Monday, March 14, 2016

Mengapa Tak Pernah Ditemukan Tatacara Tahlilan Menurut Nabi?

mungkin kalian pernah ditag atau dikasih gambar seperti yang saya lampirkan , isi dari gambar itu berbunyi :
-------------------------------------------------------
1. buku tata cara shalat sifat Nabi saya punya
2. buku tata cara umroh dan haji juga pernah saya beli
3. tata cara puasa nabi juga pernah saya baca

tapi ada beberapa buku yang belum saya beli dan baca bukunya yaitu :

1. buku tata cara yasinan sesuai cara nabi
2. buku tata cara tahlilan sesuai cara nabi
3. tata cara maulidan sesuai cara nabi
4. tata cara isro mi'rojan sesuai cara nabi
5. tata cara ulang tahun sesuai cara nabi
-------------------------------------------------------

tahukah kalian bahwa statetment dan pertanyaan itu adalah kalimat jebakan setan atau logika iblis , lho apa buktinya? akan saya jelaskan

agar kalian mengerti dan tidak sembarangan menuduh BID'AH terhadap golongan lain maka perhatikan ini baik baik :

yang namanya IBADAH memang butuh dalil, sedangkan TATA CARA IBADAH butuh contoh pelaksanaanya,

karena itu dalam TATA CARA IBADAH ada yang disebut RUKUN atau perkara ,

contoh , sholat adalah ibadah, dalil perintah sholat jelas ada di dalam ALQUR'AN , namun bagaimana tata cara ibadah sholat tidak dijelaskan, untuk itulah agar mengetahui bagaimana tata cara sholat maka NABI MUHAMMAD SAW mencontohkannya,

karena IBADAH SHOLAT ini masuk dalam perkara agama, maka disusunlah rukun perkaranya , bila salah satu rukunnya tidak terpernuhi maka batallah pelaksanaan IBADAHNYA, adapun rukun sholat terdiri dari 13 perkara ,

nah lalu bagaimana dengan tahlilan yang dituduhkan oleh salafiwahabi yang dituduh dan dianggap BID'AH (mengada ngadakan perkara baru dalam agama) apakah benar termasuk BID'AH ? , fahami betul betul yang namanya TATA CARA IBADAH pastu ada RUKUNNYA, nah kalau tahlilan pernahkah kalian mendengar ada atau tidak RUKUN TAHLILAN ? ada atau tidak ?

saya jaminkan leher saya untuk diqishas (dipenggal) bila  salafiwahabi ada yang bisa buktikan bahwa tahlilan yang kami kerjakan ada RUKUN nya, tapi kalau salafiwahabi tidak bisa buktikan berhentilah kalian menuduh amaliyah yang kami kerjakan, sebab TAHLILAN itu tidak masuk ke ranah IBADAH makanya tidak ada RUKUN perkaranya,

TAHLILAN, MAULIDAN, YASINAN, MARHABAN dan apapun itu yang diluar konteks RUKUN ISLAM maka itu masuk ke ranah amaliyah bukan masuk ke ranah IBADAH.

selama ini salafiwahabi tersesat karena onanipikirannya sendiri, membuat definisi seenaknya terhadap yang ia tuduhkan dan membuat penjelasan ngawur terhadap apa yang dia tuduhkan,

walhasil amaliyah apapun akan dianggap dan dituduh BID'AH oleh salafiwahabi lantaran dia salahfaham dan sebenarnya mereka malas mengerjakan.

saya akan jawab pertanyaan kalimat jebakan setan atau logika iblid diatas :

1. YASINAN bukanlah ibadah tapi
termasuk amaliyah, karena bukan IBADAH maka tidak ada RUKUN perkaranya, karena tidak ada RUKUN perkaranya maka secara otomatis ini bukan perkara agama dan tentu saja tidak ada buku tatacara yasinan sesuai cara nabi

2. jawabannya sama dengan yang saya jawab seperti no. 1

3. tidak ada tata cara maulidan sesuai cara nabi, sebab maulidan itu pembacaan kisah sejarah nabu yang ditulis dan disusun dari psra perawi, dan NABI MUHAMMAD BIN ABDULLAH dikenal tidak pernah membaca dan tidak pernah menulis apapun (nabi yang ummi) jadi mana mungkin RASULULLAH SAW menuliskan kisah hidupnya sendiri, dan maulidan masuk ke ranah amaliyah bukannya masuk ke ranah IBADAH, karena bukan IBADAH maka tidak ada RUKUN perkara MAULID,

4. jawabannya sama dengan no. 3 , 2 dan 1, isro mi'roj an tidak masuk dalam ranah ibadah

5. maaf sepertinya anda sedikit gila bila bertanya seperti itu, ulang tahun itu perkara dunia bukan perkara agama, kan salafiwahabi baik syeikh, ustad dan para kroconya sering  bilang bahwa bid'ah dalam urusan perkara dunia itu boleh dan halal, lah ulangtahun itukan urusan perkara dunia ,

adapun yang dijadikan rukun perkara agama oleh salafiwahabi :

1. celana wajib cingkrang padahal baik ALQUR'AN dan HADIST tidak ada satu isyaratpun mewajibkan untuk bercelana cingkrang

2. dalam perkara sholat salafiwahabi menilai jika sholat tidak bercelana cingkrang maka sholatnya tidak sah/batal

3. memaksakan diri untuk berjidat hitam

4. menolak hadist dhoif dan hadist hasan , maunya hadist shohih yang telah distempel albani

5. menambah 1 rukun lagi dalam rukun ISLAM yaitu menyatakan barang siapa yang tidak mengikuti golongannya atau tidak segolongan dengan mereka maka dianggap sesat, ahlul bid'ah, kafir (belum islam bertauhid)

tertanda
Jefri Nofendi
ASWAJA Bidang IT

nb : copas dan share

No comments:

Post a Comment