Thursday, March 10, 2016

Surahman, Pelayan Gus Dur

MENGHAYATI  PENUTURAN  KH  HUSEIN  MUHAMMAD
GUS  DUR  SOSOK  ULAMA'  YANG  ZUHUD  :

Ada orang bernama  SURAHMAN,
Dia tetangga ustadz Bisyri Abdul Jalil Bulak Jombang,
Orang ini pernah berkhidmat di rumah KH Fuad Cirebon,

Ketika Gus Dur menjadi Ketua Tanfidziyah PBNU,
Surahman ditugasi oleh KH Fuad untuk melayani Gus Dur,
Setiap hari ia menyapu dan merapikan kantor PBNU,
Utamanya di ruangan tempat Gus Dur duduk disitu,

Setiap hari pasti datang surat dari beberapa daerah,
Surat-surat tersebut dialamatkan kepada Gus Dur,
Waktu itu Gus Dur masih bisa melihat dengan jelas,
Surat-surat itu kebanyakan berisi MOHON BANTUAN DANA,

Ada yang untuk pembangunan masjid,  pondok,  madrasah,
Ada yang untuk anak-anak yatim dan kegiatan keagamaan,
Ada yang untuk pribadi warga yang kekurangan biaya hidup,
Gus Dur selalu memperhatikan dan membacanya dengan teliti,

Lalu beliau mengambil KARTU POS WESEL dari lacinya,
Beliau mempunyai banyak Kartu Pos Wesel dalam lacinya,
Mungkin telah dipersiapkan untuk pengiriman shodaqoh,
Kartu-kartu itu ditulis dengan tangan beliau sendiri,

Lalu memanggil Surahman, 
Beliau berkata :
"Tolong kartu-kartu ini kamu bawa ke kantor pos,
Ini uangnya sudah sesuai dengan jumlah pengiriman",

Uang tersebut diambil dari honor yang didapatkan oleh beliau,
Dari penulisan artikel yang dimuat dalam media-media,
Juga dari uang saku beliau mengisi seminar-seminar,
Atau uang saku yang diperoleh dari pengajian-pengajian,

Surahman berangkat menyetorkan POS WESEL tersebut,
Surahman mencritakan :
"Begitu itu hampir setiap hari, entah berapa uang Gus Dur itu,
Kok setiap ada surat permohonan pasti dikabulkan,
Dan semua pengurus PB tidak ada yang mengetahuinya",

Ustadz  M.Bisyri Jalil menuturkan :
"Adik saya juga keponakan Gus Dur ketika kuliah di IIQ Jakarta,
Uang biaya hidup dan kebutuhan sekolah ditanggung oleh beliau,

Pada suatu ketika adik saya tersebut kehabisan uang,
Sebab uang bulanannya dipakai untuk kebutuhan mendadak,
Ia telah kirim surat mohon kiriman dari ayahnya di Tambakberas,
Namun belum sampai datang kiriman, kebutuhannya telah tiba,

Maka ia datang ke kantor PBNU dan menjumpai Gus Dur,
Saat itu Gus Dur ketepatan lacinya kosong, tidak ada uang,
Maka beliau bilang : "Tunggu di kantor, saya mau keluar",
Maka adik saya tersebut menunggu di kantor PBNU,
Gus Dus keluar karna ada jadwal mengisi seminar,

Pulang dari seminar diberi amplop uang saku,
Beliau langsung ke kantor PBNU dan memanggil keponakannya,
Beliau memberikan amplop yang masih tertutup rapi kepadanya,
Beliau berkata : "Ambil secukupnya saja",

Setelah dihitung oleh keponakannya,
Keponakan itu bilang :
"Isinya uang persis yang saya butuhkan pak lek",
Gus Dur menjawab : "Ya udah bawa semua",

Subhanallooh,
Kebiasaan yang amat sulit ditiru,
Pantas orang mengatakan :
Beliau hanya suka kepada Alloh dan Rasululloh,
Beliau zuhud dan yaqin kepada Alloh,
Tidak suka dipuji, tidak suka dihurmati,
Tidak mempertahankan gengsi maupun kekuasaan,
Tidak suka mengumpulkan kekayaan untuk diri dan keluarganya,
Pantas orang banyak berziarah kepada beliau dalam pusaranya,

Ya Alloh,
Ampunilah beliau, dan sayangilah beliau, dan selamatkan beliau,
Jadikan kami semua ummat yang dapat meneladani beliau,
Kumpulkanlah kami bersama para alim ulama' dan auliya',
Yang man mereka nanti berkumpul juga dengan para anbiya',

No comments:

Post a Comment