Monday, January 4, 2016

Memahami Eksekusi Terhadap An-Nimr oleh Saudi

Oleh: Prof. Sumanto Al-Qurthuby

Surat terbuka utk masyarakat & pemerintah Indonesia: sy perlu menulis & menegaskan lg ttg konflik Timur Tengah krn sy lht bny pihak di Indonesia "tdk nyambung" dlm menanggapi masalah ini. Spt yg sy tegaskan dipostingan FB-ku sblmnya: eksekusi thd Nimr al-Nimr tdk ada hubungannya dg "kebencian thd Syiah". Ini murni persoalan "politik" tdk ada sangkut pautnya dg masalah "keagamaan". Harus dibedakan antara Saudi atau Iran sbg "entitas politik" dg Sunni/Syiah sbg "entitas agama". Ingat bukan hny al-Nimr sj yg dieksekusi tp juga puluhan gembong "Wahabi radikal" jg dihukum. Ingat jg, jika ini perseteruan anti-Syiah, maka tokoh (komunitas) Syiah lain di Saudi jg turut dihabisi. Kenyataannya tdk. Jika memang ini anti-Syiah, knp tdk semua tokoh2 Syiah di Saudi mendukung al-Namr?

Spt sy jelaskan sblmnya, al-Nimr (dan jg Hamzah al-Hassan) adl salah satu "sayap radikal" Syiah, tokoh "rejeksionis" dan pelopor gerakan oposisi (meski bkn dg "angkat senjata") thd Dinasti Saud yg sdh sejak lama membangun link dg Iran utk melawan Kerajaan Saudi sambil menegaskan bahwa kedaulatan itu ada di "tangan Tuhan". Spt sy jelaskan sblmnya, bny tokoh Syiah di Saudi (spt Hassan Al Saffar, Ibrahim al-Bathouth, Syeikh Humaidan dlsb) yg memilh sikap "akomodasionis" ketimbang melakukan perlawanan politik thd kekuasaan krn dipandang berdampak lebih buruk bagi warga Syiah di Saudi.

Perlu jg diingat bahwa jika kaum Syiah di Saudi memiliki "masalah keagamaan", maka "masalah keagamaan" mrk itu hanya dg "sayap ekstrim" Wahabi yg suka "mengafir-sesatkan" & bahkan melakukan tindakan kekerasan (terorisme, penembakan & pengeboman) thd warga Syiah, bukan dg Sunni. Sdh sy tegaskan berkali-kali, warga Syiah disini (baik yg Imamiyah, Isma'iliyah, Zaidiyah) tdk ada masalah dg warga Sunni! Dan perlu kalian catat jg, kelompok "Wahabi radikal" ini bukan hny ditentang oleh umat Syiah sj tp juga oleh warga Sunni dan Wahabi itu sendiri.

Jadi menurut saya, sejumlah kelompok dan tokoh Muslim di Indonesia-- baik kubu yg anti-Saudi dan pro-Iran maupun yg pro-Saudi dan anti-Iran--sama2 "gagal paham" dlm memahami situasi disini. Berpikirlah secara jernih dan renungkanlah secara mendalam sblm bersuara spy tdk menimbulkan kebingungan, kesalahpahaman, dan kekacauan umat. Masyarakat Indonesia jg jangan mau ditarik-tarik & "dikadali" oleh sejumlah "tokoh agama" radikal-konservatif yg sering gembar-gembor menggalang kebencian thd warga Syiah & minoritas agama lain di Indonesia dg memanipulasi isu2 politik sektarian di Timur Tengah. Mereka ini tidak lebih dr para makelar & tengkulak ideologi ekstremisme-intoleran yg dimana-mana menjadi sampah masyarakat. Kepada Pemerintah Indonesia jg jgn sampai turut mendukung "politik sektarian" & jangan mau mengikuti bisikan & desakan sejumlah kelompok primordial tertentu yg justru akan menjadi bumerang & merugikan masyarakat di kemudin hari. Hidup di dunia cuma sekali, gunakanlah sebaik2nya utk mewujudkan perdamaian & menggalang persahabatan, bukan malah tersungkur dalam lingkaran kekerasan & permusuhan...

Istanbul, Turkey, 5 Januari 2016

No comments:

Post a Comment