Friday, August 18, 2017

Belajar dari Kesungguhan Kiai Belajar

Belajar dari Kesungguhan Kiai Belajar

Prof Ahmad Chatib (Allah yarham) pernah bercerita beliau baru saja membeli sebuah buku dalam perjalanan di luar negeri. Kemudian beliau berpapasan di pintu dengan Gus Dur yang segera melihat buku bagus di tangan Prof Ahmad Chatib. Gus Dur bergegas ke dalam toko buku hendak membeli buku yang sama, tapi ternyata itu stok buku terakhir yang ada. Gus Dur kemudian cepat-cepat mengejar Prof Ahmad Chatib dan meminta beliau untuk meminjamkan buku tersebut. 

Prof Ahmad Chatib, yang menceritakan kisah ini di kelas mata kuliah Filsafat Hukum Islam tahun 1994 di IAIN Jakarta, berkata: "terpaksa saya sodorkan buku itu kepada Gus Dur yang ingin sekali membaca buku tersebut". Selang beberapa lama setiap bertemu di Jakarta, Prof Ahmad Chatib selalu menanyakan nasib bukunya yang dipinjam Gus Dur itu. Akhirnya Gus Dur mengembalikan buku itu. Prof Ahmad Chatib terkejut setelah membukanya, "wah buku saya sudah penuh dengan catatan Gus Dur di sana-sini". Rupanya begitulah kesungguhan Gus Dur dalam menelaah sebuah kitab: sampai buku pinjaman pun dicoret-coreti.

Kisah kedua yang hendak saya ceritakan ini mengenai Kiai Abbas dari Buntet Pesantren. Saat Abah saya hendak mengaji kepada Kiai Abbas dengan membawa kitab Jam'ul Jawami', Kiai Abbas mengaku belum terlalu menguasai kitab itu, dan meminta Abah saya datang kembali membawa kitab tersebut beberapa hari ke depan. Rupanya Kiai Abbas menyimak dulu isi kitab ushul al-fiqh karya Imam al-Subki tersebut, dan kemudian setelah itu Abah saya dipanggil kembali dan Kiai Abbas dengan lancar mengajarkan isi kitab tersebut.

Dua kisah di atas saya ceritakan untuk menunjukkan kesungguhan para Kiai itu menuntut ilmu. Para Kiai itu membaca, menyimak dan memberi catatan isi kitab. Mereka menjadi alim bukan terjadi begitu saja. Sengaja diambil kisah dua kiai, yaitu KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Kiai Abbas. Kedua tokoh hebat pada masanya masing-masing ini lebih sering dibahas karomah beliau berdua ketimbang dikisahkan kesungguhan beliau berdua belajar menuntut ilmu.

Kiai Abbas, menurut penuturan Abah saya yang menjadi santri khususnya, sangat menguasai ushul al-fiqh dan ilmu fiqh perbandingan mazhab. Pengakuan Abah: "kuliah saya di al-Azhar Cairo terasa mudah dengan bekal ilmu yang sudah diajarkan Kiai Abbas".  Yang terkenal kemana-mana itu adalah peristiwa heroik 10 November dimana Kiai Abbas merontokkan pesawat sekutu dengan lemparan biji tasbih dan bakiaknya. Tentu saja Abah saya juga menceritakan berbagai karomah gurunya ini, namun setiap saya tanya apa wiridnya, Abah cuma berpesan: "belajar yang rajin saja Nak, belum waktunya membaca wirid macam-macam, nanti kalau kamu sudah jadi Kiai, kamu akan mengerti sendiri hal-hal gaib dan ajaib yang kamu tanyakan itu. Sekarang baca buku lagi!"

Dan kini kalau saya ceritakan kepada para santri bahwa saya meraih dua gelar PhD di dua bidang berbeda, di dua negara berbeda, dan saya selesaikan pada waktu yang bersamaan, spontan yang mereka tanya: "wiridnya apa sehingga bisa seperti itu?" Jarang yang tertarik bertanya bagaimana kesungguhan saya belajar sehingga bisa menyelesaikan dua program PhD tersebut. Lebih menarik bertanya doa dan wiridnya. Mungkin disangkanya lebih mudah wiridan ketimbang membaca buku.

Pesantren itu sejatinya lembaga pendidikan, bukan semata tempat orang belajar mistik apalagi klenik. Ini yang harus ditegaskan karena banyak kesalahpahaman. Selain kesannya ndeso, pesantren itu dikesankan tempat untuk belajar ilmu gaib. Orang tua menjadi takut mengirim anaknya ke pondok. Pulang dari pondok hobinya nanti menangkap jin. Sementara para santri ada sebagian yang bukannya belajar dengan tekun tapi malah sibuk mau jadi waliyullah dengan berharap mendapat ilmu laduni.  Bahwa Gus Dur dan Kiai Abbas memiliki karomah, tentu kita yakini itu. Tetapi karomah itu hanya bonus saja, hasil dari istiqamah para kiai yang luar biasa. Istiqamah menuntut ilmu dengan terus rajin belajar, membaca, berdiskusi, dan menulis --ini yang harus kita warisi dari para masyayikh dan guru-guru kita.

Ceritakanlah kepada khalayak bagaimana Mbah Sahal Mahfud membaca dengan tekun dan karenanya menulis berbagai kitab yang luar biasa. Di ruang tamu beliau berjejer kitab fiqh dari mazhab selain mazhab Syafi'i. Kitab dari mazhab Syafi'i malah ditaruh di bagian belakang. "Kenapa?" tanya Prof Martin van Bruinessen. Jawab Mbah Sahal kalem, "karena kitab dari mazhab Syafi'i sudah saya hafal semua."

Kisahkanlah di medsos bagaimana Kiai Ihsan Jampes mengarang kitab yang kemudian dijadikan rujukan di manca negara. Atau tolong mintakan kepada KH Ahmad Mustofa Bisri untuk berkenan bercerita proses kreatif beliau sehingga tercipta berbagai tulisan dan barisan puisi yang menyentuh jiwa dan mengundang kita untuk merenunginya.

Jikalau ini yang kita ceritakan, tidak semata soal karomah para Kiai, baru kemudian umat akan memahami bahwa pesantren itu juga gudangnya dunia ilmu pengetahuan. Dan mereka akan lebih apresiatif saat mengetahui bahwa zikir dan pikir telah menjadi satu tarikan nafas keseharian para Kiai.

Tabik,

Nadirsyah Hosen
Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School


Monday, August 14, 2017

Daftar Pesantren Mahasiswa di Malang

*Sebarkan!*
Bantu calon mahasiswa baru di kampus Malang untuk mendapatkan pesantren yg tepat agar terhindar dari virus radikalisme yg tumbuh di kampus kampus.

*Pondok pesantren mahasiswa terdekat dengan kampus UB, UIN, UM, ITN, Unisma, UMM, Unmer, Unikama dll)*

*Pondok Pesantren Luhur*
(Gus Danil / 081333123358/ 0341567520)
Jl. Gajayana Sumbersari Malang

*Ponpes Mahasiswa al Hikam*
(Gus Hilman / 081233363741/ 0341495375)
Jl. Cengger Ayam Lowokwaru Malang

*Ponpes Miftahul Huda*
(Gus Muhamad / 0341582174/
Neng Lilis / 081233933500)
Jl. Gading Kasri Malang Klojen Malang

*Ponpes Sabilur Rosyad*
(KH. Marzuqi Mustamar/ 0341564446
(Pengurus / 085755598733)
Jl. Raya Candi 6C Gasek Karangbesuki Sukun Malang

*Ponpes Anwarul Huda*
(Gus Nurul Yaqin/ 085649974848)
Jl. Raya candi 3 no 454 Karangbesuki Sukun Malang

*Ponpes Salafiyah Nurul Huda*
(Gus Shampthon/ 081555600830/
(Pengurus / 0341369187)
Jl. Kol. Sugiono 3B Mergosono Malang

*Ponpes Nurul Ulum*
(Gus Ali Mustofa/ 0813 3461 3999)
Jl. Satsuit Tubun Kacuk Malang

*Ponpes al Hikmah al Fatimiyah Puteri*
(Neng Syafiyah / 81334732137)
Jl. Joyosuko no 60A Lowokwaru Malang

*Ponpes al Mubarok*
(Gus Mamik / 082245451299/ 0341570782)
Jalan joyo mulyo 340 A Merjosari Lowokwaru Malang 65144

*Ponpes Darul Ulum Al Fadloli*
(Gus Suyuti / 0341582488)
Jl. Joyo Mulyo No.393, Merjosari, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65144

*Ponpes Miftahul Ulum*
(Gus Saifudin Arif/ 081805051414)
Jl. Raya Jetis Dau Mulyoagung Malang

*Ponpes Darul Falah*
(Gus M. Abdul Qohar/ 085232301333)
Jl. Pronoyudo Areng Areng (barat Dau)

*Ponpes at Taufiq*
(Gus Bahrul Ulum/ 081555627911)
Jl. Raya Mulyoagung Dau Malang

*Ponpes Mafatihul Muhtadin*
(Gus Samsul / 082330666695)
Jl. Masjid Rt. 14 /03 Pendem Mojorejo
Junrejo kota batu

*Ponpes  Hidayatul Mubtadiin*
(Gus Ayik Ubaidillah/ 085101157619)
Jl. Raya Dawuhan Tegalgondo (belakang UMM) Karangploso Malang

*Ponpes Manbaul ulum*
(Gus Haris / 085852532315)
Jl. Mojosantri Kajang Santren Mojorejo
Junrejo kota Batu

*Ayo Mondok*
Pesantren NU; Pandai mengaji dan cinta NKRI.

RMI Malang
(Gus Yazid / 0878733333552).


Sunday, August 13, 2017

Daftar Ulama Top yang Belum Haji

Ulama-ulama ahli fikih top yg gak pernah pergi haji. Tetapi alasan-alasannya ttg haji dan umroh sangat jelas seolah mereka tiap tahun berhaji.
Berikut daftar mereka:

1. Imam Ibnu Hazm (tokoh Mazhab Zhohiri dan pengarang kitab Al-Muhalla)

2. Imam Al-Baghowi (Pengarang kitab Syarh as-Sunnah dan At-Tahdzib Fi Al-Mazhab Asy-Syafi'i)

3. Imam Abu Ishaq Asy-Syirazi (pengarang kitab Al-Muhadzab Fi Al-Mazhab Asy-Syafi'i)

4. Imam Ibnu Sidah (pakar gramatika Arab dari Andalus dan pengarang kitab Al-Muhkam wabAl-Muhith Al-A'zhom)

5. Imam Muhammad bin Ali Ad-Damighoni (Hakim Agung pada masa Khalifah Al -Mustazhiry dan tokoh penting mazhab Hanafi)

6. Imam Ad-Dula'i (Khothib di masjid agung Damaskus bermazhab Syafi'i)

7. Imam Badaruddin Ibnu jama'ah (begawan Mazhab Syafi'i dan pengarang banyak kitab. Di antaranya adalah"Tazkirat As-Sami' wa Al-Mutakallim Fi adab Al-'Alim wa Al-Muta'allim)

8. Imam Abu Al-Laits As-Samarqondi (tokoh sentral Mazhab Hanafi dan pengarang kitab Tanbih Al-Ghofilin)

9. Imam Ad-Dirwal, Abdul Aziz Ar-Rab'i At-Tunisi (tokoh dlm segala bidanglus seorang shufi ternama)

10. Imam Muhammad bin Umar Jamaludin Al-'Awadi (Hakim Agung di masa Ar-Rasuli dan pengarang Syarah kitab An-Najm Fi Kalam Al-Arab wa Al-'Ajam)

11. Imam Abu Abdillah Al-Qairawani, Muhammad bin Sufyan Al-Maliki (pengarang kitab Al-Hadi Fi Al-Qiro'at As-Sab')

12. Dan banyak lainnya.


Tuesday, August 1, 2017

Indo Pesantren Mahasiswa di Surabaya

#AyoMondok
#PesantrenMahasiswa
#Surabaya

Selamat Datang Para Mahasiswa Baru. Kalian adalah pemimpin Indonesia di 1 Abad #IndonesiaMerdeka pada 2045 mendatang. Pastikan Kalian menjadi calon Pemimpin yang Berkarakter, Bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa dan #CintaTanahAir. Gali ilmu seserius mungkin, Raih prestasi akademik, lambungkan wawasanmu menembus cakrawala, jangan lupa rawat dan perdalaman ilmu agamamu kepada para Ulama melalui pondok pesantren

#InfoPesantren di Surabaya untuk Mahasiswa.

1. Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, diasuh KH Miftachul Akhyar, Jl. Kedung Tarukan No. 100 Tambaksari Kota Surabaya. (Asrama II/Baru di Lakarsantri dekat Kampus Baru UNESA). PIC: Qudus 081331341580

2. PP. Al Jihad, diasuh KH Imam Hambali, Jl. Jemursari Utara III/9 Wonocolo Kota Surabaya. Hotline: 081234660066

3. PP.  Al Jawi, diasuh Ust. H. Yardlo, Jemursari, Surabaya

4. PP An Nur diasuh KH. Imam Ghozali Said, Wonocolo Modin No. 10A Wonocolo Kota Surabaya.

5. Pesantren Luhur Al Husna, diasuh KH. Ali Maschan Musa, Jemursari Gang Lebar, Surabaya.

6. Pondok Pesantren Alfatah, Gus H. Saiful rijal, Sidosermo IV No 1 Surabaya. Telp 083830131338

7. Pondok Pesantren Shohihuddin, diasuh KH Abuamar, Sidosermo IV Gg XI/37 Surabaya, Telp. 031 8431453

8. Pondok Pesantren An Nuriyah, diasuh Ibu Nyai Hj. Ainur Rohmah,  Wonocolo Utara Surabaya, Telp. 031 8494437

9. Pondok Pesantren As Sholihin, diasuh KH. Nurul Akromin, Keputih Gg 3 No 52 Surabaya,   085101199039

10. Pondok Pesantren Nyai Hj Asfiyah Jl Lontar NO 132 Sambikerep, Kota Surabaya

Dapatkan informasi pesantren untuk Mahasiswa lainnya di Greater Surabaya melalui Pengurus RMI-NU Kota Surabaya. Personal in Charge: M. Kurdi +6281333070515