Monday, January 11, 2016

Adakah Muhaddist Lain setelah Zaman as-Suyuthy?

Amirul mukminin file hadits, AL Hafidz, AL Muhaddits dan al Musnad; siapakah mereka..?!

قال ﺍﻷﺳﺘﺎﺫ ﺃﺣﻤﺪ ﻣﺤﻤﺪ ﺷﺎﻛﺮ - ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ -  ﻓﻲ ﺷﺮﺣﻪِ ﻭﺗﺤﻘﻴﻘﻪِ  لأﻟﻔﻴﺔ السيوطي في علم الحديث،  ﺹ : 93-92  :
ﺃﻃﻠﻖ ﺍﻟﻤﺤﺪﺛﻮﻥ ﺃﻟﻘﺎﺑًﺎ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﺑﺎﻟﺤﺪﻳﺚ، ﻓﺄﻋﻼﻫﺎ : " ﺃﻣﻴﺮ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ " ﻭﻫﺬﺍ ﺍﻟﻠﻘﺐ ﻟﻢ ﻳﻈﻔﺮ ﺑﻪ ﺇﻻ ﺍﻷﻓﺬﺍﺫ ﺍﻟﻨﻮﺍﺩﺭ، ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻫﻢ ﺃﺋﻤﺔ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺸﺄﻥ ﻭﺍﻟﻤﺮﺟﻊ ﺇﻟﻴﻬﻢ ﻓﻴﻪ، ﻛﺸﻌﺒﺔ ﺑﻦ ﺍﻟﺤﺠﺎﺝ ﻭﺳﻔﻴﺎﻥ ﺍﻟﺜﻮﺭﻱ ﻭﺇﺳﺤﻖ ﺑﻦ ﺭﺍﻫﻮﻳﻪ ﻭﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﺣﻨﺒﻞ ﻭﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻭﺍﻟﺪﺍﺭﻗﻄﻨﻲ ﻭﻓﻲ ﺍﻟﻤﺘﺄﺧﺮﻳﻦ ﺍﺑﻦ ﺣﺠﺮ ﺍﻟﻌﺴﻘﻼﻧﻲ، ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ ﺟﻤﻴﻌًﺎ .

Prof.  Ahmad Muhammad syakir berkata,  Gelar tertinggi bagi para pengampu hadits adalah AMIRUL MUKMININ FL HADITS.  gelar ini dimiliki oleh ulama yg otoritatif dlm disiplin hadits yg jumlahnya sangat sangat sedikit, seperti Syu'abul bin al hajjaj,  Sufyan ats tsauri, Ishaq bin Rahway,  Ahmad bin Hanbal, AL bukhari, ad daruquthni dan dari kalangan mutlak hiring adalah Ibnu Hajar Al asqolani..

ﺛﻢ ﻳﻠﻴﻪ " ﺍﻟﺤﺎﻓﻆ " ﻭﻗﺪ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﺤﺎﻓﻆ ﺍﻟﻤﺰﻱ ﺍﻟﺤﺪّ ﺍﻟﺬﻱ ﺇﺫﺍ ﺍﻧﺘﻬﻰ ﺇﻟﻴﻪ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺟﺎﺯ ﺃﻥ ﻳُﻄﻠﻖ ﻋﻠﻴﻪ " ﺍﻟﺤﺎﻓﻆ " ، ﻓﻘﺎﻝ : " ﺃﻗﻞ ﻣﺎ ﻳﻜﻮﻥ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﺍﻟﺮﺟﺎﻝ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﻌﺮﻓﻬﻢ ﻭﻳﻌﺮﻑ ﺗﺮﺍﺟﻤﻬﻢ ﻭﺃﺣﻮﺍﻟﻬﻢ ﻭﺑﻠﺪﺍﻧﻬﻢ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻻ ﻳﻌﺮﻓﻬﻢ، ﻟﻴﻜﻮﻥ ﺍﻟﺤﻜﻢ ﻟﻠﻐﺎﻟﺐ " ، ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ ﺍﻟﺘﻘﻲ ﺍﻟﺴﺒﻜﻲ : " ﻫﺬﺍ ﻋﺰﻳﺰٌ ﻓﻲ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺰﻣﺎﻥ، ﺃﺩﺭﻛﺖ ﺃﻧﺖ ﺃﺣﺪًﺍ ﻛﺬﻟﻚ؟ " ...
Berikutnya adalah gelar AL HAFIDZ.  Imam al Mizzy membuat batasan yg jika seseorang melampauinya berhak atas gelar ini, 'Minimal orang itu mengetahui para perawi, biografi mereka,  kapasitas mereka, negeri tempat tinggal mereka lebih mendalam agar mampu menghukumi status mereka. Imam taqiyuddin as subki berkata kepada AL Mizzy,' Orang dg kreteria seperti ini sangat langka pada saat ini, apakah engkau menemukan orang seperti itu?! '. 

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺘﺎﺝ ﺍﻟﺴﺒﻜﻲ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ " ﻣﻌﻴﺪ ﺍﻟﻨﻌﻢ " ﻓﻴﻤﺎ ﻧﻘﻠﻪ ﺍﻟﻨﺎﻇﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﺘﺪﺭﻳﺐ ﺹ : :6 ..." ﺇﻧﻤﺎ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ : ﻣﻦ ﻋﺮﻑ ﺍﻷﺳﺎﻧﻴﺪ ﻭﺍﻟﻌِﻠﻞ، ﻭﺃﺳﻤﺎﺀ ﺍﻟﺮﺟﺎﻝ، ﻭﺍﻟﻌﺎﻟﻲ ﻭﺍﻟﻨﺎﺯﻝ، ﻭﺣﻔﻆ ﻣﻊ ﺫﻟﻚ ﺟﻤﻠﺔ ﻣﺴﺘﻜﺜﺮﺓ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺘﻮﻥ، ﻭﺳﻤﻊ ﺍﻟﻜﺘﺐ ﺍﻟﺴﺘﺔ ﻭﻣﺴﻨﺪ ﺃﺣﻤﺪ ﻭﺳﻨﻦ ﺍﻟﺒﻴﻬﻘﻲ ﻭﻣﻌﺠﻢ ﺍﻟﻄﺒﺮﺍﻧﻲ، ﻭﺿﻢ ﺇﻟﻰ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻘﺪﺭ ﺃﻟﻒ ﺟﺰﺀ ﻣﻦ ﺍﻷﺟﺰﺍﺀ ﺍﻟﺤﺪﻳﺜﻴﺔ، ﻫﺬﺍ ﺃﻭﻝ ﺩﺭﺟﺎﺗﻪ، ﻓﺈﺫﺍ ﺳﻤﻊ ﻣﺎ ﺫﻛﺮﻧﺎﻩ ﻭﻛﺘﺐ ﺍﻟﻄﺒﺎﻕ ﻭﺩﺍﺭ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺸﻴﻮﺥ ﻭﺗﻜﻠّﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﻌِﻠﻞ ﻭﺍﻟﻮﻓﻴﺎﺕ ﻭﺍﻷﺳﺎﻧﻴﺪ، ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺃﻭﻝ ﺩﺭﺟﺎﺕ ﺍﻟﻤﺤﺪﺛﻴﻦ، ﺛﻢ ﻳﺰﻳﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻳﺸﺎﺀ ﻣﺎ ﻳﺸﺎﺀ ."
Gelar Muhaddits - sebagaimana dijelaskan Syekh Tajuddin As Subuki - hanya untuk orang yg mengetahui sanad2, illat2 hadits, nama2 perawi, dan tahu sanad 'aaly dan nazil. Disamping itu ia harus hafal kitab2 matan2 hadits, mmpelajari kutub sittah,  Musnad Ahmad bin Hanbal, sunan al Baihaqi n mu'jam ath thabrani.  Dia juga harus hafal seribu matan hadits.  Jika mnguasai ini semua dia disebut Muhaddits dan jika pengetahuannya terus naik maka naik pula gelarnya.

ﻭﺩﻭﻥ ﻫﺬﻳﻦ ﻣﻦ ﻳﺴﻤﻰ " ﺍﻟﻤﺴﻨﺪ " – ﺑﻜﺴﺮ ﺍﻟﻨﻮﻥ - ﻭﻫﻮ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﻘﺘﺼﺮ ﻋﻠﻰ ﺳﻤﺎﻉ ﺍﻷﺣﺎﺩﻳﺚ ﻭﺇﺳﻤﺎﻋﻬﺎ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﻣﻌﺮﻓﺔ ﺑﻌﻠﻮﻣﻬﺎ ﺃﻭ ﺇﺗﻘﺎﻥ ﻟﻬﺎ، ﻭﻫﻮ ﺍﻟﺮﺍﻭﻳﺔ ﻓﻘﻂ .
Gelar selanjutnya adalah Al Musnid, yaitu orang yg mencukupkan dirinya hanya mendengarkan hadits dan meriwayatkannya Tampa mendalami ilmu hadits.  Dalam bahasa lain ia hanyalah perawi banyak hadits..

ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺷﺎﻛﺮ ﻓﻲ ﺧﺘﺎﻡ ﺍﻟﺸﺮﺡ :
ﻭﺍﻣﺎ ﻋﺼﺮﻧﺎ ﻫﺬﺍ ﻓﻘﺪ ﺗﺮﻙ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﺮﻭﺍﻳﺔ ﺟﻤﻠﺔ، ﺛﻢ ﺗﺮﻛﻮﺍ ﺍﻻﺷﺘﻐﺎﻝ ﺑﺎﻷﺣﺎﺩﻳﺚ ﺇﻻ ﻧﺎﺩﺭًﺍ، ﻭﻗﻠﻴﻞ ﺃﻥ ﺗﺮﻯ ﻣﻨﻬﻢ ﻣﻦ ﻫﻮ ﺃﻫﻞ ﻷﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻃﺎﻟﺒًﺎ ﻟﻌﻠﻮﻡ ﺍﻟﺴﻨﺔ، ﻭﻫﻴﻬﺎﺕ ﺃﻥ ﺗﺠﺪ ﻣﻦ ﻳُﺼﻠﺢ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻣﺤﺪﺛًﺎ . ﻭﺃﻣﺎ ﺍﻟﺤﻔﻆ ﻓﺈﻧﻪ ﺍﻧﻘﻄﻊ ﺃﺛﺮﻩ، ﻭﺧﺘﻢ ﺑﺎﻟﺤﺎﻓﻆ ﺍﺑﻦ ﺣﺠﺮ ﺍﻟﻌﺴﻘﻼﻣﻲ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ، ﺛﻢ ﻗﺎﺭﺏ ﺍﻟﺴﺨﺎﻭﻱ ﻭﺍﻟﺴﻴﻮﻃﻲ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺣﺎﻓﻈﻴﻦ، ﺛﻢ ﻟﻢ ﻳﺒﻖ ﺑﻌﺪﻫﻤﺎ ﺃﺣﺪ .
Di penghujung pembahasan Syekh Ahmad Muhammad syakir berkata, Pada saat ini kaum muslimin sudah meninggal kan tradisi meriwayatkan hadits, kemudian tidak mau lagi menggeluti  hadits kecuali beberapa orang saja. Dari sedikit orang itu sangat kecil yg layak mmpelajari hadits,  apalagi menjadi Muhaddits.  Tradisi menghafal hadits sudah berhenti dg ditutup oleh Al Hafidz Ibnu Hajar Al asqolani. Yg bisa mendekati beliau hanya Al Hafidz as suyuthi dan imam as sakhowi. Setelah itu tdk ada lagi.

By Fathoni Muhammad

No comments:

Post a Comment