan setelah masa konflik di era Khalifah Utsman, Ali dan Muawiyah.  Karena sejak dulu sampai sekarang bagi para politisi tidak ada cara kampanye yang paling efektif selain mencari justifikasi ayat dan hadis, bukan?!  Sebagai contoh  dari dulu sampai sekarang akan ada pihak yang berdebat mengenai kesahihan maupun kepalsuan riwayat: "jikalau engkau melihat Muawiyah berdiri di mimbarku, bunuhlah ia!" Sekali lagi, politisasi agama terjadi sejak dulu. Inilah yang harus kita pahami untuk menelaah konflik sunni-syi'ah dalam perspektif politik.

Begitulah, beragam perspektif yang amat dinamis dalam memahami teks keagamaan baik di pesantren, madrasah maupun perguruan tinggi Islam. Cara kita mengkaji Islam menjadi warna-warni. Ini berbeda dengan pola pengajaran di halaqah dan majelis ta'lim yang mengajarkan Islam lewat doktrin semata. Islam dipahami hanya dalam dua bentuk saja: surga atau neraka; sunnah atau bid'ah; benar atau salah; pahala atau dosa; Muslim atau kafir; sah atau batal; dan halal atau haram.

Di luar itu bagi mereka tidak ada pembahasan dari sudut sejarah, budaya, sosial ataupun politik. Maka terkaget-kagetlah sebagian saudara kita itu melihat berbagai perspektif berbeda yang ditawarkan para kiai, cendekiawan maupun budayawan. Mereka kena penyakit kagetan, terus marah-marah dan akhirnya mencaci maki. Sudah tak ada ilmu, tak pula mereka menjaga adab.

Islam yang dipahami sebagai doktrin semata akan terasa kering dari berbagai disiplin ilmu. Islam yang melulu diajarkan dalam bentuk doktrin akan terasa tajam menghakimi yang lain. Sebagai contoh, perdebatan apakah bumi ini bulat atau datar, Islam doktrin akan buru-buru merujuk pada terjemahan ayat Qur'an untuk mengatakan bumi itu datar. Islam dalam perpsektif kajian ilmu akan berkonsultasi dengan para saintis terlebuh dahulu, dan bekal info dari para saintis itulah yang akan membawa perspektif baru dalam memahami ayat Qur'an seputar ini.

Begitu juga soal air yang suci dan menyucikan. Islam doktrin akan mengatakan selama air itu dua kullah maka dianggap suci untuk berwudhu. Secara doktrin fiqh ini memang sah, namun apakah air dua kullah itu secara medis/klinis tidak mengandung bakteri atau kuman? Di sinilah kita perlu perspektif baru mengenai air yang bersih dan layak untuk dikonsumsi. Sah secara fiqh dan bersih secara medis/klinis.

Semoga kita bisa terus belajar dan tidak hanya berhenti di doktrin, tapi terus melengkapi kajian Islam dengan berbagai perspektif ilmu yang sangat kaya dan dinamis. Generasi santri modern adalah mereka yang bisa mengkaji ayat quraniyah dan ayat kauniyah sekaligus. Kita menunggu terus bermunculan para pakar yang menguasai berbagai bidang ilmu keislaman dan ilmu umum agar wawasan kita menjadi luas. Insya Allah!

Tabik,

Nadirsyah Hosen
Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School

Monday, July 11, 2016

Regulasi Baru Soal MOS

*BERITA GEMBIRA BAGI SISWA BARU*

Kini kegiatan MOS/Ospek sdh tdk boleh aneh2. Pemerintah telah
mengeluarkan regulasi
tentang pengenalan lingkungan Sekolah sebagai bagian kegiatan Siswa Baru.

*INI YG DILARANG DI-LAKUKAN PADA MOS ATAU MBPDB TAHUN PELAJARAN 2016/2017 SESUAI PERMENDIKBUD NO.18 THN. 2016*

Dlm rangka memasuki masa Orientasi Siswa Baru tahun pelajaran 2016/2017 dgn  kondusif saat maka para Orang Tua, Siswa dan pihak Sekolah baik Kepala Sekolah maupun Guru serta pihak lainnya agar
memahami Permendikbud No.18 Thn.2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah.

Permendikbud No.18 Thn.2016 tentang
Pengenalan Lingkungan Sekolah ini menggantikan kebijakan terkait Masa Orientasi Siswa yg selama ini rentan menjadi tempat tindak kekerasan terjadi. Permendikbud No.18 Thn. 2016 ini mengatur sanksi yg mengikat bagi ekosistem Pendidikan yg ada di-Satuan Pendidikan.

Dgn adanya Permendikbud No.18 Thn 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah, maka mulai Thn Pelajaran 2016/2017 masa Orientasi Siswa Baru berubah namanya menjadi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, kegiatan maks 3hr dan penyelenggara adalah Guru, pada hari dan jam Sekolah, tdk boleh melibatkan Alumni, Senior hanya utk membantu Guru.

Berdasarkan Lampiran III Permendikbud No.18 Thn. 2016 secara tegas Sekolah *DILARANG MEWAJIBKAN* Siswa Baru utk memakai Atribut sbb:

1.  Tas  Karung, Tas  Belanja Plastik dan sejenisnya.
2.  Kaos Kaki berwarna-warni tdk simetris dan sejenisnya.
3.  Aksesoris di-Kepala yg  tdk wajar.
4.  Alas Kaki yg tdk wajar.
5. Papan Nama yg berbentuk rumit dan  menyulitkan dlm pembuatannya dan/atau  berisi konten yg tdk ber-manfaat.
6.  Atribut lainnya yg tdk  relevan dgn aktivitas pembelajaran.

Selanjutnya Berdasarkan Lampiran III Permendikbud No.18 Thn.2016 di-nyatakan secara tegas dlm masa Orientasi Siswa Baru atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah *DILARANG* melakukan aktivitas sbb:

1. Memberikan tugas  kepada Siswa Baru yg wajib  membawa suatu produk dgn merk tertentu.
2. Menghitung sesuatu  yg tdk ber-manfaat
(menghitung Nasi, Gula, Semut, dsb)
3.  Memakan dan meminum Makanan dan Minuman sisa  yg bukan milik masing2 Siswa Baru.
4. Memberikan hukuman  kepada Siswa Baru yg tdk mendidik seperti
menyiramkan Air serta  hukuman yg bersifat fisik  dan/atau mengarah pada tindak kekerasan.
5.  Memberikan tugas yg tdk masuk akal seperti  ber-bicara dgn Hewan atau  tumbuhan serta membawa  Barang yg sdh tdk di-produksi kembali.
6. Aktivitas lainnya yg tdk relevan dgn aktivttas pembelajaran.

Selengkapnya silahkan Baca dan Download Permendikbud No.18 Thn. 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah di jdih.kemdikbud.go.id

*MOHON DISEBARKAN KE SEMUA SISWA, ORANG TUA dan GURU YG ANDA KENAL*

Selamat Hari Ketupat

SELAMAT  HARI  KETUPAT

Lusa,
Tepatnya  hari  RABO  WAGE   13  JULI  2016,
Orang-orang menyebutnya  HARI  KUPATAN,
Ada  yang menyebutnya  HARI  RAYA  KUPAT,

Ada  yang  melarang  menyebutnya  HARI  RAYA  KUPAT,
Sebab hari raya itu hanyalah  IDUL  FITHRI  dan  IDUL  ADLHA,
Tidak ada  IDUL  KUPAT,

Orang  banyak  memang  sebaiknya  punya  pendapat  banyak  juga,
ZIBUNG  NOK  KOTONGAK  ZIBUNG  DI  ZARO,
Sepuluh  kepala  menghasilkan  sepuluh  pemikiran,
Itu  kira-kira  pepatah  bahasa  Jepang ,

Saya  punya  angan-angan,
Penyebutan  HARI  KUPATAN  boleh  sebab  memang  banyak  KUPAT
Boleh  juga  HARI  RAYA  KUPAT  sebab selesai puasa 6 hari Syawal,

Yang  penting  kita  ingat  sabda  Nabi :
حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ   وَ حُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ
( Huffatil  jannatu  bil  makaarih  wa  huffatin  naaru  bis  syahawaat ),
Surga  dikrumuni  oleh  perkara  yang  tak  disukai  kebanyakan  orang,
Neraka  dikrumuni  oleh  syahwat  keinginan  nafsu  orang,

Semoga  di  hari  KUPATAN  kita  bisa  mengendalikan  diri,
Tidak  melampiaskan  hawa  nafsu  dalam  kesenangannya,
Tidak  menuruti  kemauan  nafsu  ber foya-foya  ber ma'shiyat,
Ingat  KUPAT,  ingat  HUFFAT,

Beasiswa STAI Imam As-Syafi'i

BERITA GEMBIRA BEASISWA
Ingin belajar ilmu agama? Ingin mendalami mazhab Ahlussunnah wal Jamaah?

Syeikh Hasan Hito al-Dimasyqiy (ulama besar Suriah/alumnus Universitas Al-Azhar Mesir) telah membuka lahan seluas 11 hektar di Cianjur Jawa Barat Indonesia untuk menfasilitasi pemuda-pemudi Islam menimba ilmu langsung dari Sumbernya.

Pendaftaran dan Tes Seleksi Mahasiswa Baru STAI IMAM SYAFII CIANJUR akan diadakan pada :

Hari/Tgl: Rabu s/d Sabtu 20-23 Juli 2016.
Pukul: 10.00-12.00 WIB.
Tempat: Ma'had Ibnu Ali,Jl. Anjasmoro Dn 31-32 Depan Parkiran SD Al-Falah DarusSalam Wisma Tropodo Waru Sidoarjo Jatim.
CP: 085216663358/087874168502

Akademi Metrologi dan Instrumentasi Kementerian Perdagangan RI

Bagi yang belum lulus SBMPTN, yg punya adik, kenalan dan sebagainya jangan sedih, mungkivn ini sedikit membantu ☺

Akmet merupakan sekolah tinggi dibawah kemendag RI namanya Akmet (akademi metrologi dan instrumentasi) . Taun ini merupakan angkatan pertama dan daya tampung nya sekitar 300 mahasiswa. Tidak ada ukt, selama kuliah 3 tahun gratis. Barangkali ada yg membutuhkan dan belum mendapat kuliah adek kelas atau saudaranya. Lumayan dapat beasiswa 3 tahun penuh dan insha allah bisa langsung diambil pihak metrologi legal kalau udah lulus.

Akademi Metrologi dan Instrumentasi Kementerian Perdagangan RI membuka kesempatan bagi putra-putri Warga Negara Indonesia untuk mengikuti pendidikan program Diploma III spesialisasi Metrologi dan Instrumentasi Tahun Ajaran 2016/2017 dengan mendapatkan beasiswa pendidikan.

Lulusan program ini dapat berkarir sebagai pejabat fungsional penera di lingkungan Kementerian Perdagangan atau Dinas Kabupaten/Kota yang membidangi unit Metrologi di seluruh Indonesia, serta memiliki kesempatan berkarir di industri yang berkaitan dengan bidang keteknikan (engineer).

Pendaftaran seleksi calon mahasiswa baru dibuka mulai tanggal 13 Juni – 22 Juli 2016 secara online melalui websitehttp://akmet.kemendag.go.id

Segala hal yang berkaitan dengan informasi mengenai seleksi penerimaan mahasiswa baru Akademi Metrologi dan Instrumentasi Tahun 2016/2017 dapat diakses melalui website http://akmet.kemendag.go.id atau melalui email akmet@kemendag.go.id

Bantu share aja, mungkin ada yang membutuhkan.

Tuesday, June 28, 2016

Buku Nahwu Gaul, Inovasi Dekade Ini

Masih yakin Ilmu Nahwu sulit?

Coba dulu baca buku tipis ini.
Tebalnya hanya 20 halaman (termasuk prelims).
Materinya singkat, padat, tak bertele-tele.

Saya memang belum pernah gunakan untuk praktik langsung (maklum, saya bukan pengajar Nahwu).
Tapi, merujuk pelajaran Nahwu yang pernah saya pelajari, saya harus bilang:

Woooowwww...!!!
Kenapa buku seperti ini tidak ada sejak zaman sekolah saya dulu??!!!

Cukup 17 menit belajar Nahwu.
1 materi, 1 menit.
Langsung teori, penanaman ide tentang materi, dan praktik lewat latihan.

Gak harus berotak cerdas.
Gak musti yang rangking satu.
Asal bisa baca, dan mau memahami pasti langsung nyambung.

Buku ini ditulis dari hasil pergumulan penyusun dengan Ilmu Nahwu dan bahasa Arab. Baik lewat kitab ala pesantren semacam Alfiyah Syarah Ibnu Aqil, atau lewat buku Alfiyah yang dikemas secara modern dan rapi oleh kampus Lipia.

Serial Ilmu Nahwu Gaul ini ditulis dalam 3 jilid. Berarti cukup 17 menit x 3 = 41 menit saja Untuk menguasai Ilmu Nahwu lewat buku kecil ini.

Kabar gembiranya,
Sudah terbit jilid 1 untuk edisi ilmu Sharaf (Shorof).
Dengan judul "Sharaf Gaul".

Buku ini karya Ustadz Abdul Majid.

Dan, 4 buku yang saya foto ini adalah hadiah dari yang bersangkutan saat saya berkunjung ke kediaman beliau di Kedungadem Bojonegoro, sore tadi.
(Selasa, 27 Juni 2016).

Jazahumullah Khairan Katsiran...
Semoga segera sehat dan kembali mengabdi untuk umat.

Selasa, 27 Juni 2016
@mskholid
@ruanginstalasi

Friday, June 10, 2016

Siapa yang Pesen Kamus Mahmud Yunus

Mohon maaf buat dulur yang kemarin pesen Kamus Bahasa Arab Mahmud Yunus, tolong hubungi saya japri ya.

Soalnya kamusnya sudah ready. Siap dikirim. Sementara hape admin, habis direset. Semua data nomor kontak hilang.

Saya mau kirim ke Sampean, gak bisa. Belum ngerti alamatnya.

Tuesday, May 24, 2016

MA Tabah; 30 Siswa Lulus via SNMPTN dan 48 Siswa Jalur SPAN-PTKIN 2016

MaTabah News : Alhamdulillah berkat Rahmat Allah SWT, MA Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran Lamongan Tahun ini yang Lolos Seleksi Masuk Perguruan Tinggi lewat jalur SNMPTN-SPAN-PTKIN Tahun 2016 meningkat drastis. Semoga barokah dan menjadi jalan terbaik untuk menggapai cita-cita. Untuk yang belum lolos tetap bersabar dan bersemangat. Masih banyak jalan dan cara untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Berikut daftar siswa yang lolos beserta Jurusan dan nama Perguruan Tinggi.

Make Money Online : http://ow.ly/KNICZ
MaTabah News : Alhamdulillah berkat Rahmat Allah SWT, MA Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran Lamongan Tahun ini yang Lolos Seleksi Masuk Perguruan Tinggi lewat jalur SNMPTN-SPAN-PTKIN Tahun 2016 meningkat drastis. Semoga barokah dan menjadi jalan terbaik untuk menggapai cita-cita. Untuk yang belum lolos tetap bersabar dan bersemangat. Masih banyak jalan dan cara untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Berikut daftar siswa yang lolos beserta Jurusan dan nama Perguruan Tinggi.

Make Money Online : http://ow.ly/KNICZ

Sunday, May 22, 2016

Imam Syafii Berbeda Pendapat dengan Muridnya

KISAH INDAH PENUH HIKMAH WEJANGAN IMAM SYAFI'I KEPADA MURIDNYA

Diriwayatkan bahwa Yunus bin Abdi Al-'Ala, berselisih pendapat dengan sang guru, yaitu Al-Imam Muhammad bin Idris As-Syafi'i (Imam Asy Syafi'i) saat beliau mengajar di Masjid. Hal ini membuat Yunus bangkit dan meninggalkan majelis itu dalam keadaan marah..

Kala malam menjelang, Yunus mendengar pintu rumahnya diketuk ... Ia berkata : "Siapa di pintu..?"

Orang yang mengetuk menjawab : "Muhammad bin Idris."

Seketika Yunus berusaha untuk mengingat semua orang yang ia kenal dengan nama itu, hingga ia yakin tidak ada siapapun yang bernama Muhammad bin Idris yang ia kenal, kecuali Imam Asy Syafi'i..

Saat ia membuka pintu, ia

sangat terkejut dengan kedatangan sang guru besar, yaitu Imam Syafi'i..

Imam Syafi'i berkata : "Wahai Yunus, selama ini kita disatukan dalam ratusan masalah, apakah karena satu masalah saja kita harus berpisah..?

Janganlah engkau berusaha untuk menjadi pemenang dalam setiap perbedaan pendapat... Terkadang, meraih hati orang lain itu lebih utama daripada meraih kemenangan atasnya..

Jangan pula engkau hancurkan jembatan yang telah kau bangun dan kau lewati di atasnya berulang kali, karena boleh jadi, kelak satu hari nanti engkau akan membutuhkannya kembali.."

"Berusahalah dalam hidup ini agar engkau selalu membenci perilaku orang yang salah, tetapi jangan pernah engkau membeci orang yang melakukan kesalahan itu..

Engkau harus marah saat melihat kemaksiatan, tapi berlapang dadalah atas para pelaku kemaksiatan..

Engkau boleh mengkritik pendapat yang berbeda, namun tetap menghormati terhadap orang yang berbeda pendapat..

Karena tugas kita dalam kehidupan ini adalah menghilangkan penyakit, dan bukan membunuh orang yang sakit.."

Maka apabila ada orang yang datang meminta maaf kepadamu, maka segera maafkan...

Apabila ada orang yang tertimpa kesedihan, maka dengarkanlah keluhannya...

Apabila datang orang yang membutuhkan, maka penuhilah kebutuhannya sesuai dengan apa yang Allah berikan kepadamu..

Apabila datang orang yang menasehatimu, maka berterimakasihlah atas nasehat yang ia sampaikan kepadamu..

Bahkan seandainya satu hari nanti engkau hanya menuai duri, tetaplah engkau untuk senantiasa menanam bunga..

Karena sesungguhnya balasan yang dijanjikan oleh Allah yang Maha Pengasih lagi Dermawan jauh lebih baik dari balasan apapun yang mampu diberikan oleh manusia.."

Haflah al Wada' MTs Tabah 2015/2016

HAFLAH al WADA MTs TARBIYATUT THOLABAH Kranji Paciran Lamongan
22 Mei 2016
#Progresif_Amanah_Profesional

Saturday, May 21, 2016

Call for Dokter to Suriah

#Call4Volunter
Global ACTion Team SOSSyria-VII Gelombang ketiga Aksi Cepat Tanggap

Kami memanggil anda, DOKTER dengan jiwa kemanusiaan dan kerelawanan tinggi untuk bergabung bersama kami.

#LetsHelpSyria
#CareForHumanity

ACTNews, SURIAH - Kehancuran perang sudah begitu dalam melekat dalam benak mereka. Setengah dekade Suriah dilanda konflik di semua sudut negeri, memberikan bekas luka yang menganga lebar. Tak hanya luka fisik, namun juga luka batin. Bisa dipastikan, butuh waktu lama untuk menyembuhkan luka itu. Rapuh, tertekan, tak punya angan, dan nihil masa depan adalah sebagian kecil dari berbagai masalah yang kini mendera jutaan pengungsi korban perang Suriah.

Menembus Aleppo yang porak poranda memang tak semudah seperti melintas batas negara lainnya. Suriah, khususnya Kota Aleppo yang mencekam telah membuat pemerintah Turki bertindak tegas menolak permohonan orang asing untuk masuk ke Suriah lewat perbatasan Turki. Sementara kondisi pengungsi semakin memburuk seiring memburuknya Aleppo

Hari ini, Kondisi kamp2 pengungsian di sekitar Aleppo memang tidak seburuk di Aleppo sendiri, walau hidup di kamp pengungsian dekat perbatasan Turki dan Suriah sudah jauh lebih aman, populasi jutaan pengungsi Suriah di Turki masih tetap butuh jutaan kali uluran tangan. Menakar dan membaca kebutuhan mereka di kamp pengungsian adalah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjaga luka mereka perlahan membaik. Dengan minimnya fasilitas, kesehatan pengungsi semakin memburuk.

Untuk itu kami memanggil anda, DOKTER  dengan jiwa kemanusiaan dan kerelawanan tinggi untuk bergabung bersama kami.

Persyaratan Umum:
1. Laki-laki/perempuan
2. Mendapatkan izin dari keluarga dan instansi tempat bekerja (dibuktikan dengan surat)
3. Siap diberangkatkan dalam kurun waktu 3 bulan kedepan. (Waktu masih tentatif)
4. Dokter Umum atau Spesialis Anak
5. Siap bertugas minimal selama 1 bulan.
6. Kemampuan bahasa inggris. Jika menguasai bahasa arab akan diutamakan

Persyaratan Kelengkapan Administrasi :
1. Surat permohonan tertulis (di badan email), dengan attactment, sbb :
2. CV (cantumkan : nama ibu, nama ayah, alamat sesuai identitas, alamat domisili, identitas yang ada di passport, alamat email, no hp, Pengalaman menjadi relawan Dokter dll)
3. Scan passport (minimal masih berlaku 1 tahun dari sekarang)
4. Scan Surat izin dan dukungan keluarga atau wali (ditandatangani)
5. Foto diri  4 x 6 cm, 300 dpi
6. Scan Surat ijin instansi atau tempat bekerja
7. Scan Sertifikat pelatihan yang relevant jika ada
8. Scan Ijazah

Kirim  ke alamat email berikut :
ulfa.madina@gmail.com
Cc:
global.partnership@act.id

Dengan subjek:
RELAWAN MEDIS SURIAH - (nama) - (no hp)

Batas pendaftaran Tahap 1: s.d Selasa, 24 Mei 2016
Pengumuman lolos administrasi: Rabu, 25 Mei 2016
Seleksi Wawancara: Kamis-Jumat, 26-27 Mei 2016
Pengumuman: Jumat, 27 Mei 2016

Konfirmasi ke:
Dina : +6281382945545
           +62217414482 ext:4002

Amaliah Malam Nisfu Sya'ban

Amalyiah yang sering dilakukan para ulama pada malam Nishfu Sya’ban adalah Membaca surah yasiin sebanyak 3x yang dilakukan sesudah shalat sunnah ba’diah maghrib dengan Niat sebagai berikut:

1. NIAT YANG PERTAMA
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIIM
Yaa.. Allah Yaa.. Tuhan ku ampunilah segala dosaku, dosa ibu bapaku, dosa keluargaku, dosa tetanggaku, dan Dosa muslimin dan muslimat,  dan panjangkanlah umurku di dalam taat ibadah kepada Engkau serta kuatkanlah imanku dengan berkah Surat Yasiin.

2. NIAT YANG KE DUA
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIIM....
Yaa.. Allah Yaa.. Tuhan ku, ampunilah segala dosaku, dosa ibu bapaku, dosa keluargaku, dosa tetanggaku, dosa muslimin dan muslimat, dan peliharakanlah diriku dari segala kebinasaan dan penyakit, serta kabulkanlah hajatku dengan berkah surat Yasiin.

3.NIAT YANG KETIGA
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIIM........
Yaa.. Allah  Yaa.. Tuhan ku ampunilah segala dosaku, dosa ibu bapaku, dosa keluargaku, dosa tetanggaku, dosa muslimin dan muslimat, serta kayakanlah hatiku dari segala makhluk, berilah aku, kelurgaku dan tetanggaku HUSNUL KHATIMAH dengan berkah surat Yasiin.
Setelah membaca Yassin tiga kali, dilanjutkan dengan membaca Do’a Nisfu Sya’ban :

اَللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَ لا يَمُنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا اْلجَلاَلِ وَ اْلاِكْرَامِ ياَ ذَا الطَّوْلِ وَ اْلاِنْعَامِ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ ظَهْرَ اللاَّجِيْنَ وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِيْنَ وَ اَمَانَ اْلخَائِفِيْنَ . اَللَّهُمَّ اِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِى عِنْدَكَ فِيْ اُمِّ اْلكِتَابِ شَقِيًّا اَوْ مَحْرُوْمًا اَوْ مَطْرُوْدًا اَوْ مُقْتَرًّا عَلَىَّ فِى الرِّزْقِ فَامْحُ اللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ فِيْ اُمِّ اْلكِتَابِ شَقَاوَتِي وَ حِرْمَانِي وَ طَرْدِي وَ اِقْتَارَ رِزْقِي وَ اَثْبِتْنِىْ عِنْدَكَ فِي اُمِّ اْلكِتَابِ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَ قَوْلُكَ اْلحَقُّ فِى كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ عَلَى نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَ يُثْبِتُ وَ عِنْدَهُ اُمُّ اْلكِتَابِ. اِلهِيْ بِالتَّجَلِّى اْلاَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمِ الَّتِيْ يُفْرَقُ فِيْهَا كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْمٍ وَ يُبْرَمُ اِصْرِفْ عَنِّيْ مِنَ اْلبَلاَءِ مَا اَعْلَمُ وَ مَا لا اَعْلَمُ وَاَنْتَ عَلاَّمُ اْلغُيُوْبِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ سَلَّمَ . اَمِيْنَ

Artinya :

Ya Allah, Dzat Pemilik anugrah, bukan penerima anugrah. Wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan. Wahai dzat yang memiliki kekuasaan dan kenikmatan. Tiada Tuhan selain Engkau: Engkaulah penolong para pengungsi, pelindung para pencari perlindungan, pemberi keamanan bagi yang ketakutan. Ya Allah, jika Engkau telah menulis aku di sisiMu di dalam Ummul Kitab sebagai orang yang celaka atau terhalang atau tertolak atau sempit rezeki, maka hapuskanlah, wahai Allah, dengan anugrahMu, dari Ummul Kitab akan celakaku, terhalangku, tertolakku dan kesempitanku dalam rezeki, dan tetapkanlah aku di sisimu, dalam Ummul Kitab, sebagai orang yang beruntung, luas rezeki dan memperoleh taufik dalam melakukan kebajikan. Sunguh Engkau telah berfirman dan firman-Mu pasti benar, di dalam Kitab Suci-Mu yang telah Engkau turunkan dengan lisan nabi-Mu yang terutus: “Allah menghapus apa yang dikehendaki dan menetapkan apa yang dikehendakiNya dan di sisi Allah terdapat Ummul Kitab.” Wahai Tuhanku, demi keagungan yang tampak di malam pertengahan bulan Sya’ban nan mulia, saat dipisahkan (dijelaskan, dirinci) segala urusan yang ditetapkan dan yang dihapuskan, hapuskanlah dariku bencana, baik yang kuketahui maupun yang tidak kuketahui. Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi, demi RahmatMu wahai Tuhan Yang Maha Mengasihi. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada junjungan kami Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabat beliau. Aamiin...

Doa-doa Malam Nisfu Sya'ban

DO'A MALAM NISHFU SYA'BAN YANG DISEBUTKAN DALAM KITAB MADZA FI SYA'BAN KARYA ASSAYYID MUHAMMAD BIN 'ALWIY AL MALIKY

Doa Mashur dan Mujarab
بِسْمِ الله ِالرَحْمٰنِ الرَّحِيمِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَـحْبِهِ وَسَـلَّمَ. اَللهم يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْهِ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، يَا ذَا الطُّولِ وَالْإِنْعَامِ، لَا إله إِلَّا أَنْتَ ظَهْرُ اللَّاجِئِينَ، وَجَارُ الْمُسْتَجِيرِينَ، وَمَأْمَنُ الْخَائِفِينَ. اَللهم  إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ (فِي أُمِّ الْكِتَابِ) شَـقِـيًا أَوْ مَحْـرُومًـا أَوْ مَطْرُودًا أَوْ مُقْتَرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ، فَامْحُ اللهم بِفَضْلِكَ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَطَرْدِي وَإِقْتَارَ رِزْقِي، وَأَثْبِتْنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ سَعِيدًا مَرْزُوقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ، فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِي كِتَابِكَ الْمُنَـزَّلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ: (يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ). إِلٰهِي بِالتَّجَلِّي الْأَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمَ الَّتِي يُفْرَقُ فِيهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ وَيُبْرَمُ، أَسْأَلُكَ أَنْ تَكْشَفَ عَنَّا مِنَ الْبَلَاءِ مَا نَعْلَمُ وَمَا لَا نَعْلَمُ ، وَمَا أَنْتَ بِهِ أَعْلَمُ ، إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ . اِنْتَهَى

Doa Riwayat Ulama Salaf
اَللهم إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي. اَللهمّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَالْمُعَافَاةَ الدَّائِمَةَ فِي الدِّينِ وَالدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ

Doa Nabi Adam As
اَللهم إِنَّكَ تَعْلَمُ سِرِّي وَعَلَانِيَتِي فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِي، وَتَعْلَمُ حَاجَتِي فَأَعْطِنِي سُؤْلِي، وَتَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي. اَللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيمَانًا يُبَاشِرُ قَلْبِي، وَيَقِينًا صَادِقًا حَتَّى أَعْلَمَ أَنَّهُ لَا يُصِيبُنِي إِلَّا مَا كَتَبْتَ لِي، وَرَضِّنِي بِقَضَائِكَ. فَأَوْحَى اللهُ إِلَيْهِ: يَا آدَمُ، إِنَّكَ دَعَوْتَنِي بِدُعَاءٍ فَاسْتَجَبْتُ لَكَ فِيهِ، وَلَنْ يَدْعُوَنِي بِهِ أَحَدٌ مِنْ ذُرِّيَّتِكَ إِلَّا اسْتَجَبْتُ لَهُ وَغَفَرْتُ لَهُ ذَنْبَهُ وَفَرَجْتُ هَمَّهُ وَغَمَّهُ وَاتَّجَرْتُ لَهُ مِنْ وَرَاءِ كُلِّ تَاجِرٍ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا رَاغِمَةً وَإِنْ كَانَ لَا يُرِيدُهَا. اِنْتَهَى

Doa Syaikh Abdul Qadir al-Jilani
اَللهم إِذْ أَطْلَعْتَ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ عَلَى خَلْقِكَ، فَعُدْ عَلَيْنَا بِمَنِّكَ وَعِتْقِكَ، وَقَدِّرْ لَنَا مِنْ فَضْلِكَ وَاسِعَ رِزْقِكَ، وَاجْعَلْنَا مِمَّنْ يَقُومُ لَكَ فِيهَا بِبَعْضِ حَقِّكَ. اَللهم مَنْ قَضَيْتَ فِيهَا بِوَفَاتِهِ فَاقْضِ مَعَ ذٰلِكَ لَهُ رَحْمَتَكَ، وَمَنْ قَدَّرْتَ طُولَ حَيَاتِهِ فَاجْعَلْ لَهُ مَعَ ذٰلِكَ نِعْمَتَكَ، وَبَلِّغْنَا مَا تَبْلُغُ الْآمَلُ إِلَيْهِ، يَا خَيْرَ مَنْ وَقَفَتِ الْأَقْدَامُ بَيْنَ يَدَيْهِ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ خَلْقِهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

Doa al-Imam al-Habib Hasan bin Abdullah bin ‘Alawi al-Hadad
a. Doa Sederhana

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ. يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، يَا ذَا الطُّولِ وَالْإِنْعَامِ، لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِينَ، وجَارَ الْمُسْتَجِيرِينَ، وَمَأْمَنَ الْخَائِفِينَ. اَللهم إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مَطْرُودًا أَوْ مُقَتَّرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ فَامْحُ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَطَرْدِي وَتَقْتِيرَ رِزْقِي، وَأَثْبِتْنِي عِنْدَكَ سعيدًا مَرْزُوقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ. فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِي كِتَابِكَ الْمُنَزَّلِ عَلَى نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ: (يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ). إِلٰهِي بِالتَّجَلِّي الْأَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ الْمُكَّرمِ الَّتِي يُفْرَقُ فِيهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ وَيُبْرَمُ، اِكْشِفْ عَنِّي مِنَ الْبَلَاءِ مَا أَعْلَمُ، وَاغْفِرْ لِي مَا أَنْتَ بِهِ أَعْلَمُ. اَللهم اجْعَلْنِي مِنْ أَعْظَمِ عِبَادِكَ حَظًّا وَنَصِيبًا فِي كُلِّ شَـيْءِ قَسَمْتَهُ فِي هٰذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ نُورٍ تَهْدِي بِهِ، أَوْ رَحْمَةٍ تَنْشُرُهَا، أُوْ رِزْقٍ تَبْسُطُهَ، أَوْ فَضْلٍ تَقْسِمُهُ عَلَى عِبَادِكَ الْمُؤْمِنِينَ، يَا اللهُ لاَ إِلهَ إلآ أنت . اَللهم هَبْ لِي قَلْبًا نَقِيًّا مِنَ الشِّرْكِ بَرِيًّا وَلَا شَقِيًّا، وَقَلْبًا سَلِيمًا خَاشِعًا ضَارِعًا. اَللهم امْلَأْ قَلْبِي بِنُورِكَ وَأَنْوَارِ مُشَاهَدَتِكَ، وَجَمَالِكَ وَكَمَالِكَ وَمَحَبَّتِكَ، وَعِصْمَتِكَ وَقُدْرَتِكَ وَعِلْمِكَ، يَا أَرْحَمَ  الرَّاحِمِينَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

b. Doa Sempurna

إِلٰهِي تَعَرَّضَ لَكَ فِي هٰذِهِ اللَّيْلَةِ الْمُتَعَرِّضُونَ، وَقَصَدَكَ وَأَمَلَ مَعْرُوفَكَ وَفَضْلَكَ  الطَّالِبُونَ، وَرَغِبَ إِلَى جُودِكَ وَكَرَمِكَ الرَّاغِبُونَ، وَلَكَ فِي هٰذِهِ اللَّيْلَةِ نَفْحَاتٌ وَعَطَايَا وَجَوَائِزُ وَمَوَاهِبُ وَهِبَاتٌ تَمُنُّ بِهَا عَلَى مَنْ تَشَاءُ مِنْ عِبَادِكَ، وَتَخُصُّ بِهَا مَنْ أَحْبَبْتَهُ مِنْ خَلْقِكَ، وَتَمْنَعُ وَتَحْرُمُ مَنْ لَمْ تَسْبِقْ لَهُ الْعِنَايَةُ مِنْكَ، فَأَسْأَلُكَ يَا اللهُ بِأَحَبِّ الْأَسْمَاءِ إِلَيْكَ وَأَكْرَمِ الْأَنْبِيَاءِ عَلَيْكَ، أَنْ تَجْعَلَنِي مِمَّنْ سَبَقَتْ لَهُ مِنْكَ الْعِنَايَةُ، وَاجْعَلْنِي مِنْ أَوْفَرِ عِبَادَكَ وَأَجْزَلِ خَلْقِكَ حَظًّا وَنَصِيبًا وَقِسْمًا وَهِبَةً وَعَطِيَةً فِي كُلِّ خَيْرٍ تَقْسَمُهُ فِي هٰذِهِ اللَّيْلَةِ أَوْ فِيمَا بَعْدَهَا مِنْ نُورٍ تَهْدِي بِهِ، أَوْ رَحْمَةٍ تَنْشُرُهَا، أَوْ رِزْقٍ تَبْسُطُهُ، أَوْ ضَرٍّ تَكْشِفُهُ، أَوْ ذَنْبٍ تَغْفِرُهُ، أَوْ شِدَّةٍ تَدْفَعُهَا، أَوْ فِتْنَةٍ تَصْرِفُهَا، أَوْ بَلَاءٍ تَرْفَعُهُ، أَوْ مُعَافَاةٍ تَمُنُّ بِهَا، أَوْ عَدُوٍّ تَكْفِيهِ، فَاكْفِنِي كُلَّ شَرٍّ، وَوَفِّقْنِيَ اللهم لِمَكَارِمِ الْأَخْلَاقِ، وَارْزُقْنِي الْعَافِيَةَ وَالْبَرَكَةَ وَالسَّعَةَ فِي الْأَرْزَاقِ، وَسَلِّمْنِي مِنَ الرِّجْزِ وَالشِّرْكِ وَالنِّفَاقِ . اَللهم إِنَّ لَكَ نَسَمَاتِ لُطْفٍ إِذَا هَبَّتْ عَلَى مَرِيضِ غَفْلَةٍ شَفَتْهُ، وَإِنَّ لَكَ نَفْحَاتِ عَطْفٍ إِذَا تَوَجَّهَتْ إِلَى أَسِيرِ هَوَى أَطْلَقَتْهُ، وَإِنَّ لَكَ عِنَايَاتٍ إِذَا لَاحَظَتْ غَرِيقًا فِي بَحْرِ ضَلَالَةٍ أَنْقَذَتْهُ، وَإِنَّ لَكَ سَعَادَاتٍ إِذَا أَخَذَتْ بِيَدِ شَقِيٍّ أَسْعَدَتْهُ، وَإِنَّ لَكَ لَطَائِفَ كَرَمٍ إِذَا ضَاقَتِ الْحِيلَةُ لِمُذْنِبٍ وَسَعَتْهُ، وَإِنَّ لَكَ فَضَائِلَ وَنِعَمًا إِذَا تَحَوَّلَتْ إِلَى فَاسِدٍ أَصْلَحَتْهُ، وَإِنَّ لَكَ نَظَرَاتِ رَحْمَةٍ إِذَا نَظَرْتَ بِهَا إِلَى غَافِلٍ أَيْقَظْتَهُ، فَهَبْ لِيَ اللهم مِنْ لُطْفِكَ الْخَفِيّ نَسَمَةً تَشْفِي مَرَضَ غَفْلَتِي، وَانْفَحْنِي مِنْ عَطْفِكَ الْوَفِيّ نَفْحَةً طَيِّبَةً تُطْلِقُ بِهَا أَسْرِي مِنْ وَثَاقِ شَهْوَتِي، وَالْحِظْنِي وَاحْفِظْنِي بِعَيْنِ عِنَايَتِكَ مُلَاحَظَةً تُنْقِذُنِي بِهَا وَتُنْجِينِي بِهَا مِنْ بَحْرِ الضَّلَالَةِ، وَآتِنِي مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ تُبْدِلُنِي بِهَا سَعَادَةً مِنْ شَقَاوَةٍ، وَاسْمَعْ دُعَائِي، وَعَجِّلْ إِجَابَتِي، وَاقْضِ حَاجَتِي وَعَافِنِي، وَهَبْ لِي مِنْ كَرَمِكَ وَجُودِكَ الْوَاسِعِ مَاتَرْزُقَنِي بِهِ الْإِنَابَةَ إِلَيْكَ مَعَ صِدْقِ اللَّجَاءِ وَقَبُولِ الدُّعَاءِ، وَأَهِّلْنِي لِقَرْعِ بَابِكَ لِلدُّعَاءِ يَاجَوَّادُ حَتَّى يَتَّصِلَ قَلْبِي بِمَا عِنْدَكَ، وَتُبَلِّغَنِي بِهَا إِلَى قَصْدِكَ. يَاخَيْرَ مَقْصُودٍ وَأَكْرَمَ مَعْبُودٍ، أَبْتَهِلُ وَأَتَضَرَّعُ إِلَيْكَ فِي طَلَبِ مَعُونَتِكَ وَأَتَّخِذُكَ يَا إِلٰهِي مَفْزَعًا وَمَلْجَأً، أَرْفَعُ إِلَيْكَ حَاجَتِي وَمَطَالِبِي وَشَكَوَايَ، وَأُبْدِي إِلَيْكَ ضَرِّي، وَأَفُوِّضُ إِلَيْكَ أَمْرِي وَمُنَاجَاتَي، وَأَعْتَمِدُ عَلَيْكَ فِي جَمِيعِ أُمُورِي وَحَالَاتِي . اَللهم إِنَ هٰذِهِ اللَّيْلَةَ خَلْقٌ مِنْ خَلْقِكَ فَلَا تُبْلِنِي فِيهَا وَلَا بَعْدَهَا بِسُوءٍ وَلَا مَكْرُوهٍ، وَلَا تَقْدِرْ عَلَيَّ فِيهَا مَعْصِيَةً وَلَا زَلَّةً تُثْبِتُ عَلَيَّ فِيهَا ذَنْبًا، وَلَا تُبْلِنِي فِيهَا إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ، وَلَا تُزَيِّنْ لِي جَرَاءَةً عَلَى مَحَارِمِكَ، وَلَا تَرْكًا لِطَاعَتِكَ، وَلَا اسْتِخْفَافًا بِحَقِّكَ وَلَا شَكًّا فِي رِزْقِكْ، فَأَسْأَلُكَ اللهم نَظْرَةً مِنْ نَظْرَاتِكَ وَرَحْمَةً مِنْ رَحْمَاتِكَ وَعَطِيَّةً مِنْ عَطَيَاتِكَ اللَّطِيفَةِ، وَارْزُقْنِي مِنْ فَضْلِكَ، وَاكْفِنِي شَرَّ خَلْقِكَ وَاحْفِظْ عَلَيَّ دِينُ الْإِسْلَامِ، وَانْظُرْ إِلَيْنَا بِعَيْنِكَ الَّتِي لَا تَنَامُ، وَآتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.  -ثَلَاثا-.

إِلٰهِي بِالتَّجَلِّي الْأَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ الشَّهْرِ الْأَكْرَمِ الَّتِي يُفْرَقُ فِيهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ وَيُبْرَمْ، اِكْشِفْ عَنَّا مِنَ الْبَلَاءِ مَا نَعلَمُ وَمَا لَا نَعْلَمْ، وَاغْفِرْ لَنَا مَا أَنْتَ بِهِ أَعْلَمُ. -ثَلَاثًا-.

اَللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ مِنْ كُلِّ مَا تَعْلَمُ، إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ. اَللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ وَمَا لَا أَعْلَمُ.
اَللهم إِنَّ الْعِلْمَ عِنْدَكَ وَهُوَ عَنَّا مَحْجُوبٌ، وَلَا نَعْلَمُ أَمْرًا نَخْتَارَهُ لِأَنْفُسِنَا، وَقَدْ فَوَّضْنَا إِلَيْكَ أُمُورَنَا، وَرَفَعْنَا إِلَيْكَ حَاجَاتِنَا، وَرَجَوْنَاكَ لِفَاقَاتِنَا وَفَقْرِنَا، فَأَرْشِدْنَا يَا اللهُ، وَثَبِّتْنَا وَوَفِّقْنَا إِلَى أَحَبِّ الْأُمُورِ إِلَيْكَ، وَأَحْمَدُهَا لَدَيْكَ، فَإِنَّكَ تَحْكُمُ بِمَا تَشَاءُ وَتَفْعَلُ مَا تُرِيدُ، وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٍ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى  عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

اِنْتَهَى دُعَاءُ شَعْبَانَ