Wednesday, February 22, 2017

Sekilas tentang Arya Penangsang

ARYA PENANGSANG
(Cerita singkat)

Arya Penangsang atau Arya Jipang atau Ji Pang Kang adalah Raja Adipati Jipang memerintah pada pertengahan abad ke-15. Pengikutnya melakukan pembunuhan terhadap Sunan Prawoto sebagai balas dendam karena Sunan Prawoto telah membunuh P. Surowiyoto (Sekar), Bapak dari P. Arya Penangsang demi menaikkan Trenggana (Bapak Sunan Prawoto) menjadi Raja Demak ke 3. Arya Penangsang lalu menjadi raja Demak ke 5 atau Penguasa terakhir Kerajaan Demak dan memindahkan pusat Pemerintahan nya ke Jipang, sehingga pada masa itu dikenal dengan sebutan Demak jipang. Namun pada tahun 1554 Arya penangsang tewas dibunuh Pasukan pemberontak kiriman Hadiwijaya, penguasa Pajang. Riwayat mengenai Arya Penangsang tercantum dalam beberapa serat dan babad yang ditulis ulang pada periode bahasa Jawa Baru (abad ke-19), seperti Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda. Arya Penangsang juga terkenal sakti mandraguna serta memiliki kepribadian yang tegas dan kukuh, baginya tidak ada kata kompromi dalam membela dan mempertahankan kebenaran. Sifat yang demikian ternyata telah membuat gerah banyak pihak, alhasil entah siapa yang mengomandoi para generasi penulis sejarah ini sehingga secara keroyokan telah menghakimi sejarah P. Arya Penangsang. Disebutkan dalam tulisan sejarahnya bahwa Arya Penangsang adalah orang yang punya kepribadian kurang baik, pemberontak dan pembunuh, tempramental serta kurang sabar dalam melakukan sesuatu. Selain itu Arya Penangsang juga memiliki adik yang bernama Arya Mataram.

Silsilah.

Menurut Serat Kanda, Ayah dari Arya Penangsang adalah Surowiyoto atau Raden Kikin atau sering disebut juga sebagai Pangeran Sekar, ia adalah putra Raden Patah raja Demak pertama. Ibu Raden Kikin adalah putri Raja Jipang sehingga ia bisa mewarisi kedudukan kakeknya. selain Raden kikn ,Raja Demak Raden Patah juga memiliki dua putra lagi yaitu Adipati Unus (putra pertama ) dan Raden Trenggono.

Pada tahun 1521 anak pertama Raden Patah yang bernama Adipati Kudus (orang Portugis menyebutnya Pate Unus, dikenal juga sebagai Pangeran Sabrang Lor, melakukan penyerangan ke Malaka yang saat itu wilayah ini dikuasai Portugis) Ia gugur dalam perang itu. Kedua adiknya, yaitu Raden Kikin dan Raden Trenggana saling berebut takhta .

Raden Kikin memiliki 2 orang putra yang bernama Arya Penangsang dan Arya Mataram, sedangkan Raden Trenggana memiliki putra pertama bernama Raden Mukmin atau yang disebut juga sebagai Sunan Prawoto . Raden Mukmin membunuh pamannya yang bernama Raden Kikin sepulang salat Jumat di tepi sebuah sungai dengan menggunakan keris Kyai Setan Kober yang dicurinya dari Sunan Kudus. Sejak saat itu, Raden Kikin terkenal dengan sebutan Pangeran Sekar Seda ing Lepen ("Bunga yang gugur di sungai").

Sepeninggal Raden kikin Arya Penangsang menggantikan kedudukan ayahnya sebagai Adipati Jipang. Saat itu usianya masih anak-anak, sehingga pemerintahannya diwakili Patih Matahun. Ia dibantu oleh salah satu senapati Kadipaten Jipang yang terkenal bernama Tohpati. Wilayah Jipang sendiri saat ini terletak di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Raden Trenggana naik takhta Kerajaan Demak sejak tahun 1521. Pemerintahannya berakhir saat ia gugur di Panarukan, Situbondo tahun 1546. Raden Mukmin menggantikan sebagai raja keempat bergelar Sunan Prawoto.

Pada tahun 1549 Arya Penangsang membalas kematian Raden Kikin dengan mengirim utusan bernama Rangkud untuk membunuh Sunan Prawoto dengan Keris Kyai Setan Kober. Rangkud sendiri tewas saling bunuh dengan korbannya itu.

Ratu Kalinyamat, adik Sunan Prawoto, menemukan bukti kalau Sunan Kudus terlibat pembunuhan kakaknya. Ia datang ke Kudus meminta pertanggungjawaban. Namun jawaban Sunan Kudus bahwa Sunan Prawoto mati karena karma,pernyataan sunan ini membuat Ratu Kalinyamat kecewa.

Ratu Kalinyamat bersama suaminya pulang ke Jepara. Di tengah jalan mereka diserbu anak buah Arya Penangsang. Ratu Kalinyamat berhasil lolos, sedangkan suaminya, yang bernama Pangeran Hadari, terbunuh.

Arya Penangsang kemudian mengirim empat orang utusan untuk membunuh Hadiwijaya , menantu Raden Trenggana yang menjadi Adipati Pajang, namun ke empat utusan itu dapat dikalahkan Hadiwijaya dan dipulangkan secara hormat bahkan di beri hadiah pakaian Prajurit oleh Hadiwijaya.

Kemudian Hadiwijaya ganti mendatangi Arya Penangsang untuk mengembalikan keris Kyai Setan Kober. Keduanya lalu terlibat pertengkaran dan didamaikan Sunan Kudus. pada kesempatan itu sunan kudus memberikan tuah rajah yang sedianya disiapkan untuk tempat duduk Hadiwijaya, akan tetapi atas nasihat dari salah satu punggawanya adipati Pajang Hadiwijaya tidak menempati nya yang lalu diduduki oleh Arya Penangsang, padahal sebelumnya telah di wanti-wanti oleh sunan kudus agar tidak menempati tempat yang telah di beri Tuah rajah Kalacakra itu.

Setelah Hadiwijaya pulang Sunan Kudus menyuruh Arya Penangsang melakukan puasa 40 hari untuk menghilangkan Tuah Rajah Kalacakra.

Sayembara

Dalam perjalanan pulang ke Pajang, rombongan Adipati Pajang Hadiwijaya singgah ke Gunung Danaraja tempat Ratu Kalinyamat bertapa. Ratu Kalinyamat mendesak Hadiwijaya agar segera membunuh Arya Penangsang, dirinya yang mengaku sebagai pewaris takhta Sunan Prawoto, berjanji akan menyerahkan Demak dan Jepara jika Hadiwijaya menang.

Hadiwijaya segan memerangi Arya Penangsang secara langsung karena merasa dirinya hanya sebagai mantu keluarga Demak. Maka diumumkanlah sayembara, barangsiapa dapat membunuh Arya Penangsang tersebut, akan memperoleh hadiah berupa tanah Pati dan Mataram.

Kedua kakak angkat Hadiwijaya, yaitu Ki Ageng Pemanahan dan Ki Panjawi mendaftar sayembara itu.demikian juga putra kandung ki ageng pemanahan yang bernama Sutawijaya ikut pula mendaftar dalam sayembara. Oleh karenanya Hadiwijaya mengerahkan pasukan Pajang dan memberikan Tombak Kyai Plered, untuk membantu Ki Ageng Pemanahan dan putra kandung nya, yaitu Sutawijaya untuk mengalahkan Sultan Demak 5 Arya penangsang .

Kematian.

Ketika pasukan Pajang datang menyerang Kotaraja Jipang, saat itu P. Arya Penangsang sedang akan berbuka setelah keberhasilannya berpuasa 40 hari. Surat tantangan atas nama Hadiwijaya membuatnya tidak mampu menahan emosi. Apalagi surat tantangan itu dibawa oleh pekatik-nya (pemelihara kuda) yang sebelumnya sudah dipotong telinganya oleh Pemanahan dan Penjawi. Meskipun sudah disabarkan adik Arya Penangsang ( Arya Mataram), Penangsang tetap berangkat ke medan perang menaiki kuda jantan yang bernama Gagak Rimang.

Kuda Gagak Rimang dengan penuh nafsu mengejar Sutawijaya yang mengendarai kuda betina, melompati bengawan. Perang antara Pasukan Pajang dan Jipang terjadi di dekat Bengawan Sore. dalam perang itu perut Arya Penangsang robek terkena tombak Kyai Plered milik Sutawijaya. Meskipun demikian kesaktian yang dimiliki oleh Arya Penangsang membuatnya tetap bertahan. Ususnya yang terburai dililitkannya pada gagang keris yang terselip di pinggang.

Arya Penangsang berhasil meringkus Sutawijaya. Saat mencabut keris Setan Kober untuk membunuh Sutawijaya, usus Arya Penangsang malah terpotong sehingga menyebabkan kematiannya.

Dalam pertempuran itu Ki Matahun, patih Jipang tewas pula, sedangkan Arya Mataram berhasil meloloskan diri.

Dampak budaya.

Tapi bagi masyarakat sekitar Cepu entah itu yang berada di Kabupaten Blora maupun Kabupaten Bojonegoro berpendapat lain. Untaian bunga melati pada keris pengantin pria Jawa diibaratkan sebagai lambang kegagahan Arya Penangsang. Meskipun telah terburai isi perutnya, namun Arya Penangsang tetap masih mampu tegap berdiri hingga titik darah penghabisan. Dari perlambang itu, diharapkan sang pengantin laki-laki kelak bisa menjaga kemakmuran, kebahagiaan, keutuhan dan kehormatan rumah tangga meski dalam keadaan kritis seperti apa pun. Seperti halnya Arya Penangsang yang tetap memegang prinsip hingga ajal tiba.🇮🇩


Lowongan Presenter di TV9

Open casting 📺🎥 Anda punya bakat jadi host / presenter.
Anda suka traveling.

Ikuti audisi presenter program Wisata Religi TV9 dengan kriteria
1. Perempuan
2. Usia 19 - 26 tahun
3. TB min 160 cm tanpa heels
4. Berhijab
5. Berpenampilan menarik
6. Camera face
Datang langsung ke kantor tv9 Jl. Raya Darmo no 96 Surabaya, Pada hari Sabtu, 25 Februari 2017 pukul 09.00 - 12.00 Wib.
dengan membawa foto Seluruh badan dan foto close up.

Ayo kapan lagi bisa Jalan - Jalan Gratis dan dibayar pulaaa...

Cp :
Farid Wahyu 0821 3174 4321
Meirita Muktiana 0812 3063 4492


Monday, February 20, 2017

Ratu Kalinyamat

RATU KALINYAMAT
(Cerita singkat)

Ratu Kalinyamat (meninggal tahun 1579) adalah puteri raja Demak Trenggana yang menjadi bupati di Jepara. Ia terkenal di kalangan Portugis sebagai sosok wanita pemberani.

Asal-Usul Pangeran dan Ratu Kalinyamat

Nama asli Ratu Kalinyamat adalah Retna Kencana, puteri Sultan Trenggono, raja Demak (1521-1546). Pada usia remaja ia dinikahkan dengan Pangeran Kalinyamat.

Pangeran Kalinyamat berasal dari luar Jawa. Terdapat berbagai versi tentang asal-usulnya. Masyarakat Jepara menyebut nama aslinya adalah Win-tang, seorang saudagar Tiongkok yang mengalami kecelakaan di laut. Ia terdampar di pantai Jepara, dan kemudian berguru pada Sunan Kudus.

Versi lain mengatakan, Win-tang berasal dari Aceh. Nama aslinya adalah Pangeran Toyib, putera Sultan Mughayat Syah raja Aceh (1514-1528). Toyib berkelana ke Tiongkok dan menjadi anak angkat seorang menteri bernama Tjie Hwio Gwan. Nama Win-tang adalah ejaan Jawa untuk Tjie Bin Thang, yaitu nama baru Toyib.

Win-tang dan ayah angkatnya kemudian pindah ke Jawa. Di sana Win-tang mendirikan desa Kalinyamat yang saat ini berada di wilayah Kecamatan Kalinyamatan, sehingga ia pun dikenal dengan nama Pangeran Kalinyamat. Ia berhasil menikahi Retna Kencana putri bupati Jepara, sehingga istrinya itu kemudian dijuluki Ratu Kalinyamat. Sejak itu, Pangeran Kalinyamat menjadi anggota keluarga Kerajaan Demak dan memperoleh gelar Pangeran Hadiri.

Pangeran dan Ratu Kalinyamat memerintah bersama di Jepara. Tjie Hwio Gwan, sang ayah angkat, dijadikan patih bergelar Sungging Badar Duwung, yang juga mengajarkan seni ukir pada penduduk Jepara.

Kematian Pangeran Kalinyamat.

Pada tahun 1549 Sunan Prawata raja keempat Demak mati dibunuh utusan Arya Penangsang, sepupunya yang menjadi adipati Jipang. Ratu Kalinyamat menemukan keris Kyai Betok milik Sunan Kudus menancap pada mayat kakaknya itu. Maka, Pangeran dan Ratu Kalinyamat pun berangkat ke Kudus minta penjelasan.

Sunan Kudus adalah pendukung Arya Penangsang dalam konflik perebutan takhta sepeninggal raja Trenggana (1546). Ratu Kalinyamat datang menuntut keadilan atas kematian kakaknya. Sunan Kudus menjelaskan semasa muda Sunan Prawata pernah membunuh Pangeran Surowiyoto alias Sekar Seda Lepen ayah Arya Penangsang, jadi wajar kalau ia sekarang mendapat balasan setimpal.

Ratu Kalinyamat kecewa atas sikap Sunan Kudus. Ia dan suaminya memilih pulang ke Jepara. Di tengah jalan, mereka dikeroyok anak buah Arya Penangsang. Pangeran Kalinyamat tewas. Konon, ia sempat merambat di tanah dengan sisa-sisa tenaga, sehingga oleh penduduk sekitar, daerah tempat meninggalnya Pangeran Kalinyamat disebut desa Prambatan.

Menurut cerita. Selanjutnya dengan membawa jenazah Pangeran Kalinyamat, Ratu Kalinyamat meneruskan perjalanan sampai pada sebuah sungai dan darah yang berasal dari jenazah Pangeran Kalinyamat menjadikan air sungai berwarna ungu, dan kemudian dikenal daerah tersebut dengan nama Kaliwungu. Semakin ke barat, dan dalam kondisi lelah, kemudia melewati Pringtulis. Dan karena selahnya dengan berjalan sempoyongan (moyang-moyong) di tempat yang sekarang dikenal dengan nama Mayong. Sesampainya di Purwogondo, disebut demikian karena di tempat inilah awal keluarnya bau dari jenazah yang dibawa Ratu Kalinyamat, dan kemudia melewati Pecangaan dan sampai di Mantingan.

Ratu Kalinyamat Bertapa.

Ratu Kalinyamat berhasil meloloskan diri dari peristiwa pembunuhan itu. Ia kemudian bertapa telanjang di Gunung Danaraja, dengan sumpah tidak akan berpakaian sebelum berkeset kepala Arya Penangsang. Harapan terbesarnya adalah adik iparnya, yaitu Hadiwijaya alias Jaka Tingkir, bupati Pajang, karena hanya ia yang setara kesaktiannya dengan bupati Jipang.

Hadiwijaya segan menghadapi Arya Penangsang secara langsung karena sama-sama anggota keluarga Demak. Ia pun mengadakan sayembara yang berhadiah tanah Mataram dan Pati. Sayembara itu dimenangi oleh Ki Ageng Pemanahan dan Ki Penjawi. Arya Penangsang tewas di tangan Sutawijaya putra Ki Ageng Pemanahan, berkat siasat cerdik Ki Juru Martani.

Serangan Pertama Ratu Kalinyamat pada Portugis.

Ratu Kalinyamat kembali menjadi bupati Jepara. Setelah kematian Arya Penangsang tahun 1549, wilayah Demak, Jepara, dan Jipang menjadi bawahan Pajang yang dipimpin raja Hadiwijaya. Meskipun demikian, Hadiwijaya tetap memperlakukan Ratu Kalinyamat sebagai tokoh senior yang dihormati.

Ratu Kalinyamat sebagaimana bupati Jepara sebelumnya (Pati Unus), bersikap anti terhadap Portugis. Pada tahun 1550 ia mengirim 4.000 tentara Jepara dalam 40 buah kapal memenuhi permintaan sultan Johor untuk membebaskan Malaka dari kekuasaan bangsa Eropa itu.

Pasukan Jepara itu kemudian bergabung dengan pasukan Persekutuan Melayu hingga mencapai 200 kapal perang. Pasukan gabungan tersebut menyerang dari utara dan berhasil merebut sebagian Malaka. Namun Portugis berhasil membalasnya. Pasukan Persekutuan Melayu dapat dipukul mundur, sementara pasukan Jepara masih bertahan.

Baru setelah pemimpinnya gugur, pasukan Jepara ditarik mundur. Pertempuran selanjutnya masih terjadi di pantai dan laut yang menewaskan 2.000 prajurit Jepara. Badai datang menerjang sehingga dua buah kapal Jepara terdampar kembali ke pantai Malaka, dan menjadi mangsa bangsa Portugis. Prajurit Jepara yang berhasil kembali ke Jawa tidak lebih dari setengah dari yang berhasil meninggalkan Malaka.

Ratu Kalinyamat tidak pernah jera. Pada tahun 1565 ia memenuhi permintaan orang-orang Hitu di Ambon untuk menghadapi gangguan bangsa Portugis dan kaum Hative.

Serangan Kedua Ratu Kalinyamat pada Portugis.

Pada tahun 1564, Sultan Ali Riayat Syah dari Kesultanan Aceh meminta bantuan Demak untuk menyerang Portugis di Malaka. Saat itu Demak dipimpin seorang bupati yang mudah curiga, bernama Arya Pangiri, putra Sunan Prawata. Utusan Aceh dibunuhnya. Akhirnya, Aceh tetap menyerang Malaka tahun 1567 meskipun tanpa bantuan Jawa. Serangan itu gagal.

Pada tahun 1573, sultan Aceh meminta bantuan Ratu Kalinyamat untuk menyerang Malaka kembali. Ratu mengirimkan 300 kapal berisi 15.000 prajurit Jepara. Pasukan yang dipimpin oleh Ki Demang Laksamana itu baru tiba di Malaka bulan Oktober 1574. Padahal saat itu pasukan Aceh sudah dipukul mundur oleh Portugis.

Pasukan Jepara yang terlambat datang itu langsung menembaki Malaka dari Selat Malaka. Esoknya, mereka mendarat dan membangun pertahanan. Tapi akhirnya, pertahanan itu dapat ditembus pihak Portugis. Sebanyak 30 buah kapal Jepara terbakar. Pihak Jepara mulai terdesak, namun tetap menolak perundingan damai karena terlalu menguntungkan Portugis. Sementara itu, sebanyak enam kapal perbekalan yang dikirim Ratu Kalinyamat direbut Portugis. Pihak Jepara semakin lemah dan memutuskan pulang. Dari jumlah awal yang dikirim Ratu Kalinyamat, hanya sekitar sepertiga saja yang tiba di Jawa.

Meskipun dua kali mengalami kekalahan, namun Ratu Kalinyamat telah menunjukkan bahwa dirinya seorang wanita yang gagah berani. Bahkan Portugis mencatatnya sebagai rainha de Japara, senhora poderosa e rica, de kranige Dame, yang berarti "Ratu Jepara seorang wanita yang kaya dan berkuasa, seorang perempuan pemberani".

Anak Angkat.

Ratu Kalinyamat tidak memiliki anak kandung, tetapi Ratu kalinyamat di beri kepercayaan untuk merawat keponakannya sebagai anak angkat, yaitu:

Pangeran Timur Rangga Jumena
Merupakan putra bungsu Sultan Trenggana yang kemudian menjadi bupati Madiun.

Arya Pangiri
Merupakan putra dari Sunan Prawata yang kemudian menjadi penguasa Demak[1], Namun sebelum itu ia sempat menjadi Raja Pajang dengan gelar Sultan Ngawantipura. Saat itu dengan bantuan Panembahan Kudus pada tahun 1583 ia berhasil naik takhta atas kerajaan Pajang menggantikan Sultan Hadiwijaya yang meninggal dunia akibat sakit sepulang dari perang dengan Mataram melawan anak angkatnya sendiri, Sutawijaya. Sepeninggal Hadiwijaya, terjadi perebutan takhta antara Pangeran Benawa yang merupakan putra dari Sultan Hadiwijaya sendiri dengan Arya Pangiri, menantunya yang dimenangkan oleh Arya Pangiri. Namun pemerintahan Arya Pangiri hanya disibukkan dengan usaha balas dendam terhadap Mataram sehingga kehidupan rakyat Pajang terabaikan. Hal ini kemudian membuat Pangeran Benawa yang tersingkir ke Jipang prihatin. Pada 1586 ia lalu bersekutu dengan Sutawijaya menyerbu Pajang. Arya Pangiri kalah. Ia lalu dikembalikan ke negeri asalnya yaitu Demak.

Pangeran Arya Jepara
Adalah sepupu ratukalinyamat yang merupakan putra Ratu Ayu Kirana (adik Sultan Trenggana). Ayah Pangeran Arya Jepara adalah Maulana Hasanuddin, raja pertama Banten. Ketika Maulana Yusuf, raja ke-2 Banten meninggal pada tahun 1580, putra mahkotanya masih kecil. Pangeran Arya Jepara berniat merebut takhta. Pertempuran pun terjadi di Banten. Namun Pangeran Jepara terpaksa mundur setelah Ki Demang Laksamana, panglimanya gugur di tangan Patih Mangkubumi Kesultanan Banten. Kemudian Pangeran Arya Jepara pulang ke Kerajaan Kalinyamat, ternyata Keraton Kalinyamat telah diserang oleh Panembahan Senopati, pasukan Panembahan Senopati dari Mataram datang menyerbu Jepara diduduki dan kota Kalinyamat dihancurkan.

Pengganti Ratu Kalinyamat.

Ratu Kalinyamat meninggal dunia sekitar tahun 1579. Ia dimakamkan di dekat makam Pangeran Kalinyamat di desa Mantingan.

Semasa hidupnya, Ratu Kalinyamat membesarkan tiga orang pemuda. Yang pertama adalah adiknya, yaitu Pangeran Timur Rangga Jumena putera bungsu Trenggana yang kemudian menjadi bupati Madiun. Yang kedua adalah keponakannya, yaitu Arya Pangiri, putra Sunan Prawata yang kemudian menjadi bupati Demak. Sedangkan yang ketiga adalah sepupunya, yaitu Pangeran Arya Jepara putra Ratu Ayu Kirana (adik Trenggana).

Ayah Pangeran Arya Jepara adalah Maulana Hasanuddin raja pertama Banten. Ketika Maulana Yusuf raja kedua Banten meninggal dunia tahun 1580, putra mahkotanya masih kecil. Pangeran Arya Jepara berniat merebut takhta. Pertempuran terjadi di Banten. Pangeran Jepara terpaksa mundur setelah ki Demang Laksamana, panglimanya, gugur di tangan patih Mangkubumi Kesultanan Banten.🇮🇩


Sunday, February 19, 2017

RAHASIA KETENANGAN PARA ZAHIDIN DALAM BAHASA SHUFI ZUHUD JURU PARKIR

Oleh KH. Salim Azhar Sabartas, Sendang Duwur Paciran Lamongan.

Mereka  memiliki  kebiasaan  :
Tidak  sombong  ketika  menguasai  mobil  yang  banyak,
Tidak  kecewa  dengan  perginya  mobil  dari  tempatnya,
Tidak  cemas  dengan  hilangnya  penguasaan  darinya,

Apa  rahasianya  ?
Sebab  mereka  tidak  merasa  memiliki,
Tidak  ingin  dianggap  sebagai  pemiliknya,
Tetapi  hanya  merasa  dititipi  atau  diamanati,

Karna  merasa  diamanati  maka  mereka  :
Menjaga  amanat  tersebut,
Tidak  menyia-nyiakan  amanat  tersebut,
Mengurus  amant  dengan  aturan  yang  semestinya,
Tidak  menggunakannya  menurut  kehendak  nafsu  mereka,

Apa  lagi  jika  yang  menitip  menyuruh  mencucinya,
Maka  mereka  melakukan  :
Pencucian  dengan  berhati-hati,…..  Tidak  kasar,….
Pencarian  jalan  pembuangan  air  limbah,
Menjaga  jangan  sampai  ada  sisa  kotoran  sedikitpun,

Mereka  berfikir  positif  :
Jika  titipan  itu  tidak  dijaga  dengan  benar,  yang  nitip  marah,
Jika  titipan  itu  disia-siakan  maka  yang  nitip  kecewa,

Jika  yang  nitip  marah,  maka  kemungkinan  :
Yang  dititipi  dihujat,
Yang  dititipi  tidak  dibayar,
Yang  dititipi  diberi  sangsi  atau   didenda,
Yang  dititipi  tidak  dipercaya  lagi, 

Nenek  bilang  :
Dunia  ini  hanyalah  titipan  wahai  cucuku,…..
Apa  yang  kini  kamu  kuasai  itu  hanyalah  giliran  menguasai,
Hari  esok  pasti  datang  tanpa  diundang,
Dan  engkau  belum  tentu  tetap  menguasainya,

Karna  itu,
Berlatihlah  untuk  melepaskan  semua  itu  dari  hatimu,…….



@mskholid @ruanginstalasi Blogger | Wirausaha

Tuesday, February 14, 2017

Lomba Kaligrafi se-Jatim

Assalamu'alaikum wr.wb.

Dalam rangka Dies Natalies yang ke-10, *CSSMoRA UIN Sunan Ampel Surabaya* mempersembahkan
🎊🎉 *Lomba Kaligrafi se-Jatim* 🎉🎊

📝 *Kategori & peserta lomba:*
✅ Kaligrafi kontemporer
✅ Usia 15-21 tahun
✅ Pelajar/ mahasiswa/ umum baik delegasi maupun personal

📝 *Pelaksanaan:*
📆Selasa, 21 Maret 2017
🕖07.00 s/d selesai
🏚Kampus UIN Sunan Ampel Surabaya

📝 *Technical Meeting:*
📆Senin, 20 Maret 2017
🕖15.30 s/d selesai
🏚Kampus UIN Sunan Ampel Surabaya

*Ayo daftar!!!*

📲 *Pendaftaran:*
✅Online (13 Februari s/d 15 Maret 2017)
Download formulir pendaftaran di
https://docs.google.com/uc?authuser=0&id=0B3tiwDCBTZcEWmd6ZmNzVUI5dG8&export=download
✅Langsung (01-15 Maret 2017) di Stand pendaftaran lomba /Blok M UIN Sunan Ampel Surabaya
💰Biaya 70rb per-peserta

🏆 *Fasilitas dan hadiah:*
✅ Co Card
✅ Sertifikat
✅ Stiker
✅ Snack & makan siang
✅ Tropi, piagam penghargaan dan uang pembinaan bagi juara 1, 2 dan 3

☎ *More info:*
Silakan kunjungi
http://www.cssmorauinsa.org/2017/02/lomba-kaligrafi-se-jatim-cssmora-uin_14.html
📞CP:
Rifqi (085708812453)
Feby (085749005578)



@mskholid @ruanginstalasi Blogger | Wirausaha

Yang Muda (Jangan Sampai) Kalah Semangat Sama Yang Sepuh

Beliau adalah KH. Achmad Syaf'i bin Ali bin Thayyib bin Musthofa bin Abdul Karim. Pak Syafi', begitu kami sapa beliau waktu masih sekolah di Madrasah Tarbiyatut Thalabah Kranji Paciran Lamongan.

Achmad Syafi' lahir di Lamongan, tepatnya di desa Kranji pada tanggal 3 Juli 1945 dari pasutri KH. M. Ali Thoyyib dan Ny. Hj. Syarifah Adelan. Menempuh pendidikan dasar dan menengah di Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang.

Mulai mengajar di lingkungan pondok pesantren Tarbiyatut Tholabah sejak tahun 1962, salah satu pesantren tertua di Lamongan Jawa Timur. Di pesantren ini awalnya beliau mengajar MI dan MTs saja. Beliau pernah menjadi kepala MI th 1995 hingga th 2005.

Kiyai Syafi bisa terbilang seorang ahli yang multidisipliner, terutama bidang keagamaan. Selain mengajar dan ahli di bidang Nahwu-Sharaf, beliau juga ahli qiraat-tartil Al Quran. Penulis sendiri pernah diajar beliau pelajaran bahasa Jawa di MI dan MTs.

Meskipun usia sudah senja (70), menurut penuturan salah satu putranya, Sholahuddin, Kyai Syafi' lah yang melakukan proses pengetikan teks Arab dan terjemah alfiah ini sendiri. "Abah saya pandu pelan² dalam mengetik, mengedit dan melay-out sendiri. Saya cuma menghandle desain covernya saja. Percetakan tinggal terima file pdf jadi. Sebab percetakan gak bakalan mumpuni. Yang ada jadi berantakan. Ini yang membuat proses pengetikan memakan waktu yang cukup lama." Lanjut Sholahuddin.

Menurut penuturan Kiyai Syafi sendiri kepada penulis, saat ditemui kemarin (15/11) di Ndalemnya, proses penerjemahan yang disertai syarah Ibnu Aqil ini sebenarnya sudah lama ditulis, namun masih berupa tulisan menggunakan mesin ketik manual. Beliau menulisnya sejak mulai mengajar di Madrasah Aliyah dan prosesnya kurang dari setahun. Karya ini sudah mulai dicetak tahun 1992, dalam bentuk ketikan manual yang terbagi 4 jilid. Buku ini biasanya jadi pegangan beliau dalam mengajar di kelas 1 Aliyah.

Selain terjemah alfiyah, ada sejumlah karya beliau yang lain berupa buku² diktat untuk Madrasah Ibtidaiyyah seperti Nahwu, sharaf, Tajwid, dsb. Semua ini termotivasi oleh kecintaan beliau pada ilmu dan anak didik.

Armada Sakti (Kranji-Sby), 16/11/2015

Masyhari, MA.



@mskholid @ruanginstalasi Blogger | Wirausaha

Monday, February 13, 2017

Friday, February 10, 2017

Festival Banjari di UIN Malang

Assalamualaikum...
Ayo bagi pecinta sholawat, ikutilah Festival Sholawat Al Banjari se-Jawa Timur yang diadakan Jam'iyyah Dakwah wa Al-Fann Al-Islamy (JDFI) Pusat Mahad Al-Jamiah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

*Pelaksanaan*
Ahad, 19 Maret 2017
Di Kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

*Pendaftaran*
Tanggal 06 Februari s/d 06 Maret 2017

*Technical Meeting*
Ahad 12 Maret 2017 (Halaqoh Pusat Ma'had Al Jami'ah UIN Maliki Malang) pukul 13.00 s/d selesai.

*Ketentuan-ketentuan*
1. Festival banjari kategori umum se jawa timur
2. Jumlah personil grup sebanyak 10 orang
3. Alat musik yang digunakan Al Banjari murni (4 terbang dan 1 bass)
4. Tidak diperkenankan menggunakan alat elektronik
5. Alat musik sendiri
6. Waktu penampilan tiap grup 10 menit
7. Peserta memakai kostum islami
8. Lagu yang dibawakan 2 lagu.  *bebas berbahasa arab*

*Hadiah*
Juara I : Tropy, Piagam + Rp. 2.500.000
Juara II : Tropy, Piagam + Rp. 2.000.000
Juara III : Tropy, Piagam + Rp. 1.500.000
Harapan I : Tropy, Piagam + Rp. 1.000.000
Harapan II : Tropy, Piagam + Rp. 750.000
Harapan III: Tropy, Piagam + Rp. 500.000

*Contact Person :*
1. Faiq (085790298944)
2. Hasib (085706401737)

Ayo kita semarakkan sebagai bentuk syiar Islam,
Allahuma sholli 'ala sayyidina Muhammad ☝🏻


Dengan Islam aku hidup dengan seni aku bernafas 😊✌



@mskholid @ruanginstalasi Blogger | Wirausaha

Tuesday, February 7, 2017

Tips HP Hilang

Tips apabila kehilangan handphone dari pencurian / kehilangan​

jika handhpone anda hilang.. Tahukah Anda!!!
Jika anda kehilangan hp, anda bisa melacaknya.

Kebanyakan kita sentiasa bingung waktu hp kita dicuri/hilang.

Setiap hp memiliki no IMEI yaitu ​International Mobile Equipment Identity ​yang dapat digunakan untuk melacak keberadaan hp anda di mana saja di seluruh dunia.

Cara melihat fungsi dari IMEI ....

1. Tekan *#06# lalu ok/call  pada hp anda.

2. Hp anda akan menunjukkan ​15 digit no IMEI yang unik.

3. Catat no IMEI tersebut di tempat yang aman jgn di dalam hp anda sendiri krn ini adalah nomor yang akan membantu melacak hp anda apabila hp dicuri.

4. Seandainya hp anda dicuri, anda hanya perlu ​E-mail 15 digit No. IMEI ke cop@vsnl.net​ beserta data-2 seperti di bawah.

Nama anda: ____________________
Alamat: ______________________
Model hp: _________________
Buatan: _________________________
No. terakhir digunakan:_________________
E-mail untuk dihubungi: _____

Tgl kehilangan: ___________________
No. IMEI: _______________________

5. Tidak perlu ke kantor polisi

6. Hp Anda akan terlacak dalam tempo 24 jam melalui sistem GPRS dan internet, Anda akan dapat melacak di mana hp anda sedang beroperasi walaupun kartu SIM telah ditukar.

​SEBARKAN PESAN INI KARENA SANGAT MEMBANTU...



@mskholid @ruanginstalasi Blogger | Wirausaha

Saturday, February 4, 2017

Doa Sebelum Kerja

Kalau Anda ingin berangkat kerja atau aktifitas lainnya lalu keluar dari rumah jangan sampai lupa membaca doa ini :
بسم الله التكلان على الله لاحول ولا قوة إلا بالله.
atau
بسم الله توكلت على الله لاحول ولا قوة إلا بالله.
~ayat kursi 3 kali.
jika menaiki kendaraan ketika mulai berjalan membaca
سبحان الذي سخّر لنا هذا وما كنّا له مقرنين، وإنا إلى ربنا لمنقلبون.
اللهم سلّمنا وسلّم ما معنا، واحفظنا واحفظ ما معنا، وبلّغنا وبلّغ ما معنا.
Insyaallah diselamatkan dan dijaga oleh Allah Swt dari segala musibah, bencana, perampokan, pencopetan, dll.



@mskholid @ruanginstalasi Blogger | Wirausaha

Notho Athi

~ NOTO ATI ~

Menurut tokoh sufi Abu Yazid Al-Busthami untuk memperbaiki dan membersihkan hati melalui tiga tahap yakni takhalli, tahalli, dan tajalli.

1. Takhalli (تخلى) adalah proses mengosongkan hati dari segala sifat tercela, dari segala akhlak madzmumah. Segala penyakit hati dibersihkan darinya, misalnya : riya', kibir, ujub, sum'ah, ghibah, ghadlab, fitnah, namimah, tajasus, kufron, suudhan, bakhil, kasal, tahawur, jubun, dll.
2. Tahalli (تحلى)  adalah proses menghiasi hati dengan segala sifat terpuji atau akhlak mahmudah. misalnya : ikhlas, tawadlu, ridla, qanaah, shabar, sahka', ibadah, ghufron, husnudhan, syajaah, tawakal, tadharru', khusyuk, hurmat, dll.
3. Tajalli (تجلى) adalah kondisi hati atau jiwa telah terbuka nur ilahi, cahaya ketuhanan sehingga tersingkap hijab antara hamba dan Rabb. Ilmunya ilmu ladunni. rahasia Allah Swt ditampakkan baginya.

konsep ini dinamakan tasawuf akhlaki, yakni tasawuf yang menonjolkan perubahan akhlak.



@mskholid @ruanginstalasi Blogger | Wirausaha