Wednesday, October 18, 2017

Tim Volly MA Tabah, Gagal Melaju ke Perempat Final

PACIRAN - Tim volly MA Tabah gagal melaju ke babak berikutnya turnamen Kartar Kemantren 2017 setelah ditaklukkan tim Alumni MA Mazroatul Ulum Paciran dengan skor 0 - 3, Rabu (16/10) malam.

Tanda-tanda kekalahan sudah nampak sejak set pertama. Para pemain MA Tabah beberapa kali melakukan kesalahan sendiri yang menghasilkan poin-poin mudah untuk lawan.

"Lemahnya komunikasi antar pemain dan variasi permainan menjadikan serangan tim kita mudah dipatahkan lawan," jelas Pak Qoni', pelatih MA Tabah.

Set pertama pun berakhir cepat dengan kemenangan tim alumni SMA Mazro', skor 25 - 15.

Di set berikutnya, tim pelatih mencoba mengganti taktik permainan. Smash-smash keras dan menipu dari spiker andalan MA Tabah, Irwan dan Nanda, beberapa kali menembus pertahananan Alumni Mazro'. Bahkan tim MA Tabah sempat unggul 4 poin, sebelum dibalas dengan beberapa jumping smash keras dari garis belakang.

"Set kedua kita mencoba bangkit, namun tim lawan tidak memberi kesempatan kita mengembangkan permainan. Beberapa kali jumping smash keras dari belakang, gagal kita antisipasi," jelas Pak Qoni'.

Secara fisik dan teknik, tim alumni Mazro' memang lebih unggul. Beberapa pemain bon asal Sidoarjo bahkan berulangkali melakukan smash keras di atas blok yang dilakukan pemain MA Tabah. Set kedua pun berakhir dengan skor 25 - 22.

Di set terakhir, tim MA Tabah masih belum patah semangat. Kejar-kejaran poin terus terjadi, hingga MA Tabah berhasil mengejar ketinggalan dengan skor 23 - 21. Servis ada di tangan MA Tabah. Namun sayang, kesalahan sendiri mengakibatkan match poin bagi lawan (24 - 21).

Harapan mencuri poin masih ada saat tim MA Tabah berhasil menambah poin. Skor 24 - 22. Sayangnya, servis yang terlalu keras ke belakang menutup pertandingan set ketiga untuk kemenangan tim Alumni SMA Mazro' Paciran. Di ppertaningan berikutnya, tim Mazro' akan menantang Payaman FC yang sebelumnya mengandaskan harapan Ganesha Tunggul.

Sementara itu, di pertandingan lainnya, anak-anak muda Bima Sidayu Gresik tak kuasa membendung laju tim favorit juara, Serah Volley Club, dengan skor 3 - 0. [ 25 - 17, 25 - 15, 25 - 21]. [MSK]

Tuesday, October 17, 2017

Malam Ini, Tim Volly MA Tabah Lawan Alumni Mazro'

PACIRAN - Tim bola volly MA Tarbiyatut Tholabah (MA TABAH) Kranji akan melakoni ujian berat dalam lanjutan Turnamen Bola Volly Karang Taruna 2017, di Kemantren Sport Center, Malam ini, Rabu (18/10). Lawan yang sudah menunggu di babak II ini adalah tim Volly alumni SMA Mazroatul Ulum, Paciran.

Tim SMA Mazro' sejak dulu terkenal kuat untuk wilayah Pantura Lamongan. Bahkan menjadi juara dalam turnamen antar sekolah tingkat SMA se Lamongan - Tuban - Gresik, yang digelar STAIDRA Kranji beberapa waktu lalu.

Meskipun tak diunggulkan, tim pelatih MA Tabah optimistis akan bisa mengimbangi permainan lawan.

"Insya Allah, untuk pertandingan kedua ini, tim akan lebih siap. Secara mental, anak-anak sudah lebih bagus dibanding pertandingan pertama saat melawan Jetak," ujar Pak Qoni', pelatih tim Volly MA Tabah penuh optimisme.

Demi meraih kemenangan, tim pelatih akan melakukan perombakan di skuad gantiBerdasarkan evaluasi tim pelatih dan manager, ada pemain luar yang kurang maksimal karena masalah fisik.

"Untuk pemain lokal MA Tabah, sudah mencukupi--karena tujuan kita juga ingin mmeberi mereka pengalaman. Namun, untuk pemain luar (bon) kita akan ganti dengan pemain lain yang fisiknya lebih siap," Jelas Pak Qoni'.

"Insya Allah pemain baru ini lebih fresh dan kuat. Kami optimis bisa mencuri kemenangan dari tim Mazro'," ungkap Pak Qoni' saat ditemui disela latihan tim.

Pada pertandingan sebelumnya, tim volly MA Tabah dengan susah payah berhasil mengalahkan tim Volly Jetak Lamongan lewat pertandingan rubber set. [MSK)

Monday, October 16, 2017

Menpora: Santri Harus Jago Olahraga

LAMONGAN - Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, berpesan kepada para santri agar punya gaya hidup sehat. Salah satu caranya ialah dengan rajin berolahraga. Pesan tersebut disampaikan dalam Kuliah Umum di aula Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran Lamongan, Ahad (14/10).

"Jadi santri itu, harus multitalenta. Selain jago ngaji, jago baca kitab kuning, jago puasa, juga harus rajin berolahraga. Supaya tubuh sehat dan bawaannya tidak malas mulu," tukas beliau dalam orasinya pada acara yang bertajuk 'Ngaji Kebangsaan' itu.

Untuk mewujudkan santri yang jago di berbagai bidang--khususnya olahraga, Kemenpora berinisiatif menggelar Liga Santri Nusantara, yang mempertandingkan sepak bola antar pondok pesantren se Indonesia.

"Untuk tahun ini ada 1800-an pondok pesantren yang berpartisipasi. Sayang sekali, Pondok Tarbiyatut Tholabah ini tidak mengikutkan wakilnya," ucapnya. "Semoga tahun depan bisa ikutan ya...!"

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH) Lamongan itu, Menpora juga mengingatkan tentang pentingnya santri mempersiapkan diri menjadi pemimpin-pemimpin masa depan bangsa.

"Bangsa ini butuh kader-kader yang berintegritas untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di masa mendatang. Makanya, santri harus bersiap mengisi pos-pos penting di pemerintahan atau di masyarakat," tukas Menteri alumni IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

"Anda gak usah kuatir nanti jadi apa. Percayalah, lulusan pesantren itu juga bisa jadi orang. Buktinya, banyak santri lulusan pesantren yang jadi bupati, pengusaha, atau jadi menteri. Tinggal anda persiapkan diri saja," pesan Menpora memberi motivasi.

Sementara itu, Rektor IAI TABAH, Imam Azhar, menyampaikan terima kasih yang mendalam atas kesediaan Menpora hadir di kampus Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah Lamongan.

"Penghargaan setinggi-tingginya atas kehadiran Pak Menteri di tengah-tengah kami. Di tengah jadwal yang padat, Pak Menteri masih bisa menyempatkan diri untuk berbagi semangat dan ilmu kepada para santri dan mahasiswa kami," ujar Pak Imam, dalam sambutanpad di depan sekitar 3000 an santri dan mahasiswa Pesantren Tarbiyatut Tholabah.

Sebelumnya, Menpora juga melakukan kunjungan ke Kampus Unisda Lamongan dan meninjau sarana olahraga di kampus tersebut. [MSK]

Menpora: Santri Harus Jago Olahraga

LAMONGAN - Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, berpesan kepada para santri agar punya gaya hidup sehat. Salah satu caranya ialah dengan rajin berolahraga. Pesan tersebut disampaikan dalam Kuliah Umum di aula Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran Lamongan, Ahad (14/10).

"Jadi santri itu, harus multitalenta. Selain jago ngaji, jago baca kitab kuning, jago puasa, juga harus rajin berolahraga. Supaya tubuh sehat dan bawaannya tidak malas mulu," tukas beliau dalam orasinya pada acara yang bertajuk 'Ngaji Kebangsaan' itu.

Untuk mewujudkan santri yang jago di berbagai bidang--khususnya olahraga, Kemenpora berinisiatif menggelar Liga Santri Nusantara, yang mempertandingkan sepak bola antar pondok pesantren se Indonesia.

"Untuk tahun ini ada 1800-an pondok pesantren yang berpartisipasi. Sayang sekali, Pondok Tarbiyatut Tholabah ini tidak mengikutkan wakilnya," ucapnya. "Semoga tahun depan bisa ikutan ya...!"

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH) Lamongan itu, Menpora juga mengingatkan tentang pentingnya santri mempersiapkan diri menjadi pemimpin-pemimpin masa depan bangsa.

"Bangsa ini butuh kader-kader yang berintegritas untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di masa mendatang. Makanya, santri harus bersiap mengisi pos-pos penting di pemerintahan atau di masyarakat," tukas Menteri alumni IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

"Anda gak usah kuatir nanti jadi apa. Percayalah, lulusan pesantren itu juga bisa jadi orang. Buktinya, banyak santri lulusan pesantren yang jadi bupati, pengusaha, atau jadi menteri. Tinggal anda persiapkan diri saja," pesan Menpora memberi motivasi.

Sementara itu, Rektor IAI TABAH, Imam Azhar, menyampaikan terima kasih yang mendalam atas kesediaan Menpora hadir di kampus Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah Lamongan.

"Penghargaan setinggi-tingginya atas kehadiran Pak Menteri di tengah-tengah kami. Di tengah jadwal yang padat, Pak Menteri masih bisa menyempatkan diri untuk berbagi semangat dan ilmu kepada para santri dan mahasiswa kami," ujar Pak Imam, dalam sambutanpad di depan sekitar 3000 an santri dan mahasiswa Pesantren Tarbiyatut Tholabah.

Sebelumnya, Menpora juga melakukan kunjungan ke Kampus Unisda Lamongan dan meninjau sarana olahraga di kampus tersebut. [MSK]

Menpora: Santri Harus Jago Olahraga

LAMONGAN - Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, berpesan kepada para santri agar punya gaya hidup sehat. Salah satu caranya ialah dengan rajin berolahraga. Pesan tersebut disampaikan dalam Kuliah Umum di aula Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran Lamongan, Ahad (14/10).

"Jadi santri itu, harus multitalenta. Selain jago ngaji, jago baca kitab kuning, jago puasa, juga harus rajin berolahraga. Supaya tubuh sehat dan bawaannya tidak malas mulu," tukas beliau dalam orasinya pada acara yang bertajuk 'Ngaji Kebangsaan' itu.

Untuk mewujudkan santri yang jago di berbagai bidang--khususnya olahraga, Kemenpora berinisiatif menggelar Liga Santri Nusantara, yang mempertandingkan sepak bola antar pondok pesantren se Indonesia.

"Untuk tahun ini ada 1800-an pondok pesantren yang berpartisipasi. Sayang sekali, Pondok Tarbiyatut Tholabah ini tidak mengikutkan wakilnya," ucapnya. "Semoga tahun depan bisa ikutan ya...!"

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH) Lamongan itu, Menpora juga mengingatkan tentang pentingnya santri mempersiapkan diri menjadi pemimpin-pemimpin masa depan bangsa.

"Bangsa ini butuh kader-kader yang berintegritas untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di masa mendatang. Makanya, santri harus bersiap mengisi pos-pos penting di pemerintahan atau di masyarakat," tukas Menteri alumni IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

"Anda gak usah kuatir nanti jadi apa. Percayalah, lulusan pesantren itu juga bisa jadi orang. Buktinya, banyak santri lulusan pesantren yang jadi bupati, pengusaha, atau jadi menteri. Tinggal anda persiapkan diri saja," pesan Menpora memberi motivasi.

Sementara itu, Rektor IAI TABAH, Imam Azhar, menyampaikan terima kasih yang mendalam atas kesediaan Menpora hadir di kampus Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah Lamongan.

"Penghargaan setinggi-tingginya atas kehadiran Pak Menteri di tengah-tengah kami. Di tengah jadwal yang padat, Pak Menteri masih bisa menyempatkan diri untuk berbagi semangat dan ilmu kepada para santri dan mahasiswa kami," ujar Pak Imam, dalam sambutanpad di depan sekitar 3000 an santri dan mahasiswa Pesantren Tarbiyatut Tholabah.

Sebelumnya, Menpora juga melakukan kunjungan ke Kampus Unisda Lamongan dan meninjau sarana olahraga di kampus tersebut. [MSK]

Thursday, October 12, 2017

Turnamen Futsal Ikbal Tabah Cup 2017

Dalam rangka memperingati HAUL KH Musthofa ke 69, Ikatan Keluarga Besar Alumni Tarbiyatut Tholabah Kranji akan menggelar berbagai kegiatan. Salah satu kegiatan besarnya adalah Turnamen Futsal.

Turnamen Futsal ini akan digelar dengan mempertandingkan tim-tim
- antar Korda
- antar desa
- antar kecamatan
- antar angkatan


Monday, October 9, 2017

“Kandang Ayam” MAK, Riwayatmu Kini...

Contoh Tulisan untuk diterbitkan daam buku dengan tajuk:
"Santri Kranji Menulis Bareng"

•••

“Kandang Ayam” MAK, Riwayatmu Kini...

“Chi… tuku lombok nang be’ Dah, segone wis wayahe nyilep…”

Pasti teman-teman dulu sangat akrab dengan dialog seperti diatas, dan memang itu aktivitas kita sehari-hari di Asrama kandang Ayam MAK. Seolah tiada hari tanpa “ngliwet”.

Kisaran lima tahun, saya tidak pernah menengok Asrama yang dulu beberapa waktu pernah kita tempati. Aneh memang, tiap hari aktivitas di Kranji kok tidak pernah melihat “kandang Ayam”. Tapi itulah kenyataannya, bahwa kadang-kadang atau bahkan sering kali kita melupakan hal-hal yang pernah mewarnai perjalanan kehidupan kita. Asrama MAK, Sebuah penggalan kisah masa lalu. Kreatif, progresif, semangat menggebu, eksklusif.

Tiba-tiba saya ingin menulis surat ini kepada teman-teman, ada semacam kerinduan yang kembali tergugah karena sebuah ke-taksengaja-an. Sore tadi, seperti biasa hari sabtu saya ngopi di kantin, ngobrol ngalor-ngidul sama pak Dul Manan, yang membuat beda dengan hari sabtu sebelumnya, saking asyiknya sampai tak terasa sudah 20 menit lebih lepas adzan magrib, karena kantin sudah tidak lagi “berkamar” seperti dulu waktu masih dipimpin Darmaji, saya tanya dimana tempat laporan yang paling dekat.

“Langsung nang mburi ae, cak!” jawab Yatin yang kini jadi manajer kantin, tanpa pikir panjang saya langsung ke belakang meskipun tidak tahu ke belakang mana yang dia maksud. Setelah buka pintu, saya langsung kaget, ternyata antara kantin dan Kandang yang dulu pernah kita tempati, sekarang "loss", tidak ada pagar atu apapun yang menghalangi. Ada semacam lintasan jalan setapak yang menghubungkan antara keduanya, tapi di kanan kiri jalan itu tidak ada lagi yang bisa dilihat kecuali rumput setinggi lutut,dan beberpa jengkal tanah kosong yang tidak ditumbuhi rumput liar. Jika dillihat dari adanya gundukan tanah yang sengaja dibuat, mungkin dulu pernah dipakai untuk berkebun, tapi sekarang tidak lagi.Bisa dibayangkan dengan kondisi halaman yang sudah beralih menjadi belantara rumput, bagaimana asrama kita sekarang.

Yup...! Kotor, liar,gelap, angkerrr... Meski memang sudah dari dulu seperti itu, tapi sekarang lebih mengenaskan.Kayu-kayu itu sudah semakin merapuh. karena gelap saya tidak bisa detail mengamati apakah pagar depan itu masih pakai kayu yang lama atau sudah diganti. Bagi teman-teman angkatan 2002-2003 dst, mungkin masih sempat merekam alih fungsi dari asrama menjadi tempat makan catering, tapi tetep, meski cuma setahun menempati "kandang" itu, ribuan kenangan tertoreh disana.

Waktu mau masuk kembali saya dikagetkan dengan sket yang ada. Sekarang hanya ada dua kamar yang saya tidak tau juga siapa yang menghuninya, yang jelas kamar itu terletak di tengah antara sisi barat dan timur. 1 kamar tertutup penuh dan satunya lagi hanya berupa sket triplek dengan pintu di masing-masing sisinya untuk menghubungkan ruang barat dan timur.

Dengan PD-nya saya langsung menuju ke arah pojok timur untuk ambil air, kupikir kamar mandi tetep masih seperti dulu, berada disana. Ternyata tempat kita mandi bersama waktu itu, sekarang sudah tidak ada lagi, dipindah di pojok sebelah barat. Yang lebih mengherankan air sumur yang dulu kita rasakan paling segar dilingkungan pondok kini jadi asin dan agak keruh, mungkin faktor umur yang semakin menua.

Setelah melaksanakan kewajiban, kembali saya mengingat kenangan-kenagan yang dulu pernah kita tinggalkan, mandi bareng, masak bareng, nyuci bareng. Sungguh sebuah kenangan yang indah.

Sebelum keluar, saya berdiri bersandar dipagar, memandang ke depan, ke arah halaman yang kini semuanya tertutup rerumputan, tidak lagi ada kayu gelondongan, tempat teman-teman menghafal materi Qur'an Hadits dari Gus Rul atau sekedar duduk-duduk santai menanti adzan magrib, tidak ada mangga yang biasa selalu kita nantikan buahnya, tidak lagi ada lapangan tempat teman-teman bermain bola, yang seringkali membuat anak-anak asrama lain iri dengan kita karena fasilitas itu. Itulah kenangan, zaman menuntut kita untuk selalu berubah, tapi kenangan-kenangan itu akan tetap tertoreh dalam dalam catatan perjalanan kita. Semoga bisa menjadi sesuatu yang menghebatkan.

Bravo MAK.....!

[ditulis oleh Awuit Ginanjar Widodo, Alumni MAK]

Sunday, October 8, 2017

Tidak Takut, Kunci Mulai Berbahasa

Tidak Takut, Kunci Mulai Berbahasa

أنا لا أخاف...
أنا لا أخاف...
أنا لا أخاف...
(Saya tidak takut...
Saya tidak takut...
Saya tidak takut...)

Sejenak, sang siswa pun mengulang kalimat sugesti tersebut dengan agak ragu-ragu. Takut salah saat mengucapkan dalam bahasa Arab. Terdengar dari suaranya yang agak bergetar.

Kata-kata tersebut merupakan sugesti yang ditanamkan Ustadz Qomari, M.Pd., instruktur dari tim Pusat Pengembangan Bahasa Arab UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, kepada salah seorang siswa MA Tarbiyatut Tholabah Kranji, saat "Seminar Pembelajaran Bahasa Arab II" yang digelar Ahad (08/10), di aula YPP Tarbiyatut Tholabah.

Ya, kunci utama dalam belajar bahasa (semua bahasa) adalah tidak boleh takut. Tak boleh ada rasa kuatir salah sebelum berbicara.

"Jangan-jangan nahwunya keliru, jangan-jangan harokatnya kebalik, atau jangan-jangan ditertawakan nanti. Ini pikiran yang sering menghantui anak-anak yang memulai belajar bahasa," ujar Ustadz Qomari, "Padahal, yang namanya orang belajar, itu pasti salah. Kalau belajar kok langsung expert, itu mukjizat."

"Makanya, untuk bisa mencapai angan-angan bisa berbahasa Arab dengan baik, kuncinya adalah hilangkan rasa takut salah. Pokoknya praktik saja. Kalau sudah terbiasa praktik, lama kelamaan lidah jadi lemes. Akhirnya, bicara bahasa arab juga mengalir tanpa mikir. Seperti kalau antum ngobrol pakai bahasa Jawa," tambah Ustadz Qomari, memberi motivasi.

"Percuma tiap hari antum menghafalkan mufrodat. Tapi, gak pernah dipraktikkan berbahasa. Lama kelamaan hilang juga," lanjut Ustadz Qomari, "Seperti menghafalkan teknik dan cara berenang, tapi tidak pernah berani nyebur kolam. Kira-kira bisa berenang?"

"Tidak...!"
Jawab peserta kompak. (MSK)

*Laporan dari kegiatan Seminar Bahasa Arab II, MA Tarbiyatut Tholabah 2017

Saturday, October 7, 2017

Bahasa Arab, Komitmen Mencetak Siswa Unggul di Bidang Bahasa



Bahasa Arab, Komitmen Mencetak Siswa Unggul di Bidang Bahasa

PACIRAN - Madrasah Aliyah Tarbiyatut Tholabah Kranji menggelar Seminar Bahasa Arab  II, Ahad (8/10), di aula YPP Tabah Kranji. Kegiatan yang dilaksanakan untuk kedua kalinya ini diikuti sekitar 200 peserta yang berasal dari siswa-siswi MA Tarbiyatut Tholabah konsentrasi keagamaan dan undangan dari madrasah sekitar.

Seminar yang dilaksanakan atas kerjasama MA Tarbiyatut Tholabah dengan Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa-siswi MA Tarbiyatut Tholabah dalam berbahasa Arab. Baik dari segi muhadatsah maupun kitabah.

"Kegiatan ini salah satu bukti komitmen MA Tabah untuk mencetak lulusan-lulusan yang mumpuni dalam bidang keagamaan dan bahasa Arab," kata Bapak Ahmad Mukhtar, Kepala Sekolah MA Tabah dalam sambutan pembukaan.

Acara seperti ini adalah kegiatan langka bagi siswa-siswi di tengah padatnya kegiatan belajar mengajar di madrasah--maupun aktivitas di pondok.

"Kami berharap, semua siswa-siswi bisa memanfaatkan kesempatan langka ini sebaik-baiknya. Yang hadir di tengah Sampean semua adalah dosen-dosen terbaik di bidang Bahasa Arab dari UIN Maulana Malik Ibrahim," pesan Pak Mukhtar lebih lanjut.

Sementara itu, Dr. Halimi, kepala jurusan Bahasa dan Sastra Arab UIN Malang menegaskan komitmen dari kampus UIN Malang untuk menjadikan santri-santri bisa berbahasa Arab.

"Kami sudah keliling memberi materi pembelajaran bahasa Arab puluhan kali ke berbagai kampus dan sekolah. Semuanya sebagai ikhtiar kami supaya umat Islam mengerti bahasa kitab pedomannya, Bahasa Al-Qur'an," tutur Dr. Halimi saat menyampaikan pengantar sebelum memulai seminar.

"Sangat disayangkan, bila kita temui dari jumlah ratusan santri yang mondok 6 tahunan, namun ternyata saat lulus yang bisa baca kitab hanya belasan anak saja," ujar Kepala Jurusan Bahasa Arab UIN Malang ini.

"Demikian pula di antara kita, setiap hari rutin membaca Al-Qur'an. Namun, nggak mengerti isinya. Padahal, Qur'an itu kitab pedoman dan undang-undang umat Islam. Tidak hanya dibaca, tapi juga harus dipahami dan diamalkan. Nah, kuncinya ialah paham dan mengerti bahasa Arab," pungkasnya. (MSK)

Lomba Banjari se Lamongan, Gresik, dan Tuban

Lomba Banjari se Lamongan, Gresik, dan Tuban


Friday, August 18, 2017

Belajar dari Kesungguhan Kiai Belajar

Belajar dari Kesungguhan Kiai Belajar

Prof Ahmad Chatib (Allah yarham) pernah bercerita beliau baru saja membeli sebuah buku dalam perjalanan di luar negeri. Kemudian beliau berpapasan di pintu dengan Gus Dur yang segera melihat buku bagus di tangan Prof Ahmad Chatib. Gus Dur bergegas ke dalam toko buku hendak membeli buku yang sama, tapi ternyata itu stok buku terakhir yang ada. Gus Dur kemudian cepat-cepat mengejar Prof Ahmad Chatib dan meminta beliau untuk meminjamkan buku tersebut. 

Prof Ahmad Chatib, yang menceritakan kisah ini di kelas mata kuliah Filsafat Hukum Islam tahun 1994 di IAIN Jakarta, berkata: "terpaksa saya sodorkan buku itu kepada Gus Dur yang ingin sekali membaca buku tersebut". Selang beberapa lama setiap bertemu di Jakarta, Prof Ahmad Chatib selalu menanyakan nasib bukunya yang dipinjam Gus Dur itu. Akhirnya Gus Dur mengembalikan buku itu. Prof Ahmad Chatib terkejut setelah membukanya, "wah buku saya sudah penuh dengan catatan Gus Dur di sana-sini". Rupanya begitulah kesungguhan Gus Dur dalam menelaah sebuah kitab: sampai buku pinjaman pun dicoret-coreti.

Kisah kedua yang hendak saya ceritakan ini mengenai Kiai Abbas dari Buntet Pesantren. Saat Abah saya hendak mengaji kepada Kiai Abbas dengan membawa kitab Jam'ul Jawami', Kiai Abbas mengaku belum terlalu menguasai kitab itu, dan meminta Abah saya datang kembali membawa kitab tersebut beberapa hari ke depan. Rupanya Kiai Abbas menyimak dulu isi kitab ushul al-fiqh karya Imam al-Subki tersebut, dan kemudian setelah itu Abah saya dipanggil kembali dan Kiai Abbas dengan lancar mengajarkan isi kitab tersebut.

Dua kisah di atas saya ceritakan untuk menunjukkan kesungguhan para Kiai itu menuntut ilmu. Para Kiai itu membaca, menyimak dan memberi catatan isi kitab. Mereka menjadi alim bukan terjadi begitu saja. Sengaja diambil kisah dua kiai, yaitu KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Kiai Abbas. Kedua tokoh hebat pada masanya masing-masing ini lebih sering dibahas karomah beliau berdua ketimbang dikisahkan kesungguhan beliau berdua belajar menuntut ilmu.

Kiai Abbas, menurut penuturan Abah saya yang menjadi santri khususnya, sangat menguasai ushul al-fiqh dan ilmu fiqh perbandingan mazhab. Pengakuan Abah: "kuliah saya di al-Azhar Cairo terasa mudah dengan bekal ilmu yang sudah diajarkan Kiai Abbas".  Yang terkenal kemana-mana itu adalah peristiwa heroik 10 November dimana Kiai Abbas merontokkan pesawat sekutu dengan lemparan biji tasbih dan bakiaknya. Tentu saja Abah saya juga menceritakan berbagai karomah gurunya ini, namun setiap saya tanya apa wiridnya, Abah cuma berpesan: "belajar yang rajin saja Nak, belum waktunya membaca wirid macam-macam, nanti kalau kamu sudah jadi Kiai, kamu akan mengerti sendiri hal-hal gaib dan ajaib yang kamu tanyakan itu. Sekarang baca buku lagi!"

Dan kini kalau saya ceritakan kepada para santri bahwa saya meraih dua gelar PhD di dua bidang berbeda, di dua negara berbeda, dan saya selesaikan pada waktu yang bersamaan, spontan yang mereka tanya: "wiridnya apa sehingga bisa seperti itu?" Jarang yang tertarik bertanya bagaimana kesungguhan saya belajar sehingga bisa menyelesaikan dua program PhD tersebut. Lebih menarik bertanya doa dan wiridnya. Mungkin disangkanya lebih mudah wiridan ketimbang membaca buku.

Pesantren itu sejatinya lembaga pendidikan, bukan semata tempat orang belajar mistik apalagi klenik. Ini yang harus ditegaskan karena banyak kesalahpahaman. Selain kesannya ndeso, pesantren itu dikesankan tempat untuk belajar ilmu gaib. Orang tua menjadi takut mengirim anaknya ke pondok. Pulang dari pondok hobinya nanti menangkap jin. Sementara para santri ada sebagian yang bukannya belajar dengan tekun tapi malah sibuk mau jadi waliyullah dengan berharap mendapat ilmu laduni.  Bahwa Gus Dur dan Kiai Abbas memiliki karomah, tentu kita yakini itu. Tetapi karomah itu hanya bonus saja, hasil dari istiqamah para kiai yang luar biasa. Istiqamah menuntut ilmu dengan terus rajin belajar, membaca, berdiskusi, dan menulis --ini yang harus kita warisi dari para masyayikh dan guru-guru kita.

Ceritakanlah kepada khalayak bagaimana Mbah Sahal Mahfud membaca dengan tekun dan karenanya menulis berbagai kitab yang luar biasa. Di ruang tamu beliau berjejer kitab fiqh dari mazhab selain mazhab Syafi'i. Kitab dari mazhab Syafi'i malah ditaruh di bagian belakang. "Kenapa?" tanya Prof Martin van Bruinessen. Jawab Mbah Sahal kalem, "karena kitab dari mazhab Syafi'i sudah saya hafal semua."

Kisahkanlah di medsos bagaimana Kiai Ihsan Jampes mengarang kitab yang kemudian dijadikan rujukan di manca negara. Atau tolong mintakan kepada KH Ahmad Mustofa Bisri untuk berkenan bercerita proses kreatif beliau sehingga tercipta berbagai tulisan dan barisan puisi yang menyentuh jiwa dan mengundang kita untuk merenunginya.

Jikalau ini yang kita ceritakan, tidak semata soal karomah para Kiai, baru kemudian umat akan memahami bahwa pesantren itu juga gudangnya dunia ilmu pengetahuan. Dan mereka akan lebih apresiatif saat mengetahui bahwa zikir dan pikir telah menjadi satu tarikan nafas keseharian para Kiai.

Tabik,

Nadirsyah Hosen
Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School


Monday, August 14, 2017

Daftar Pesantren Mahasiswa di Malang

*Sebarkan!*
Bantu calon mahasiswa baru di kampus Malang untuk mendapatkan pesantren yg tepat agar terhindar dari virus radikalisme yg tumbuh di kampus kampus.

*Pondok pesantren mahasiswa terdekat dengan kampus UB, UIN, UM, ITN, Unisma, UMM, Unmer, Unikama dll)*

*Pondok Pesantren Luhur*
(Gus Danil / 081333123358/ 0341567520)
Jl. Gajayana Sumbersari Malang

*Ponpes Mahasiswa al Hikam*
(Gus Hilman / 081233363741/ 0341495375)
Jl. Cengger Ayam Lowokwaru Malang

*Ponpes Miftahul Huda*
(Gus Muhamad / 0341582174/
Neng Lilis / 081233933500)
Jl. Gading Kasri Malang Klojen Malang

*Ponpes Sabilur Rosyad*
(KH. Marzuqi Mustamar/ 0341564446
(Pengurus / 085755598733)
Jl. Raya Candi 6C Gasek Karangbesuki Sukun Malang

*Ponpes Anwarul Huda*
(Gus Nurul Yaqin/ 085649974848)
Jl. Raya candi 3 no 454 Karangbesuki Sukun Malang

*Ponpes Salafiyah Nurul Huda*
(Gus Shampthon/ 081555600830/
(Pengurus / 0341369187)
Jl. Kol. Sugiono 3B Mergosono Malang

*Ponpes Nurul Ulum*
(Gus Ali Mustofa/ 0813 3461 3999)
Jl. Satsuit Tubun Kacuk Malang

*Ponpes al Hikmah al Fatimiyah Puteri*
(Neng Syafiyah / 81334732137)
Jl. Joyosuko no 60A Lowokwaru Malang

*Ponpes al Mubarok*
(Gus Mamik / 082245451299/ 0341570782)
Jalan joyo mulyo 340 A Merjosari Lowokwaru Malang 65144

*Ponpes Darul Ulum Al Fadloli*
(Gus Suyuti / 0341582488)
Jl. Joyo Mulyo No.393, Merjosari, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65144

*Ponpes Miftahul Ulum*
(Gus Saifudin Arif/ 081805051414)
Jl. Raya Jetis Dau Mulyoagung Malang

*Ponpes Darul Falah*
(Gus M. Abdul Qohar/ 085232301333)
Jl. Pronoyudo Areng Areng (barat Dau)

*Ponpes at Taufiq*
(Gus Bahrul Ulum/ 081555627911)
Jl. Raya Mulyoagung Dau Malang

*Ponpes Mafatihul Muhtadin*
(Gus Samsul / 082330666695)
Jl. Masjid Rt. 14 /03 Pendem Mojorejo
Junrejo kota batu

*Ponpes  Hidayatul Mubtadiin*
(Gus Ayik Ubaidillah/ 085101157619)
Jl. Raya Dawuhan Tegalgondo (belakang UMM) Karangploso Malang

*Ponpes Manbaul ulum*
(Gus Haris / 085852532315)
Jl. Mojosantri Kajang Santren Mojorejo
Junrejo kota Batu

*Ayo Mondok*
Pesantren NU; Pandai mengaji dan cinta NKRI.

RMI Malang
(Gus Yazid / 0878733333552).


Sunday, August 13, 2017

Daftar Ulama Top yang Belum Haji

Ulama-ulama ahli fikih top yg gak pernah pergi haji. Tetapi alasan-alasannya ttg haji dan umroh sangat jelas seolah mereka tiap tahun berhaji.
Berikut daftar mereka:

1. Imam Ibnu Hazm (tokoh Mazhab Zhohiri dan pengarang kitab Al-Muhalla)

2. Imam Al-Baghowi (Pengarang kitab Syarh as-Sunnah dan At-Tahdzib Fi Al-Mazhab Asy-Syafi'i)

3. Imam Abu Ishaq Asy-Syirazi (pengarang kitab Al-Muhadzab Fi Al-Mazhab Asy-Syafi'i)

4. Imam Ibnu Sidah (pakar gramatika Arab dari Andalus dan pengarang kitab Al-Muhkam wabAl-Muhith Al-A'zhom)

5. Imam Muhammad bin Ali Ad-Damighoni (Hakim Agung pada masa Khalifah Al -Mustazhiry dan tokoh penting mazhab Hanafi)

6. Imam Ad-Dula'i (Khothib di masjid agung Damaskus bermazhab Syafi'i)

7. Imam Badaruddin Ibnu jama'ah (begawan Mazhab Syafi'i dan pengarang banyak kitab. Di antaranya adalah"Tazkirat As-Sami' wa Al-Mutakallim Fi adab Al-'Alim wa Al-Muta'allim)

8. Imam Abu Al-Laits As-Samarqondi (tokoh sentral Mazhab Hanafi dan pengarang kitab Tanbih Al-Ghofilin)

9. Imam Ad-Dirwal, Abdul Aziz Ar-Rab'i At-Tunisi (tokoh dlm segala bidanglus seorang shufi ternama)

10. Imam Muhammad bin Umar Jamaludin Al-'Awadi (Hakim Agung di masa Ar-Rasuli dan pengarang Syarah kitab An-Najm Fi Kalam Al-Arab wa Al-'Ajam)

11. Imam Abu Abdillah Al-Qairawani, Muhammad bin Sufyan Al-Maliki (pengarang kitab Al-Hadi Fi Al-Qiro'at As-Sab')

12. Dan banyak lainnya.


Tuesday, August 1, 2017

Indo Pesantren Mahasiswa di Surabaya

#AyoMondok
#PesantrenMahasiswa
#Surabaya

Selamat Datang Para Mahasiswa Baru. Kalian adalah pemimpin Indonesia di 1 Abad #IndonesiaMerdeka pada 2045 mendatang. Pastikan Kalian menjadi calon Pemimpin yang Berkarakter, Bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa dan #CintaTanahAir. Gali ilmu seserius mungkin, Raih prestasi akademik, lambungkan wawasanmu menembus cakrawala, jangan lupa rawat dan perdalaman ilmu agamamu kepada para Ulama melalui pondok pesantren

#InfoPesantren di Surabaya untuk Mahasiswa.

1. Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, diasuh KH Miftachul Akhyar, Jl. Kedung Tarukan No. 100 Tambaksari Kota Surabaya. (Asrama II/Baru di Lakarsantri dekat Kampus Baru UNESA). PIC: Qudus 081331341580

2. PP. Al Jihad, diasuh KH Imam Hambali, Jl. Jemursari Utara III/9 Wonocolo Kota Surabaya. Hotline: 081234660066

3. PP.  Al Jawi, diasuh Ust. H. Yardlo, Jemursari, Surabaya

4. PP An Nur diasuh KH. Imam Ghozali Said, Wonocolo Modin No. 10A Wonocolo Kota Surabaya.

5. Pesantren Luhur Al Husna, diasuh KH. Ali Maschan Musa, Jemursari Gang Lebar, Surabaya.

6. Pondok Pesantren Alfatah, Gus H. Saiful rijal, Sidosermo IV No 1 Surabaya. Telp 083830131338

7. Pondok Pesantren Shohihuddin, diasuh KH Abuamar, Sidosermo IV Gg XI/37 Surabaya, Telp. 031 8431453

8. Pondok Pesantren An Nuriyah, diasuh Ibu Nyai Hj. Ainur Rohmah,  Wonocolo Utara Surabaya, Telp. 031 8494437

9. Pondok Pesantren As Sholihin, diasuh KH. Nurul Akromin, Keputih Gg 3 No 52 Surabaya,   085101199039

10. Pondok Pesantren Nyai Hj Asfiyah Jl Lontar NO 132 Sambikerep, Kota Surabaya

Dapatkan informasi pesantren untuk Mahasiswa lainnya di Greater Surabaya melalui Pengurus RMI-NU Kota Surabaya. Personal in Charge: M. Kurdi +6281333070515


Friday, July 21, 2017

Antara Kiai NU dan non-NU

Ini kampanye Dajjal-Khawarij: yang haq dibilang batil, yang batil dibilang haq...

VIRALKAN ...!!

✔Kalau ulama NU dekat dgn pendeta, mereka bilang; "Ulama Liberal.."
Kalau ulama mereka dekat dgn pendeta, mereka bilang; "Ulama Cinta Damai.."

✔Kalau ulama NU dekat dgn Pengusaha, mereka bilang; "Ulama Duniawi.."
Kalau ulama mereka dekat dgn Pengusaha, mereka bilang; "Strategi Dakwah.."

✔Kalau ulama NU bertemu Penguasa, mereka bilang; "Ulama Suu' penghamba rezim dzolim.."
Kalau ulama mereka bertemu Penguasa, mereka bilang; "Ulama harus berbaik-baik dgn Umaro'.."

✔Kalau situs NU salah kutip berita, mereka bilang; "Dasar tukang dusta.."
Kalau situs mereka tiap hari menyebar hoax, fitnah dan dusta, mereka bilang; "Itu dakwah dunia Islam..

✔ Kalau NU memaafkan Ahok yg dizhalimi, mereka sebut NU kaum munafik... tapi kalau mereka merangkul Hary Tanoe itu disebut "membela orang teraniaya" ...

✔ Kalau NU membela sejumlah qawl penafsiran ayat 51 Q.S. al Maidah, mereka sebut itu pemerkosaan ayat untuk bela kafir penista agama .. tapi kalau mereka sendiri memperjualbelikan ayat untuk kepentingan korupsi (seperti koruptor p*s) dan politisasi agama (bela kasir HT misalnya) itu disebutnya jihad bela Islam, bukan penistaan ayat Quran

✔ Kalau NU dapat bantuan dari pemerintah, itu disebut NU jual diri ke penguasa....  tapi kalau mereka minta minta proyek atau bansos ratusan miliar di APBN/APBD tiap tahun itu disebutnya dukungan pemerintah untuk perjuangan umat Islam ...

✔ Kalau NU mendukung pembubaran HTI, NU disebut mendukung rezim otoriter anti demokrasi anti Islam... tapi kalau mereka memberontak ke NKRI dan menyebut Pancasila thoghut dan syirik, itu disebutnya menegakkan syariat Islam ...

✔ Kalau NU mengutuk terorisme, itu disebut pengalihan isu ... kalau ada teroris ditembak mati itu disebut pelanggaran HAM dan memusuhi Islam .. tapi kalau mereka sendiri bikin teror ke masyarakat hingga mengancam kehidupan bangsa, maka itu disebut sebagai amar makruf nahi munkar ....

✔ kalau ada seorang ulama wafat, disebut mati tidak wajar atau suul khatimah (naudzubillah) ... tapi kalau teroris mati dan dikuburkan itu disebut jasadnya harum wangi ...

KALAU ada muslim seperti Dajjal ini kelakuannya, berdoalaah di akhir bacaan tahiyat kedua:
ALLAHUMMA INNA NA'UDZU BIKA MIN FITNATIL MAHYA WAL-MAMATI WAMIN FITNATIL MASIHI-D-DAJJAL ... amiiinnn ya rabbal alamin...


Saturday, May 27, 2017

MUDIK BERKAH BERSAMA PW NU JAWA TIMUR

Mohon dibantu di share,
Di semua contact dan grup WA atau Medsos,
Semoga bermanfaat bagi semua,
Hanya dan untuk serta buat ALLAH SWT.

MUDIK BERKAH BERSAMA PW NU JAWA TIMUR
Hari Jum'at Tgl 23 Juni 2017 Jam 07.00

Dengan Tujuan
1. Surabaya = Madiun
2. Surabaya = Madiun = Ngawi
3. Surabaya = Madiun = Pacitan
4. Surabaya = Madiun = Ponorogo
5. Surabaya = Lamongan = Bojonegoro
6. Surabaya = Situbondo = Banyuwangi
7. Surabaya = Lumajang = Jember = Banyuwangi
8. Surabaya = Bangkalan = Pamekasan = Sumenep
9. Surabaya =  Kediri = Tulungagung = Trenggalek
Fasilitas Bis AC dan Bingkisan

Tempat Pendaftaran ;
Mulai Tgl 29 Mei 2017
Jam 09.00 - 16.00
Senen - Kamis dan Sabtu
Menyerahkan Foto Copy KTP / SIM dan KK
Gedung PWNU Jawa Timur
Jl.Masjid Al-Akbar Timur 9 Surabaya
Ust. Abd Syakur 081 330 109 847
Suprianto 081 230 509 789

MUDIK BERKAH BERSAMA PBNU

Gedung PBNU, Jl. Kramat Raya No. 164,
Jakarta Pusat pada hari Ahad, 18 Juni 2017.

Hari Sabtu, 3 Juni 2017
Pengambilan formulir calon peserta mudik,
Penukaran tiket / kepastian dapat seat,
Pada hari Sabtu, 10 Juni 2017.

Dengan kota tujuan ;
Indramayu - Cirebon,

Tegal, Cilacap, Pekalongan,
Semarang, Solo, Wonogiri, Yogyakarta,

Banyuwangi via Situbondo,
Malang, Mojokerto, Madiun,
Surabaya, Sumenep, Pamekasan,
Banyuwangi via Jember, Probolinggo,
Tulang Bawang dan Metro – Lampung.

Fasilitas Bis Ac dan Bingkisan

Syarat dan ketentuan cukup,
Menyerahkan identitas resmi,
Fotocopy KTP/SIM, dan Kartu Keluarga (KK).

Ibnu Hazein,
Ketua Panitia Mudik PBNU
(Call Center : Sekretariat LTM-PBNU Telp. 021-391 4886 / 391 3954 / WA. 0816 75 2251.


Daftar Perubahan Istilah Dalam Kurikulum 2013 Terbaru

*Penting Untuk Di Ketahui, Daftar Perubahan Istilah Dalam Kurikulum 2013 Terbaru*

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Bpk/Ibu Guru Di Seluruh Indonesia
*Berdasarkan PERMEN No 53/2015 dinyatakan tidak BERLAKU dan dirubah mnjdi PERMEN No 23/2016 tentang PENILAIAN revisi Kurikulum 13*
1. Istilah *KKM* berubah istilah dgn *KBM* ( Ketuntasan Belajar Minimal )
2. Istilah *UH* berubah istilah dengan *PH* ( Penilaian Harian ).
3. Istilah *UTS* berubah istilah dgn *PTS* ( Penilaian Tengah Semester )
4. Istilah *UAS* berubah istilah dgn *PAS* ( Penilaian Akhir Semester ) Gasal/Genap
5. Istilah *UKK* berubah *PAT* ( Penilaian Akhir Tahun )
*PAT* materi soalnya meliputi *semester GANJIL* *25 % dan semester *GENAP 75 %*
*> KENAIKAN KELAS LIHAT KBM ( 60 )*
a. Semester Ganjil = 55
b. Semester Genap = 65
--------------------------------------
*120 : 2 = 60 Tuntas*
--------------------------------------
Siswa dinyatakan *TIDAK NAIK KELAS*
1. Terdapat 3 nilai Mapel yang *KBMnya tidak TUNTAS.*
2. Nilai Pengetahuan Ki.3 harus Tuntas.
3. Nilai Ketrampilan Ki.4 harus Tuntas.
4. Ki.1 dan Ki.2 harus BAIK.
KKM ( KBM ) semua mapel sama.
Ki 1 dan Ki 2 Observasi guru dalam jurnal yang ditulis yang *KURANG dan yang AMAT BAIK*
1) Sikap dikatakan Tuntas, jika predikat minimal B (baik)
2) Pengetahuan dan Keterampilan , dikatakan Tuntas jika predikat Minimal C.
3) K-13: Sebuah mapel dikatakan Tuntas , jika Pengetahuan dan keterampilan Tuntas.
4) 2006: Sebuah mapel dikatakan tuntas jika pengetahuan dan keterampilan (jika ada keterampilan), dan sikap tuntas.
5) Tidak perlu bingung dg Prefikat C pada mapel Pengetahuan dan Keterampilan, krn C berarti sdh Tuntas.
6) Predikat untuk Pengetahuan dan Keterampilan, didasarkan pd KKM masing2 sekolah.
Contoh:
jika KBM 75,
maka
< 75. = D (tidak tuntas)
75-82. = C (tuntas dg cukup)
83 - 90. = B (tuntas dg baik)
91-100. = A (tuntas dengan sangat baik)
7) Jadi jangan menaik-naikkan nilai untuk mengejar B, atau menurunkan KBM dari yg sdh ditetapkan masing2 sekolah.
8) Predikat pengetahuan dan keterampilan tidak berpengaruh pada SNMPTN.
*REMIDI* ---> Materi yang pernah diujikan.
1. Permendikbud No.20 Th 2016 tentang *STANDAR KOPETENSI LULUSAN*
( Permendikbud No.54 Th.2013 dinyatakan *TIDAK BERLAKU* ).
2. Permendikbud No.21 Th 2016 tentang *STANDAR ISI PENDIDIKAN DASAR dan MENENGAH*
( Permendikbud No.65 Th.2013 dinyatakan *TIDAK BERLAKU* ).
3. Permendikbud No.22 Th 2016 tentang *STANDAR PENDIDIKAN DASAR dan MENENGAH*
( Permendikbud No.54 Th.2013 dinyatakan *TIDAK BERLAKU* ).
4. Permendikbud No.23 Th 2016 tentang *STANDAR PENILAIAN*
( Permendikbud No.66 Th.2013 dan Permendikbud No.104 tahun 2014 dinyatakan *TIDAK BERLAKU* ).
3. Permendikbud No.24 Th 2016 tentang *KOPETENSI INTI dan KOPETENSI DASAR*

Sharing kebijakan Revisi Kurikulum 13 serta dasar hukum peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI no.20.21.22.23.24 tahun 2016


Monday, May 15, 2017

Kisah Nabi Nuh (2)

KISAH  NABI  NUH  AS  ( 2 )

JIBRIL  memberikan  pengarahan  agar  NUH  mendatangi  daerah,
Yang  pada  saat  itu  sedang  dikuasai  oleh  orang  kuat,
Ia  amat  sombong  dan  tidak  mau  menerima  petunjuk,
Namanya  DARMASYIL  keturunan  QOBIL,

Ia  dan  qoumnya  menyembah  5  berhala  yang  besar,
Pada  sekeliling  5  berhala  tersebut  terdapat  1700  berhala,
Berhala  tersebut  diletakkan  di  beberapa  kamar,
Dalam  sebuah  gedung  yang  dibangun  dari  marmer,
Lebar  setiap  kamar  itu  1000  dzira'  x  1000  dzira',
Ukuran  meter  kurang  lebih  500 m  x  500 m,

Mereka  menyalakan  api  unggun  pada  sekeliling  berhala,
Mereka  menyembelih  hewan  qurban  untuk  berhala  tersebut,
Lalu  bersujud  bersama-sama  mengagungkan  para  berhala  itu,
Mereka  memainkan  beberapa  alat  musik  yang  melalaikan,
Mereka  memukul  gendrang  dan  simbal  serta  berdansa,

Mereka  minum  minuman  yang  memabukkan,
Lalu  bezina  dengan  terang-terangan  tanpa  ditutup,
Memilih  pasangan  sendiri-sendiri  tanpa  batas  dan  ikatan,
Mereka  melakukan  sex  bebas  dengan  gaya  binatang,

Ketika  Nabi  NUH  datang  didaerah  tersebut,
Beliau  naik  di  atas  tempat  yang  tinggi  dan  menengadah,
Beliau  berdo'a  :

"Ya  Alloh,……………
Dengan  Nur  Muhammad,
Hendaklah  kiranya  Tuhan  molong  kami,
Untuk  menghadapi  mereka",

Mereka  amat  banyak  jumlahnya,
Kemudian  Nabi  NUH  berdiri  dan  memanggil-manggil,
Suaranya  keras  dapat  didengar  oleh  penduduk  daerah  tersebut,

"Wahai  qoum,………..
Aku  datang  dari  sisi  Tuhan  seluruh  alam  kepada  kalian,……
Aku  mengajak  kalian  untuk  menyembah-Nya,……………
Dan  aku  melarang  kalian  dari  menyembah  berhala………….",
 
Subhanalloh,…….. 

Suara  Nabi  NUH  menggema  memenuhi  jagat  timur  dan  barat,
Berhala-berhala  berjatuhan  dari  kursi-kursinya,
Para  dayang  dan  pelayan  terkejut  dan  bingung,
Darmasyil  tokoh  yang  amat  disegani  itu  pingsan,

Ketika  Darmasyil  siuman  dan  dia  telah  kembali  sadar,
Ia  bertanya  :  "Suara  apa  gerangan  yang  kalian  dengar  ?"

Qoumnya  menjawab  :
"Itu  suara  seseroang  yang  disebut-sebut  "NUH",
Dia  itu  gila  dan  pada  otaknya  terdapat  cacat",

Raja  Darmasyil  berkata  :  "Bawa  dia  kemari  !" 
Maka  para  staf  kerajaan  menangkap  NUH,
Dan  membawanya  ke  hadapan  Raja  Darmasyil,
Maka  Raja  menginterviu  Nabi  NUH,

RAJA  bertanya   : 
"Siapa  kamu  ini  dan  untuk  apa  kamu  datang  kemari  ?",

NUH  menjawab  : 
"Aku  NUH  utusan  Tuhan  seluruh  alam,
Datang  kemari  membawa  risalah  agar  kalian  iman  kepada  Alloh,
Dan  meninggalkan  penyembahan  terhadap  berhala",

RAJA   berkata  : 
"Jika  engkau  gila  aku  akan  mengobati  kamu, 
Jika  engkau  miskin  aku  akan  memberimu  uang,
Jika  engkau  punya  hutang  aku  yang  akan  mengembalikannya",

NUH   menjawab  : 
"Aku  sehat,  Aku  tidak  gila",
Aku  bukan  orang  miskin  dan  bukan  orang  faqir,
Aku  tidak  punya  hutang",  Aku  hanya  seoran  Rasul  Alloh",

Ketika  Raja  Darmasyil  mendengar  jawaban-jawabannya,
Maka  ia  marah  dan  berkata  :
"Andaikan  ini  bukan  waktu  peringatan  hari  besar,
Niscaya  aku  bunuh  dia  dengan  pembunhan  yang  terburuk,

Bersambun ...


Kisah Nabi Nuh (1)

KISAH  NABI  NUH  AS  ( 1 )

Nabi  NUH  itu  cicit  Nabi  IDRIS  AS,
NUH  bin  LAMIK  bin  MUTAWASYLIH  bin  IDRIS,

Al Kisa'i  menuturkan  bahwa :
NUH  itu  namanya  adalah  ABDUL  GHOFFAR /  YASYKAR,
Dia  disebut  NUH  disesuaikan  dengan  maknanya  "Meratap",
Ia  disebut  NUH  sebab  sering  meratap  dan  menangis,
Ketika  ingat  kesalahan  yang  pernah  ia  lakukan  ia  menangis,

Al  Kisah,……………
Pada  suatu  hari  ia  melihat  anjing  yang  punya  4  mata,
Maka  ia  mengatakan  :  "Anjing  ini  kok  buruk  amat  sih",

Tiba-tiba  anjing  itu  berkata  :
"Wahai  Abdul  Ghoffar,  Engkau  mencela  ciptaan,
Ataukah  mencela  Dzat  Yang  Maha  Pencipta  ?
Jika  engkau  mencela  pada  ciptaan,
Maka  seandainya  hal  ini  aku  yang  menciptakannya, 
Niscaya  aku  tidak  memilih  menjadi  anjing,
Jika  cacat  ini  terletak  pada  Dzat  Yang  Maha  Pencipta,
Sungguh  Dia  tidak  pernah  cacat,  Dia  Maha  Berkehendak",

Nabi  NUH  merasa  melakukan  kesalahan  yang  amat  besar,
Maka  setiap  ingat  peristiwa  ini  NUH  mesti  menangis,

Wahb  bin  Manbah  bercerita  bahwa  :
Ketika  NUH  sudah  berusia  480  tahun, JIBRIL  datang  kepadanya,

Mereka  berdua  bercakap-cakap  :
NUH  :  "Siapakah  anda  ini  wahai  lelaki  yang  tampan  ?"
JIBRIL  :  "Aku  utusa  Tuhan  semua  alam",
NUH  :  "Untuk  apa  anda  datang  kemari ?",
JIBRIL  : "Aku  datang  membawa  perintah  dari  Alloh",
NUH  :  "Perintah  apakah  itu  ?"
JIBRIL  :  "Engkau  dinubatkan  sebagai  RASUL ALLOH"

Alloh  berfirman  :

إِنَّا أَرْسَلْنَا نُوِحًا إِلٰى قَوْمِهِ  أَنْ أَنْذِرْ قَوْمَكَ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتُيَهُمْ عَذَابٌ أَلِيْمٌ    

Sesungguhnya  Kami  telah  mengutus  Nuh  kepada  kaumnya,
"Berilah  kaummu  peringatan,
Sebelum  datang  kepadanya  azab  yang  pedih",
( Nuh  :  1 )

Kemudian  JIBRIL  memberi  pakaian  pejuang  kepadanya,
Memberikan  ikat  kepala  dengan  serban  pertolongan,
Mengalungkan  padanya  pedang  kekokohan  di  lehernya,

Lalu  JIBRIL  berkata  :
Pergilah  kamu  ke  tempat  musuh  Alloh,
Yaitu  Darmasyil  bin  Qoumil  bin  Jija  bin  Qobil  bin  Adam  AS,

Darmasyil  adalah  orang  yang  adigang  adigung  adiguna,
Dialah  pertama  kali  orang  yang  memeras  anggur  untuk  miras,
Dialah  pertama  kali  orang  yang  minum  minuman  memabukkan,

Dia  juga  orang  pertama  yang  bermain  judi,
Dia  juga  orang  pertama  pemakai  baju  bersongket  emas,
Dia  dan  qoumnya  menyembah  lima  berhala  yang  besar,
Yaitu  :   Wadd,  Suwa',  Yaghuts,  Ya'uq,  Nasr,

وَقَالُوْا لَاتَذَرُنَّ اٰلِهَـــتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوْثَ وَيَعُوْقَ وَنَسْرًا

Dan  mereka  berkata:
"Jangan  sekali-kali  kamu  meninggalkan  tuhan-tuhan  kamu,
Dan  jangan  pula  sekali-kali  kamu  meninggalkan :
Wadd,  dan  jangan  pula  Suwa',   Yaghuts,   Ya'uq   dan  Nasr. 
(  Nuh  :  23 ).

Berhala-2  tersebut  didudukkan  di  atas  kursi  emas,
Dihiasi  dengan  batu-batu  permata  yang  sangat  indah,
Dilengkapi  dengan  para  dayang  dan  pelayan,
Para  dayang  dipekerjakan  pada  waktu  siang  dan  malam,
Setiap  tahun  diperingati  sebagai  hari  besar,
Dan  diselenggarakan  penyembahan  berhala  secara  massal,

Mereka  menyalakan  api  unggun  pada  sekeliling  berhala,

Bersambung...


Saturday, May 13, 2017

Pertanyaan untuk HTI by Syarief Hade

#TentangHTI

Selasa lalu saya bertemu mahasiswa bimbingan saya. Dia sedang menulis tesis tentang pemberitaan media Arab terkait khilafah. Analisis wacana kritis dipakainya sebagai pisau bedah.

Sedari awal saya sudah curiga, dia simpatisan HTI. Betul saja, ternyata kemudian saya tahu dia tidak hanya simpatisan, tapi juga aktivis dan memegang posisi cukup strategis di bagian media HTI.

Selama ini saya selalu senang bila membimbing mahasiswa-mahasiswa yang berbeda ideologi dengan saya. Seperti kepada mahasiswa-mahasiswa lain yang berbeda ideologi, saya selalu berusaha memberi ruang diskusi agar saya mendapat informasi tentang ideologinya dan dia pun mendapatkan versi informasi dari saya, yang mungkin saja berbeda.

Seperti sering saya dengar dari mereka yang menjadi pendukung ideologi ini, dia juga menyampaikan bahwa dia memilih ideologi ini karena menganggap itu bagian dari ber-Islam secara kaffah.

Dia merasa pemilihan ideologi ini justru tidak bertentangan dengan NKRI, karena khilafah justru mengembalikan kejayaan Nusantara. Tidak hanya dari dari Sabang sampai Merauke, tapi akan diperluas menjadi dari Sabang sampai Maroko.

Dia juga menyampaikan sudah banyak yang simpati pada HTI. Hari ini mungkin sudah ada sekitar 2 juta simpatisan HTI, katanya hari itu. Dan, penerimaan ormas Islam terhadap HTI juga semakin baik. Terbukti saat HTI hendak dibubarkan, pembelaan justru banyak berdatangan dari ormas-ormas Islam.

Saya menyimak dengan seksama semua penjelasannya. Saya mencoba memahami argumen dan fakta yang disampaikannya. Meskipun tak banyak sesuatu yang baru yang saya dengar, tapi ada juga yang saya dapatkan.

Lalu, tiba giliran saya untuk menyampaikan beberapa hal yang saya pikirkan selama ini tentang ideologi yang diusung-usung kawan-kawan di HTI. O iya, masalah khilafah ini sudah lama jadi minat saya. Skripsi, tesis, dan penelitian saya banyak membicarakan khilafah dalam berbagai aspeknya. Berikut beberapa hal yang saya sampaikan:

1. Saya menanyakan soal nash sharih baik dari Alquran atau hadis yang mengharuskan penerapan ideologi khilafah itu. Apakah ada ayat-ayat atau hadis-hadis yang memang mendorong bahkan mewajibkan ideologi khilafah, yang berhasil digali oleh kawan-kawan HTI, selain yang selama ini saya dengar.

2. Jargon "khilafah adalah solusi" menurut saya terlalu berlebihan. Saya khawatir orang akan punya ekspektasi berlebihan. Padahal, faktanya di dalam sejarah pemerintahan khilafah juga punya masalah. Dan pada akhirnya, tetap saja kembali kepada orang-orang penyelenggara negara itu. Toh, jargon itu juga tidak ada dalilnya.

3. Apa upaya kawan-kawan HTI dalam mencari titik temu dan menyatukan paham ormas-ormas Islam di Indonesia? Apakah kehadiran HTI selama ini diterima oleh ormas-ormas itu, atau justru dianggap sebagai bagian dari masalah.

Ini penting karena bila menyatukan ormas-ormas Islam saja belum sanggup, maka tentu saja menyatukan komponen bangsa non-Islam untuk menerima ideologi khilafah tentu lebih sulit lagi, apalagi menyatukan orang-orang lintas bangsa dan negara.

4. Mengapa HTI dalam memperjuangkan ideologi khilafah justru tidak masuk dalam struktur dan sistem pemerintahan? Bukankah perubahan ideologi paling mungkin dilakukan secara konstitusional dengan masuk dalam sistem dan struktur pemerintahan.

Dalam konteks ini, PKS justru lebih realistis. Maka, tak mengherankan bila ada tuduhan "makar" dan tuduhan sejenis kepada HTI karena faktanya HTI berupaya mengubah ideologi negara tanpa masuk menjadi bagian dalam sistem bernegara.

5. Sebutkan satu saja ulama di HTI yang secara keilmuan bisa diterima pemahaman dan keilmuan agamanya oleh mayoritas tokoh-tokoh ormas-ormas Islam di Indonesia.

Ini penting. Sebagai ideolog, dia harus orang yang memiliki otoritas, apalagi ideologi ini kan menggunakan bendera agama. Harusnya ada ulama-ideolog yang punya kemampuan pemahaman dan penguasaan teks Arab klasik dan modernnya di atas keilmuan dan pemahaman ulama-ulama ormas lainnya.

Bila itu ada, tentu tinggal tunggu waktu saja ideologi ini bisa diterima oleh masyarakat. Namun bila tidak atau belum ada, maka ideologi ini hanya akan menarik orang-orang yang baru kenal Islam, dan masih butuh perjuangan yang besar untuk meyakinkan umat Islam Indonesia agar bisa menerima, apalagi yang selama ini sudah berormas.

Itu yang saya sampaikan kepadanya. Namun, tak banyak sanggahan yang disampaikannya. Mungkin dia gak enak menyanggahnya, karena saya pembimbing tesisnya. Hehe.

Lalu, dia berjanji besok akan memberi buku tentang khilafah kepada saya, dan itu pun dipenuhinya, meski hingga saat saya belum sempat melihat dan membacanya. Semoga saya bisa menggali sesuatu yang baru dari buku itu. Paling tidak memperkuat asumsi saya bahwa HTI itu tidak perlu dibubarkan, tapi perlu didekati, dipahamkan, dan diajak berdiskusi.

~ Syarif Hade


Sunday, April 23, 2017

Empat Nasihat Kiai Nasrullah

T-I-T-I
Empat Nasihat Kiai Nasrullah

Nasihat ini disampaikan saat muwaddaah kelas XII Ma Tarbiyatut Tholabah yang berlangsung Ahad (23/04/2017) di aula YPP Tabah. Diharapkan, empat nasihat ini bisa menjadi bekal bagi seluruh santri dan lulusan MA Tabah dalam menjalani episode kehidupan berikutnya.
Empat nasihat inilah yang disebut akan dapat menjadi kunci kesuksesan santri di masa mendatang.

》● T ● yang pertama
TAAT
Taat ~ Kepada Allah
            Kepada Rasulullah saw
            Kepada Guru dan ulama
            Kepada Orangtua

Dimana pun berada, dalam kondisi apapun, taat harus menjadi pegangan dalam kehidupan
Saat bekerja, saat mengajar, saat berbisnis, atau saat-saat lainnya.
Karena, siapa yang taat, maka akan selamat dan ilmunya manfaat.

》● I ●
IKHLAS (Legowo)
Dapat rejeki banyak ikhlas dan legowo
Dapat rejeki sedikit, juga ikhlas dan legowo pada pemberian Allah
Ibadah, juga ikhlas semata karena Allah
Kuliah, ikhlas semata mencari ridho Allah
Mengajar, ikhlas lillahi ta'ala
Beramal pun, harus terus ikhlas karena Allah

Sebab,
Tanpa ikhlas, ibadah tidak diterima
Tanpa ikhlas, amalan pun tidak memberi manfaat

》 ● T ●
TAWADLU' (Rendah Hati)

Ora rumongso pinter, Ora rumongso alim
Tapi, kudu pinter rumongso

Setinggi apapun titel sarjana Sampeyan
Sehebat apapun ilmu Sampeyan
Tapi, kalau sombong dan tidak tawadlu',
Tidak akan ada yang mau mendekati
Semua orang membencimu

Tapi, kalau tawadlu, semua orang suka padamu

Karena itu,
Kalau pengen mulia dimata Allah dan masyarakat,
Harus tawadlu', jangan sombong dan takabur

Ta'dzim pada guru, adalah salah satu bentuk tawadlu'
Jangan mentang-mentang kuliahnya lulusan luar angkasa, lalu meremehkan guru yang pernah mengajarnya di tingkat dasar.

Ta'dzim ke guru adalah bentuk memuliakan orang berilmu
Dan, memuliakan orang berilmu itu sama dengan memuliakan ilmu

》 ● I ●
ISTIQOMAH

Pengen bejo, kudu istiqomah
Pengen sukses, kudu istiqomah
Pengen ilmu manfaat, kudu istiqomah

Sebab,
Istiqomah itu lebih baik daripada seribu karomah.

Kranji,
PP TABAH KRANJI
23 April 2017

Disarikan dan dibahasakan ulang oleh MS. Kholid dengan penambahan kalimat seperlunya. Tanpa mengurangi inti ceramah.

Yang minta ditag ini:


Empat Tipe Manusia

4 Macam Manusia

#1 ~
Wong Pinter, Tur Bener

Ini tipe orang paling hebat
Ditaruh di mana saja sukses
Disuruh ngurus umat di belahan manapun dunia, pasti berhasil
Jadi ulama dan Kiai, sukses mendidik umat dan santri
Jadi pejabat atau rakyat, bisa menempatkan diri

#2 ~
Wong Bener, Tapi Ora Pinter

Lumayan.
Jadi rakyat, bisa menempatkan diri
Jadi santri, mengerti akhlake santri
Jadi masyarakat, yo gak bikin rusuh

Dititipi barang, amanah
Anda berdagang dengannya, juga aman dan lancar
Ia mudah mendapat teman dan kawan
Banyak orang suka bergaul dengan tipe kedua ini

#3 ~
Ora Pinter, Yo Ora Bener

Jenis ini paling repot ngurusnya
Susah diatur
Diajak bareng2 benar, tidak mau malah sok paling pinter
Semua orang membencinya
Gak ada yang suka

Ada panitia Agustusan, gak diajak
Ada panitia Qurban, gak diajak
Panitia Muludan, gak diajak
Panitia orkesan juga gak diajak

Bisa terasing hidupnya

#4 ~
Pinter, tapi Ora Bener

Ini tipe orang paling berbahaya
Jangan sampai ada santri Kranji yang seperti ini

Sampeyan bisnis dengan orang ini, bahaya
Gak aman bisnis Sampeyan
Sampeyan tunjuk mereka jadi pimpinan
Gak amanah dengan jabatannya

Coba lihat,
Tersangka korupsi2 itu pinter apa bodoh?
Pinter2 semua.
Sayangnya, tidak bener

PP Tabah Kranji
23 April 2017

*Disarikan dari ceramah yang disampaikan KH Salim Azhar Sabartas
saat Muwaddaah Ma Tarbiyatut Tholabah

By @mskholid

Cc: Kiai Kecil Ajieb Tenan


Tuesday, April 11, 2017

Model-model Seragam Kerja Bahan Drill

Model-model Seragam Kerja Bahan Drill

Ini beberapa contoh model yang seragam yang digunakan untuk karyawan kantor, karyawan pabrik, bengkel, dan lain-lainnya.
Standard bahan yang digunakan untuk seragam macam ini biasanya adalah Drill.

Jenis drill sendiri mempunyai beberapa macam. Tergantung kualitas. Harganya pun beda.
Namun, yang paling umum dipakai ialah; Yasuka Drill, One Drill, Japan Drill, American Drill, dan Nagata Drill.

Di antara beberapa jenis kain Drill di atas, Nagata adalah kain yang paling mahal. Teksturnya memang cenderung lebih lembut dibanding yang lainnya.

Jenis kain Drill punya ciri khusus dengan seratnya yang bergaris-garis.



WJL KONVEKSI
Tritunggal Babat Lamongan
0856 4625 2020 wa
0852 1871 5073


Saturday, March 4, 2017

Pak Dzakir, Sahabat yang Bisa Diandalkan

Pak Mudzakir:
Sahabat yang Bisa Diandalkan

[Serial Guru Tabah]

Saat saya masih kelas MI di Kranji (lulus 1996), Pak Mudzakir belum aktif mengajar di kelas. Kesibukan beliau waktu itu sebagai Kepala TU. Dengan jabatan dan tugas itu, beliau mempunyai peranan vital dalam administrasi madrasah. Apalagi sebagai sosok muda pekerja keras, beliau bisa dibilang lebih banyak menghabiskan waktu di sekolahan (ngurusi sekolahan) daripada di rumah.

Ketika itu, yang menjabat sebagai kepala sekolah MI adalah Kiai Sjafi' Ali, sosok kepala sekolah yang (sepertinya) tak tergantikan. Nah, urusan dapur administrasi dan per-kertasan, semuanya dihandle oleh Pak Dzakir, panggilan akrabnya.

Ketika (almarhum) Bapak (Fadlol) menjabat sementara sebagai kepala sekolah MI, Pak Mudzakir ini adalah mitra utama dalam mengurusi tetek bengek sekolahan. Apalagi, beliau ini bisa dibilang mengerti semua jeroan madrasah ibtidaiyah Kranji. Ditambah bekal pengalaman dan ilmu yang ditularkan oleh Kiai Sjafi' dulu.

"Urusan sekolah, serahkan Pak Dzakir saja. Pasti beres!" Ucapan Bapak dulu.

Dan, memang kenyataannya seperti itu.
Semua beres di tangan Pak Dzakir.

Berbekal pengalaman bertahun-tahun mendampingi beberapa kepala sekolah, beliau kemudian ditunjuk sebagai pengganti kepala sekolah sebelumnya (Almarhum Pak Atmono). Pilihan itu jelas salah satu keputusan terbaik, menilik pengalaman beliau yang kenyang berkecimpung di MI Tabah.

Tak hanya soal urusan sekolah, Pak Dzakir bisa diandalkan.
Ketika saya dan Mbak saya Aizzah Farihah kuliah di Jakarta, Bapak sering kesulitan uang.
Nah, Pak Dzakir lah beberapa kali menjadi solusi yang bisa diandalkan.
Beliau hampir selalu ada dana, saat Bapak butuh pinjaman.

Bahkan, ketika Bapak meninggal, masih ada hutang pada Pak Dzakir.
Alhamdulillah, langsung bisa kami lunasi begitu bapak meninggal.
Begitulah, beliau adalah rekan dan sahabat yang bisa diandalkan; urusan sekolah dan urusan luar sekolah.

Selamat jalan, Pak Dzakir.
Selamat menjemput surga Allah di alam berikutnya.
Saya bersaksi engkau orang baik.
Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun

Kranji, 05 Maret 2017
@MSKholid
Teacher
《Konveksi Kaos & Sablon》


Wednesday, February 22, 2017

Sekilas tentang Arya Penangsang

ARYA PENANGSANG
(Cerita singkat)

Arya Penangsang atau Arya Jipang atau Ji Pang Kang adalah Raja Adipati Jipang memerintah pada pertengahan abad ke-15. Pengikutnya melakukan pembunuhan terhadap Sunan Prawoto sebagai balas dendam karena Sunan Prawoto telah membunuh P. Surowiyoto (Sekar), Bapak dari P. Arya Penangsang demi menaikkan Trenggana (Bapak Sunan Prawoto) menjadi Raja Demak ke 3. Arya Penangsang lalu menjadi raja Demak ke 5 atau Penguasa terakhir Kerajaan Demak dan memindahkan pusat Pemerintahan nya ke Jipang, sehingga pada masa itu dikenal dengan sebutan Demak jipang. Namun pada tahun 1554 Arya penangsang tewas dibunuh Pasukan pemberontak kiriman Hadiwijaya, penguasa Pajang. Riwayat mengenai Arya Penangsang tercantum dalam beberapa serat dan babad yang ditulis ulang pada periode bahasa Jawa Baru (abad ke-19), seperti Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda. Arya Penangsang juga terkenal sakti mandraguna serta memiliki kepribadian yang tegas dan kukuh, baginya tidak ada kata kompromi dalam membela dan mempertahankan kebenaran. Sifat yang demikian ternyata telah membuat gerah banyak pihak, alhasil entah siapa yang mengomandoi para generasi penulis sejarah ini sehingga secara keroyokan telah menghakimi sejarah P. Arya Penangsang. Disebutkan dalam tulisan sejarahnya bahwa Arya Penangsang adalah orang yang punya kepribadian kurang baik, pemberontak dan pembunuh, tempramental serta kurang sabar dalam melakukan sesuatu. Selain itu Arya Penangsang juga memiliki adik yang bernama Arya Mataram.

Silsilah.

Menurut Serat Kanda, Ayah dari Arya Penangsang adalah Surowiyoto atau Raden Kikin atau sering disebut juga sebagai Pangeran Sekar, ia adalah putra Raden Patah raja Demak pertama. Ibu Raden Kikin adalah putri Raja Jipang sehingga ia bisa mewarisi kedudukan kakeknya. selain Raden kikn ,Raja Demak Raden Patah juga memiliki dua putra lagi yaitu Adipati Unus (putra pertama ) dan Raden Trenggono.

Pada tahun 1521 anak pertama Raden Patah yang bernama Adipati Kudus (orang Portugis menyebutnya Pate Unus, dikenal juga sebagai Pangeran Sabrang Lor, melakukan penyerangan ke Malaka yang saat itu wilayah ini dikuasai Portugis) Ia gugur dalam perang itu. Kedua adiknya, yaitu Raden Kikin dan Raden Trenggana saling berebut takhta .

Raden Kikin memiliki 2 orang putra yang bernama Arya Penangsang dan Arya Mataram, sedangkan Raden Trenggana memiliki putra pertama bernama Raden Mukmin atau yang disebut juga sebagai Sunan Prawoto . Raden Mukmin membunuh pamannya yang bernama Raden Kikin sepulang salat Jumat di tepi sebuah sungai dengan menggunakan keris Kyai Setan Kober yang dicurinya dari Sunan Kudus. Sejak saat itu, Raden Kikin terkenal dengan sebutan Pangeran Sekar Seda ing Lepen ("Bunga yang gugur di sungai").

Sepeninggal Raden kikin Arya Penangsang menggantikan kedudukan ayahnya sebagai Adipati Jipang. Saat itu usianya masih anak-anak, sehingga pemerintahannya diwakili Patih Matahun. Ia dibantu oleh salah satu senapati Kadipaten Jipang yang terkenal bernama Tohpati. Wilayah Jipang sendiri saat ini terletak di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Raden Trenggana naik takhta Kerajaan Demak sejak tahun 1521. Pemerintahannya berakhir saat ia gugur di Panarukan, Situbondo tahun 1546. Raden Mukmin menggantikan sebagai raja keempat bergelar Sunan Prawoto.

Pada tahun 1549 Arya Penangsang membalas kematian Raden Kikin dengan mengirim utusan bernama Rangkud untuk membunuh Sunan Prawoto dengan Keris Kyai Setan Kober. Rangkud sendiri tewas saling bunuh dengan korbannya itu.

Ratu Kalinyamat, adik Sunan Prawoto, menemukan bukti kalau Sunan Kudus terlibat pembunuhan kakaknya. Ia datang ke Kudus meminta pertanggungjawaban. Namun jawaban Sunan Kudus bahwa Sunan Prawoto mati karena karma,pernyataan sunan ini membuat Ratu Kalinyamat kecewa.

Ratu Kalinyamat bersama suaminya pulang ke Jepara. Di tengah jalan mereka diserbu anak buah Arya Penangsang. Ratu Kalinyamat berhasil lolos, sedangkan suaminya, yang bernama Pangeran Hadari, terbunuh.

Arya Penangsang kemudian mengirim empat orang utusan untuk membunuh Hadiwijaya , menantu Raden Trenggana yang menjadi Adipati Pajang, namun ke empat utusan itu dapat dikalahkan Hadiwijaya dan dipulangkan secara hormat bahkan di beri hadiah pakaian Prajurit oleh Hadiwijaya.

Kemudian Hadiwijaya ganti mendatangi Arya Penangsang untuk mengembalikan keris Kyai Setan Kober. Keduanya lalu terlibat pertengkaran dan didamaikan Sunan Kudus. pada kesempatan itu sunan kudus memberikan tuah rajah yang sedianya disiapkan untuk tempat duduk Hadiwijaya, akan tetapi atas nasihat dari salah satu punggawanya adipati Pajang Hadiwijaya tidak menempati nya yang lalu diduduki oleh Arya Penangsang, padahal sebelumnya telah di wanti-wanti oleh sunan kudus agar tidak menempati tempat yang telah di beri Tuah rajah Kalacakra itu.

Setelah Hadiwijaya pulang Sunan Kudus menyuruh Arya Penangsang melakukan puasa 40 hari untuk menghilangkan Tuah Rajah Kalacakra.

Sayembara

Dalam perjalanan pulang ke Pajang, rombongan Adipati Pajang Hadiwijaya singgah ke Gunung Danaraja tempat Ratu Kalinyamat bertapa. Ratu Kalinyamat mendesak Hadiwijaya agar segera membunuh Arya Penangsang, dirinya yang mengaku sebagai pewaris takhta Sunan Prawoto, berjanji akan menyerahkan Demak dan Jepara jika Hadiwijaya menang.

Hadiwijaya segan memerangi Arya Penangsang secara langsung karena merasa dirinya hanya sebagai mantu keluarga Demak. Maka diumumkanlah sayembara, barangsiapa dapat membunuh Arya Penangsang tersebut, akan memperoleh hadiah berupa tanah Pati dan Mataram.

Kedua kakak angkat Hadiwijaya, yaitu Ki Ageng Pemanahan dan Ki Panjawi mendaftar sayembara itu.demikian juga putra kandung ki ageng pemanahan yang bernama Sutawijaya ikut pula mendaftar dalam sayembara. Oleh karenanya Hadiwijaya mengerahkan pasukan Pajang dan memberikan Tombak Kyai Plered, untuk membantu Ki Ageng Pemanahan dan putra kandung nya, yaitu Sutawijaya untuk mengalahkan Sultan Demak 5 Arya penangsang .

Kematian.

Ketika pasukan Pajang datang menyerang Kotaraja Jipang, saat itu P. Arya Penangsang sedang akan berbuka setelah keberhasilannya berpuasa 40 hari. Surat tantangan atas nama Hadiwijaya membuatnya tidak mampu menahan emosi. Apalagi surat tantangan itu dibawa oleh pekatik-nya (pemelihara kuda) yang sebelumnya sudah dipotong telinganya oleh Pemanahan dan Penjawi. Meskipun sudah disabarkan adik Arya Penangsang ( Arya Mataram), Penangsang tetap berangkat ke medan perang menaiki kuda jantan yang bernama Gagak Rimang.

Kuda Gagak Rimang dengan penuh nafsu mengejar Sutawijaya yang mengendarai kuda betina, melompati bengawan. Perang antara Pasukan Pajang dan Jipang terjadi di dekat Bengawan Sore. dalam perang itu perut Arya Penangsang robek terkena tombak Kyai Plered milik Sutawijaya. Meskipun demikian kesaktian yang dimiliki oleh Arya Penangsang membuatnya tetap bertahan. Ususnya yang terburai dililitkannya pada gagang keris yang terselip di pinggang.

Arya Penangsang berhasil meringkus Sutawijaya. Saat mencabut keris Setan Kober untuk membunuh Sutawijaya, usus Arya Penangsang malah terpotong sehingga menyebabkan kematiannya.

Dalam pertempuran itu Ki Matahun, patih Jipang tewas pula, sedangkan Arya Mataram berhasil meloloskan diri.

Dampak budaya.

Tapi bagi masyarakat sekitar Cepu entah itu yang berada di Kabupaten Blora maupun Kabupaten Bojonegoro berpendapat lain. Untaian bunga melati pada keris pengantin pria Jawa diibaratkan sebagai lambang kegagahan Arya Penangsang. Meskipun telah terburai isi perutnya, namun Arya Penangsang tetap masih mampu tegap berdiri hingga titik darah penghabisan. Dari perlambang itu, diharapkan sang pengantin laki-laki kelak bisa menjaga kemakmuran, kebahagiaan, keutuhan dan kehormatan rumah tangga meski dalam keadaan kritis seperti apa pun. Seperti halnya Arya Penangsang yang tetap memegang prinsip hingga ajal tiba.🇮🇩


Lowongan Presenter di TV9

Open casting 📺🎥 Anda punya bakat jadi host / presenter.
Anda suka traveling.

Ikuti audisi presenter program Wisata Religi TV9 dengan kriteria
1. Perempuan
2. Usia 19 - 26 tahun
3. TB min 160 cm tanpa heels
4. Berhijab
5. Berpenampilan menarik
6. Camera face
Datang langsung ke kantor tv9 Jl. Raya Darmo no 96 Surabaya, Pada hari Sabtu, 25 Februari 2017 pukul 09.00 - 12.00 Wib.
dengan membawa foto Seluruh badan dan foto close up.

Ayo kapan lagi bisa Jalan - Jalan Gratis dan dibayar pulaaa...

Cp :
Farid Wahyu 0821 3174 4321
Meirita Muktiana 0812 3063 4492


Monday, February 20, 2017

Ratu Kalinyamat

RATU KALINYAMAT
(Cerita singkat)

Ratu Kalinyamat (meninggal tahun 1579) adalah puteri raja Demak Trenggana yang menjadi bupati di Jepara. Ia terkenal di kalangan Portugis sebagai sosok wanita pemberani.

Asal-Usul Pangeran dan Ratu Kalinyamat

Nama asli Ratu Kalinyamat adalah Retna Kencana, puteri Sultan Trenggono, raja Demak (1521-1546). Pada usia remaja ia dinikahkan dengan Pangeran Kalinyamat.

Pangeran Kalinyamat berasal dari luar Jawa. Terdapat berbagai versi tentang asal-usulnya. Masyarakat Jepara menyebut nama aslinya adalah Win-tang, seorang saudagar Tiongkok yang mengalami kecelakaan di laut. Ia terdampar di pantai Jepara, dan kemudian berguru pada Sunan Kudus.

Versi lain mengatakan, Win-tang berasal dari Aceh. Nama aslinya adalah Pangeran Toyib, putera Sultan Mughayat Syah raja Aceh (1514-1528). Toyib berkelana ke Tiongkok dan menjadi anak angkat seorang menteri bernama Tjie Hwio Gwan. Nama Win-tang adalah ejaan Jawa untuk Tjie Bin Thang, yaitu nama baru Toyib.

Win-tang dan ayah angkatnya kemudian pindah ke Jawa. Di sana Win-tang mendirikan desa Kalinyamat yang saat ini berada di wilayah Kecamatan Kalinyamatan, sehingga ia pun dikenal dengan nama Pangeran Kalinyamat. Ia berhasil menikahi Retna Kencana putri bupati Jepara, sehingga istrinya itu kemudian dijuluki Ratu Kalinyamat. Sejak itu, Pangeran Kalinyamat menjadi anggota keluarga Kerajaan Demak dan memperoleh gelar Pangeran Hadiri.

Pangeran dan Ratu Kalinyamat memerintah bersama di Jepara. Tjie Hwio Gwan, sang ayah angkat, dijadikan patih bergelar Sungging Badar Duwung, yang juga mengajarkan seni ukir pada penduduk Jepara.

Kematian Pangeran Kalinyamat.

Pada tahun 1549 Sunan Prawata raja keempat Demak mati dibunuh utusan Arya Penangsang, sepupunya yang menjadi adipati Jipang. Ratu Kalinyamat menemukan keris Kyai Betok milik Sunan Kudus menancap pada mayat kakaknya itu. Maka, Pangeran dan Ratu Kalinyamat pun berangkat ke Kudus minta penjelasan.

Sunan Kudus adalah pendukung Arya Penangsang dalam konflik perebutan takhta sepeninggal raja Trenggana (1546). Ratu Kalinyamat datang menuntut keadilan atas kematian kakaknya. Sunan Kudus menjelaskan semasa muda Sunan Prawata pernah membunuh Pangeran Surowiyoto alias Sekar Seda Lepen ayah Arya Penangsang, jadi wajar kalau ia sekarang mendapat balasan setimpal.

Ratu Kalinyamat kecewa atas sikap Sunan Kudus. Ia dan suaminya memilih pulang ke Jepara. Di tengah jalan, mereka dikeroyok anak buah Arya Penangsang. Pangeran Kalinyamat tewas. Konon, ia sempat merambat di tanah dengan sisa-sisa tenaga, sehingga oleh penduduk sekitar, daerah tempat meninggalnya Pangeran Kalinyamat disebut desa Prambatan.

Menurut cerita. Selanjutnya dengan membawa jenazah Pangeran Kalinyamat, Ratu Kalinyamat meneruskan perjalanan sampai pada sebuah sungai dan darah yang berasal dari jenazah Pangeran Kalinyamat menjadikan air sungai berwarna ungu, dan kemudian dikenal daerah tersebut dengan nama Kaliwungu. Semakin ke barat, dan dalam kondisi lelah, kemudia melewati Pringtulis. Dan karena selahnya dengan berjalan sempoyongan (moyang-moyong) di tempat yang sekarang dikenal dengan nama Mayong. Sesampainya di Purwogondo, disebut demikian karena di tempat inilah awal keluarnya bau dari jenazah yang dibawa Ratu Kalinyamat, dan kemudia melewati Pecangaan dan sampai di Mantingan.

Ratu Kalinyamat Bertapa.

Ratu Kalinyamat berhasil meloloskan diri dari peristiwa pembunuhan itu. Ia kemudian bertapa telanjang di Gunung Danaraja, dengan sumpah tidak akan berpakaian sebelum berkeset kepala Arya Penangsang. Harapan terbesarnya adalah adik iparnya, yaitu Hadiwijaya alias Jaka Tingkir, bupati Pajang, karena hanya ia yang setara kesaktiannya dengan bupati Jipang.

Hadiwijaya segan menghadapi Arya Penangsang secara langsung karena sama-sama anggota keluarga Demak. Ia pun mengadakan sayembara yang berhadiah tanah Mataram dan Pati. Sayembara itu dimenangi oleh Ki Ageng Pemanahan dan Ki Penjawi. Arya Penangsang tewas di tangan Sutawijaya putra Ki Ageng Pemanahan, berkat siasat cerdik Ki Juru Martani.

Serangan Pertama Ratu Kalinyamat pada Portugis.

Ratu Kalinyamat kembali menjadi bupati Jepara. Setelah kematian Arya Penangsang tahun 1549, wilayah Demak, Jepara, dan Jipang menjadi bawahan Pajang yang dipimpin raja Hadiwijaya. Meskipun demikian, Hadiwijaya tetap memperlakukan Ratu Kalinyamat sebagai tokoh senior yang dihormati.

Ratu Kalinyamat sebagaimana bupati Jepara sebelumnya (Pati Unus), bersikap anti terhadap Portugis. Pada tahun 1550 ia mengirim 4.000 tentara Jepara dalam 40 buah kapal memenuhi permintaan sultan Johor untuk membebaskan Malaka dari kekuasaan bangsa Eropa itu.

Pasukan Jepara itu kemudian bergabung dengan pasukan Persekutuan Melayu hingga mencapai 200 kapal perang. Pasukan gabungan tersebut menyerang dari utara dan berhasil merebut sebagian Malaka. Namun Portugis berhasil membalasnya. Pasukan Persekutuan Melayu dapat dipukul mundur, sementara pasukan Jepara masih bertahan.

Baru setelah pemimpinnya gugur, pasukan Jepara ditarik mundur. Pertempuran selanjutnya masih terjadi di pantai dan laut yang menewaskan 2.000 prajurit Jepara. Badai datang menerjang sehingga dua buah kapal Jepara terdampar kembali ke pantai Malaka, dan menjadi mangsa bangsa Portugis. Prajurit Jepara yang berhasil kembali ke Jawa tidak lebih dari setengah dari yang berhasil meninggalkan Malaka.

Ratu Kalinyamat tidak pernah jera. Pada tahun 1565 ia memenuhi permintaan orang-orang Hitu di Ambon untuk menghadapi gangguan bangsa Portugis dan kaum Hative.

Serangan Kedua Ratu Kalinyamat pada Portugis.

Pada tahun 1564, Sultan Ali Riayat Syah dari Kesultanan Aceh meminta bantuan Demak untuk menyerang Portugis di Malaka. Saat itu Demak dipimpin seorang bupati yang mudah curiga, bernama Arya Pangiri, putra Sunan Prawata. Utusan Aceh dibunuhnya. Akhirnya, Aceh tetap menyerang Malaka tahun 1567 meskipun tanpa bantuan Jawa. Serangan itu gagal.

Pada tahun 1573, sultan Aceh meminta bantuan Ratu Kalinyamat untuk menyerang Malaka kembali. Ratu mengirimkan 300 kapal berisi 15.000 prajurit Jepara. Pasukan yang dipimpin oleh Ki Demang Laksamana itu baru tiba di Malaka bulan Oktober 1574. Padahal saat itu pasukan Aceh sudah dipukul mundur oleh Portugis.

Pasukan Jepara yang terlambat datang itu langsung menembaki Malaka dari Selat Malaka. Esoknya, mereka mendarat dan membangun pertahanan. Tapi akhirnya, pertahanan itu dapat ditembus pihak Portugis. Sebanyak 30 buah kapal Jepara terbakar. Pihak Jepara mulai terdesak, namun tetap menolak perundingan damai karena terlalu menguntungkan Portugis. Sementara itu, sebanyak enam kapal perbekalan yang dikirim Ratu Kalinyamat direbut Portugis. Pihak Jepara semakin lemah dan memutuskan pulang. Dari jumlah awal yang dikirim Ratu Kalinyamat, hanya sekitar sepertiga saja yang tiba di Jawa.

Meskipun dua kali mengalami kekalahan, namun Ratu Kalinyamat telah menunjukkan bahwa dirinya seorang wanita yang gagah berani. Bahkan Portugis mencatatnya sebagai rainha de Japara, senhora poderosa e rica, de kranige Dame, yang berarti "Ratu Jepara seorang wanita yang kaya dan berkuasa, seorang perempuan pemberani".

Anak Angkat.

Ratu Kalinyamat tidak memiliki anak kandung, tetapi Ratu kalinyamat di beri kepercayaan untuk merawat keponakannya sebagai anak angkat, yaitu:

Pangeran Timur Rangga Jumena
Merupakan putra bungsu Sultan Trenggana yang kemudian menjadi bupati Madiun.

Arya Pangiri
Merupakan putra dari Sunan Prawata yang kemudian menjadi penguasa Demak[1], Namun sebelum itu ia sempat menjadi Raja Pajang dengan gelar Sultan Ngawantipura. Saat itu dengan bantuan Panembahan Kudus pada tahun 1583 ia berhasil naik takhta atas kerajaan Pajang menggantikan Sultan Hadiwijaya yang meninggal dunia akibat sakit sepulang dari perang dengan Mataram melawan anak angkatnya sendiri, Sutawijaya. Sepeninggal Hadiwijaya, terjadi perebutan takhta antara Pangeran Benawa yang merupakan putra dari Sultan Hadiwijaya sendiri dengan Arya Pangiri, menantunya yang dimenangkan oleh Arya Pangiri. Namun pemerintahan Arya Pangiri hanya disibukkan dengan usaha balas dendam terhadap Mataram sehingga kehidupan rakyat Pajang terabaikan. Hal ini kemudian membuat Pangeran Benawa yang tersingkir ke Jipang prihatin. Pada 1586 ia lalu bersekutu dengan Sutawijaya menyerbu Pajang. Arya Pangiri kalah. Ia lalu dikembalikan ke negeri asalnya yaitu Demak.

Pangeran Arya Jepara
Adalah sepupu ratukalinyamat yang merupakan putra Ratu Ayu Kirana (adik Sultan Trenggana). Ayah Pangeran Arya Jepara adalah Maulana Hasanuddin, raja pertama Banten. Ketika Maulana Yusuf, raja ke-2 Banten meninggal pada tahun 1580, putra mahkotanya masih kecil. Pangeran Arya Jepara berniat merebut takhta. Pertempuran pun terjadi di Banten. Namun Pangeran Jepara terpaksa mundur setelah Ki Demang Laksamana, panglimanya gugur di tangan Patih Mangkubumi Kesultanan Banten. Kemudian Pangeran Arya Jepara pulang ke Kerajaan Kalinyamat, ternyata Keraton Kalinyamat telah diserang oleh Panembahan Senopati, pasukan Panembahan Senopati dari Mataram datang menyerbu Jepara diduduki dan kota Kalinyamat dihancurkan.

Pengganti Ratu Kalinyamat.

Ratu Kalinyamat meninggal dunia sekitar tahun 1579. Ia dimakamkan di dekat makam Pangeran Kalinyamat di desa Mantingan.

Semasa hidupnya, Ratu Kalinyamat membesarkan tiga orang pemuda. Yang pertama adalah adiknya, yaitu Pangeran Timur Rangga Jumena putera bungsu Trenggana yang kemudian menjadi bupati Madiun. Yang kedua adalah keponakannya, yaitu Arya Pangiri, putra Sunan Prawata yang kemudian menjadi bupati Demak. Sedangkan yang ketiga adalah sepupunya, yaitu Pangeran Arya Jepara putra Ratu Ayu Kirana (adik Trenggana).

Ayah Pangeran Arya Jepara adalah Maulana Hasanuddin raja pertama Banten. Ketika Maulana Yusuf raja kedua Banten meninggal dunia tahun 1580, putra mahkotanya masih kecil. Pangeran Arya Jepara berniat merebut takhta. Pertempuran terjadi di Banten. Pangeran Jepara terpaksa mundur setelah ki Demang Laksamana, panglimanya, gugur di tangan patih Mangkubumi Kesultanan Banten.🇮🇩


Sunday, February 19, 2017

RAHASIA KETENANGAN PARA ZAHIDIN DALAM BAHASA SHUFI ZUHUD JURU PARKIR

Oleh KH. Salim Azhar Sabartas, Sendang Duwur Paciran Lamongan.

Mereka  memiliki  kebiasaan  :
Tidak  sombong  ketika  menguasai  mobil  yang  banyak,
Tidak  kecewa  dengan  perginya  mobil  dari  tempatnya,
Tidak  cemas  dengan  hilangnya  penguasaan  darinya,

Apa  rahasianya  ?
Sebab  mereka  tidak  merasa  memiliki,
Tidak  ingin  dianggap  sebagai  pemiliknya,
Tetapi  hanya  merasa  dititipi  atau  diamanati,

Karna  merasa  diamanati  maka  mereka  :
Menjaga  amanat  tersebut,
Tidak  menyia-nyiakan  amanat  tersebut,
Mengurus  amant  dengan  aturan  yang  semestinya,
Tidak  menggunakannya  menurut  kehendak  nafsu  mereka,

Apa  lagi  jika  yang  menitip  menyuruh  mencucinya,
Maka  mereka  melakukan  :
Pencucian  dengan  berhati-hati,…..  Tidak  kasar,….
Pencarian  jalan  pembuangan  air  limbah,
Menjaga  jangan  sampai  ada  sisa  kotoran  sedikitpun,

Mereka  berfikir  positif  :
Jika  titipan  itu  tidak  dijaga  dengan  benar,  yang  nitip  marah,
Jika  titipan  itu  disia-siakan  maka  yang  nitip  kecewa,

Jika  yang  nitip  marah,  maka  kemungkinan  :
Yang  dititipi  dihujat,
Yang  dititipi  tidak  dibayar,
Yang  dititipi  diberi  sangsi  atau   didenda,
Yang  dititipi  tidak  dipercaya  lagi, 

Nenek  bilang  :
Dunia  ini  hanyalah  titipan  wahai  cucuku,…..
Apa  yang  kini  kamu  kuasai  itu  hanyalah  giliran  menguasai,
Hari  esok  pasti  datang  tanpa  diundang,
Dan  engkau  belum  tentu  tetap  menguasainya,

Karna  itu,
Berlatihlah  untuk  melepaskan  semua  itu  dari  hatimu,…….



@mskholid @ruanginstalasi Blogger | Wirausaha

Tuesday, February 14, 2017

Lomba Kaligrafi se-Jatim

Assalamu'alaikum wr.wb.

Dalam rangka Dies Natalies yang ke-10, *CSSMoRA UIN Sunan Ampel Surabaya* mempersembahkan
🎊🎉 *Lomba Kaligrafi se-Jatim* 🎉🎊

📝 *Kategori & peserta lomba:*
✅ Kaligrafi kontemporer
✅ Usia 15-21 tahun
✅ Pelajar/ mahasiswa/ umum baik delegasi maupun personal

📝 *Pelaksanaan:*
📆Selasa, 21 Maret 2017
🕖07.00 s/d selesai
🏚Kampus UIN Sunan Ampel Surabaya

📝 *Technical Meeting:*
📆Senin, 20 Maret 2017
🕖15.30 s/d selesai
🏚Kampus UIN Sunan Ampel Surabaya

*Ayo daftar!!!*

📲 *Pendaftaran:*
✅Online (13 Februari s/d 15 Maret 2017)
Download formulir pendaftaran di
https://docs.google.com/uc?authuser=0&id=0B3tiwDCBTZcEWmd6ZmNzVUI5dG8&export=download
✅Langsung (01-15 Maret 2017) di Stand pendaftaran lomba /Blok M UIN Sunan Ampel Surabaya
💰Biaya 70rb per-peserta

🏆 *Fasilitas dan hadiah:*
✅ Co Card
✅ Sertifikat
✅ Stiker
✅ Snack & makan siang
✅ Tropi, piagam penghargaan dan uang pembinaan bagi juara 1, 2 dan 3

☎ *More info:*
Silakan kunjungi
http://www.cssmorauinsa.org/2017/02/lomba-kaligrafi-se-jatim-cssmora-uin_14.html
📞CP:
Rifqi (085708812453)
Feby (085749005578)



@mskholid @ruanginstalasi Blogger | Wirausaha

Yang Muda (Jangan Sampai) Kalah Semangat Sama Yang Sepuh

Beliau adalah KH. Achmad Syaf'i bin Ali bin Thayyib bin Musthofa bin Abdul Karim. Pak Syafi', begitu kami sapa beliau waktu masih sekolah di Madrasah Tarbiyatut Thalabah Kranji Paciran Lamongan.

Achmad Syafi' lahir di Lamongan, tepatnya di desa Kranji pada tanggal 3 Juli 1945 dari pasutri KH. M. Ali Thoyyib dan Ny. Hj. Syarifah Adelan. Menempuh pendidikan dasar dan menengah di Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang.

Mulai mengajar di lingkungan pondok pesantren Tarbiyatut Tholabah sejak tahun 1962, salah satu pesantren tertua di Lamongan Jawa Timur. Di pesantren ini awalnya beliau mengajar MI dan MTs saja. Beliau pernah menjadi kepala MI th 1995 hingga th 2005.

Kiyai Syafi bisa terbilang seorang ahli yang multidisipliner, terutama bidang keagamaan. Selain mengajar dan ahli di bidang Nahwu-Sharaf, beliau juga ahli qiraat-tartil Al Quran. Penulis sendiri pernah diajar beliau pelajaran bahasa Jawa di MI dan MTs.

Meskipun usia sudah senja (70), menurut penuturan salah satu putranya, Sholahuddin, Kyai Syafi' lah yang melakukan proses pengetikan teks Arab dan terjemah alfiah ini sendiri. "Abah saya pandu pelan² dalam mengetik, mengedit dan melay-out sendiri. Saya cuma menghandle desain covernya saja. Percetakan tinggal terima file pdf jadi. Sebab percetakan gak bakalan mumpuni. Yang ada jadi berantakan. Ini yang membuat proses pengetikan memakan waktu yang cukup lama." Lanjut Sholahuddin.

Menurut penuturan Kiyai Syafi sendiri kepada penulis, saat ditemui kemarin (15/11) di Ndalemnya, proses penerjemahan yang disertai syarah Ibnu Aqil ini sebenarnya sudah lama ditulis, namun masih berupa tulisan menggunakan mesin ketik manual. Beliau menulisnya sejak mulai mengajar di Madrasah Aliyah dan prosesnya kurang dari setahun. Karya ini sudah mulai dicetak tahun 1992, dalam bentuk ketikan manual yang terbagi 4 jilid. Buku ini biasanya jadi pegangan beliau dalam mengajar di kelas 1 Aliyah.

Selain terjemah alfiyah, ada sejumlah karya beliau yang lain berupa buku² diktat untuk Madrasah Ibtidaiyyah seperti Nahwu, sharaf, Tajwid, dsb. Semua ini termotivasi oleh kecintaan beliau pada ilmu dan anak didik.

Armada Sakti (Kranji-Sby), 16/11/2015

Masyhari, MA.



@mskholid @ruanginstalasi Blogger | Wirausaha

Monday, February 13, 2017

Friday, February 10, 2017

Festival Banjari di UIN Malang

Assalamualaikum...
Ayo bagi pecinta sholawat, ikutilah Festival Sholawat Al Banjari se-Jawa Timur yang diadakan Jam'iyyah Dakwah wa Al-Fann Al-Islamy (JDFI) Pusat Mahad Al-Jamiah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

*Pelaksanaan*
Ahad, 19 Maret 2017
Di Kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

*Pendaftaran*
Tanggal 06 Februari s/d 06 Maret 2017

*Technical Meeting*
Ahad 12 Maret 2017 (Halaqoh Pusat Ma'had Al Jami'ah UIN Maliki Malang) pukul 13.00 s/d selesai.

*Ketentuan-ketentuan*
1. Festival banjari kategori umum se jawa timur
2. Jumlah personil grup sebanyak 10 orang
3. Alat musik yang digunakan Al Banjari murni (4 terbang dan 1 bass)
4. Tidak diperkenankan menggunakan alat elektronik
5. Alat musik sendiri
6. Waktu penampilan tiap grup 10 menit
7. Peserta memakai kostum islami
8. Lagu yang dibawakan 2 lagu.  *bebas berbahasa arab*

*Hadiah*
Juara I : Tropy, Piagam + Rp. 2.500.000
Juara II : Tropy, Piagam + Rp. 2.000.000
Juara III : Tropy, Piagam + Rp. 1.500.000
Harapan I : Tropy, Piagam + Rp. 1.000.000
Harapan II : Tropy, Piagam + Rp. 750.000
Harapan III: Tropy, Piagam + Rp. 500.000

*Contact Person :*
1. Faiq (085790298944)
2. Hasib (085706401737)

Ayo kita semarakkan sebagai bentuk syiar Islam,
Allahuma sholli 'ala sayyidina Muhammad ☝🏻


Dengan Islam aku hidup dengan seni aku bernafas 😊✌



@mskholid @ruanginstalasi Blogger | Wirausaha