Tuesday, April 5, 2016

Wahabi Memotong Kalimat Imam Syafii

LAGI-LAGI WAHABI MENCATUT DAN MEMOTONG QOUL IMAM NAWAWI DALAM SYARAH SHAHIH MUSLIM
==================================

Ini qoul lengkapnya Imam Nawawi dlm Syarah Muslim:

وأما قراءة القرآن فالمشهور من مذهب الشافعى أنه لا يصل ثوابها إلى الميت وقال بعض أصحابه يصل ثوابها إلى الميت وذهب جماعات من العلماء إلى أنه يصل إلى الميت ثواب جميع العبادات من الصلاة والصوم والقراءة وغير ذلك

“Adapun bacaan al qur’an maka yang populer (masyhur) dari madzhab Syafi’iy, “sesungguhnya pahala bacaan al qur’an tidak sampai kepada mayit”, dan sebagian Ashabuna (para Ulama Syafi’iyyah) berkata : “pahala tsb (bacaan qur’an) bisa sampai kepada mayit”, dan segolongan para Ulama’ memilih : “Sesungguhnya pahala semua Ibadah berupa sholat, puasa, bacaan al qur’an dan yang lain bisa sampai kepada si mayit.” (Syarah Muslim, 1/90)
__________________________________________
– Obyek Perkara: Sampainya Pahala Kebaikan Untuk Orang Yang Telah Meninggal
– Status: Khilaf (terjadi perbedaan pendapat) dgn rincian sbb:
1. Khusus PAHALA bacaan al qur’an (bukan yg lain)
a. Yang populer dari Imam Syafi’i: Tidak sampai
b. Sebagian Ulama Syafi’iyyah: Sampai Mutlaq
c. Sebagian yg lain: Sampai, dgn cara meniatkannya ntk mayit, atau membacanya di sisi mayit, atau mendo’akan agar pahalanya di hadiahkan ntk mayit.
2. Berupa shodaqoh, do’a serta kebajikan yg lain: Sampai.

KESIMPULAN:
Dari beberapa pendapat Imam Syafi’i dan para Ulama Syafi’iyyah diatas kita dapati beberapa hal:
1. Baik dari Imam Syafi’i maupun Para Ulama Syafi’iyyah nggak didapati mereka mengharamkan kenduri kematian, kecuali jika dlm pembiayaannya menggunakan hak org lain dgn cara yg gak dibenarkan syaro’.
2. Hukum yg didapati dari beberapa pandangan diatas adlah, “MAKRUH” dgn ketentuan jika tradisi tersebut dianggap “Niyahah, Ma’tam,”.
3. Seandainya tradisi yg ada disekitar kita memang layak dihukumi makruh, kemakruhan tersebut gak menghilangkan pahala kebaikan yg ada didalamnya, sebagaimana fatwa NU pertama 1926, pada soal No 18 dlm Ahkamul Fuqoha’.

NB:
Imam Syafi’i mengatakan: "aku menyukai seandainya dibacakan Alqur’an disamping qubur dan dibacakan do’a ntk mayyit" (Ma’rifatus Sunani wal Atsar 7743 lil-Imam al-Muhaddits al-Baihaqi).

#Dapat tambahan ilmu dari Yai Ma'ruf Khozin:
ﻭﺃﺣﺐ ﻟﻮ ﻗﺮﺉ ﻋﻨﺪ اﻟﻘﺒﺮ، ﻭﺩﻋﻲ ﻟﻠﻤﻴﺖ ﻭﻟﻴﺲ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﺩﻋﺎء ﻣﺆﻗﺖ (الام 1/322)

Imam Syafii: "Saya senang jika dibacakan Quran di dekat kubur. Tidak ada waktu tertentu untuk doa" (al Umm 1/322)

Salafi itu tidak punya madzhab kok mau sok tahu bicara madzhab Syafii???

No comments:

Post a Comment