Friday, July 21, 2017

Antara Kiai NU dan non-NU

Ini kampanye Dajjal-Khawarij: yang haq dibilang batil, yang batil dibilang haq...

VIRALKAN ...!!

✔Kalau ulama NU dekat dgn pendeta, mereka bilang; "Ulama Liberal.."
Kalau ulama mereka dekat dgn pendeta, mereka bilang; "Ulama Cinta Damai.."

✔Kalau ulama NU dekat dgn Pengusaha, mereka bilang; "Ulama Duniawi.."
Kalau ulama mereka dekat dgn Pengusaha, mereka bilang; "Strategi Dakwah.."

✔Kalau ulama NU bertemu Penguasa, mereka bilang; "Ulama Suu' penghamba rezim dzolim.."
Kalau ulama mereka bertemu Penguasa, mereka bilang; "Ulama harus berbaik-baik dgn Umaro'.."

✔Kalau situs NU salah kutip berita, mereka bilang; "Dasar tukang dusta.."
Kalau situs mereka tiap hari menyebar hoax, fitnah dan dusta, mereka bilang; "Itu dakwah dunia Islam..

✔ Kalau NU memaafkan Ahok yg dizhalimi, mereka sebut NU kaum munafik... tapi kalau mereka merangkul Hary Tanoe itu disebut "membela orang teraniaya" ...

✔ Kalau NU membela sejumlah qawl penafsiran ayat 51 Q.S. al Maidah, mereka sebut itu pemerkosaan ayat untuk bela kafir penista agama .. tapi kalau mereka sendiri memperjualbelikan ayat untuk kepentingan korupsi (seperti koruptor p*s) dan politisasi agama (bela kasir HT misalnya) itu disebutnya jihad bela Islam, bukan penistaan ayat Quran

✔ Kalau NU dapat bantuan dari pemerintah, itu disebut NU jual diri ke penguasa....  tapi kalau mereka minta minta proyek atau bansos ratusan miliar di APBN/APBD tiap tahun itu disebutnya dukungan pemerintah untuk perjuangan umat Islam ...

✔ Kalau NU mendukung pembubaran HTI, NU disebut mendukung rezim otoriter anti demokrasi anti Islam... tapi kalau mereka memberontak ke NKRI dan menyebut Pancasila thoghut dan syirik, itu disebutnya menegakkan syariat Islam ...

✔ Kalau NU mengutuk terorisme, itu disebut pengalihan isu ... kalau ada teroris ditembak mati itu disebut pelanggaran HAM dan memusuhi Islam .. tapi kalau mereka sendiri bikin teror ke masyarakat hingga mengancam kehidupan bangsa, maka itu disebut sebagai amar makruf nahi munkar ....

✔ kalau ada seorang ulama wafat, disebut mati tidak wajar atau suul khatimah (naudzubillah) ... tapi kalau teroris mati dan dikuburkan itu disebut jasadnya harum wangi ...

KALAU ada muslim seperti Dajjal ini kelakuannya, berdoalaah di akhir bacaan tahiyat kedua:
ALLAHUMMA INNA NA'UDZU BIKA MIN FITNATIL MAHYA WAL-MAMATI WAMIN FITNATIL MASIHI-D-DAJJAL ... amiiinnn ya rabbal alamin...